part 36

232 25 3
                                        

Jam istirahat, akhirnya yeona dan rochelle bisa berjalan bersama menuju ke kantin. Di perjalanan, mereka bertemu azellia dan pricia.

"Roro, kamu gak kenapa napa kan?". Tanya azellia. Rochelle menatap yeona, ia berpikir yeona sudah menceritakan segalanya.

"Hmm, gapapa kok kak azel". Jawab Rochelle singkat.

"Bagus deh kalo gitu, soalnya aku khawatir sama kalian berdua, gatau kenapa aku khawatir banget". Ucap azellia membuat Rochelle bernapas lega. Ternyata azellia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.

"Dari tadi azel nunggu jam istirahat loh buat ketemu kamu, tadi sama yeona ketemu bentar sebelum masuk". Ucap pricia yang sedang bersama azellia.

"Gapapa kak azel, gue gapapa. Buktinya gue sekarang disini di hadapan kak azel". Kata Rochelle menenangkan azellia. Namun mereka kaget ketika para siswi berlarian seperti terjadi sesuatu membuat mereka penasaran.

"Eh ada apa ini?". Tanya pricia pada salah satu siswi yang berlari.

"Itu, cyara lagi berantem di lapangan". Jawaban itu membuat keempatnya membulatkan matanya. Mereka segera pergi melihat cyara.

"Eh lu pikir gue takut sama lu? Gue gak takut ya". Ucap cyara yang sudah dikuasai emosi. Ia sudah berada di atas lawannya sekarang. Ruby segera berlari menarik cyara sebelum dilihat oleh banyak orang.

"Lu gila ya cy, hentiin gak!". Pinta ruby agar cyara berhenti. Namun sepertinya tak mempan. Cyara menjambak rambut lawannya. Beberapa lama akhirnya ruby bisa dengan sekuat tenaga menarik cyara sebelum lawannya tak berdaya.

"Jangan tahan gue kak ru, dia udah berani ngatain gue, gue gak terima". Pinta cyara sembari masih ingin melawan namun di tahan oleh ruby.

"Gue bilang jangan ya jangan cy! Lu bisa dengerin gue gak?". Tegas ruby membuat cyara berhenti meraung.

"Lu mau anak orang mati? Lu mau kena masalah? Mikir gak lu". Kesal ruby. Keempat temannya pun datang. Mereka syok melihat cyara yang sudah berantakan karena berkelahi.

"Ya ampun cya". Ucap pricia. Cyara hanya menatapnya sinis. Yang lain tak bisa bicara lagi.

"Lu kenapa cy bisa begini lagi?". Tanya Rochelle tak percaya. Padahal setelah mereka berteman, cyara sudah tak berkelahi lagi.

"Sadar cy, jangan begini lagi, bahaya". Tambah yeona.

"Gue terus yang kalian salahin. Kalian gak tau yang sebenarnya. Dia yang mulai duluan mancing gue, gimana gue emosi coba". Balas cyara. Azellia sudah tak bisa berkata lagi, ia sepertinya masih trauma dengan kekerasan.

"Emang dia apain kamu?". Tanya pricia.

"Kemarin dia mulai ngatain gue kaku dancenya, trus tadi keluarga gue dikatain keluarga problematik". Jelas cyara. Beberapa lama cyara dipanggil ke ruang bk untuk bertanggung jawab.

"Telpon mama kamu sekarang cy buat dateng kesini! Guru bk nyuruh nelpon". Ucap pricia meminta cyara menelpon ibunya.

"Nggak! Mama gak bakal dateng, dia cuma mau dateng kalo gue berprestasi. Tapi gue malah bikin malu". Tolak cyara.

"Coba aja dulu, siapa tau bisa dateng bentar kesini". Ucap pricia lagi.

"Kenapa gak lu aja sih yang telpon, lu kan bestienya mama gue". Balas cyara meminta pricia saja yang menelpon.

"Aku gak enak ngomongnya cy, kalo kamu kan anaknya". Ucap pricia.

"Mending gausah nyuruh mama gue kesini, mending gue di skor aja gak perlu panggil juga bisa". Kata cyara sembari membuang wajahnya. Pricia menghembuskan napas kasarnya melihatnya. Mau tidak mau, pricia lah yang akan menelpon karena guru bk memintanya untuk menelpon.

Our DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang