Azellia sedang berjalan sendiri karena ruby dan pricia ada urusan sehingga mereka berpisah setelah dari taman.
"Kak azel". Panggilan itu membuat azellia menoleh
"Rara". Panggil azellia kaget melihat ramya memanggilnya. Azellia lebih kaget lagi karena ramya memakai seragam sekolah.
"Kamu ngapain disini ra? Pake seragam, kamu sekolah?". Tanya azellia belum percaya dengan apa yang ia lihat.
"Iya dong, rara udah bisa sekolah dan hari ini hari pertama masuk, keren kan?". Tanya ramya semangat. Azellia masih belum bisa mencerna apa yang ia lihat.
"Aku beneran gak bisa berkata kata lagi ra, kamu beneran bisa sekolah". Ucap azellia dengan mata berkaca kaca.
"Udah ah, jangan sedih sedih, ayo ke kantin! Rara mau traktir kak azel". Ajak ramya sembari merangkul azellia yang masih mematung.
"Kamu di kelas vocal? Kok gak sama roro atau yeona keluarnya?". Tanya azellia karena ramya hanya sendiri.
"Tadi aku izin ke mereka mau ketemu kak keenan, tapi keknya kak keenan lagi ada rapat deh soalnya yeona tadi mau otw ruang osis". Jawab ramya.
"Iya, tadi riri juga kesana. Aku tadi bareng dia trus dipanggil rapat". Ucap azellia.
"Oh iya trus roro gimana? Cyara?". Tanya azellia lagi.
"Roro lagi sibuk debat tadi sama teman basketnya, cyara gatau aku gak ketemu sama dia soalnya emang niatku kesini ketemu kak keenan". Jawab ramya.
"Oh gitu ya, kirain kamu ketemu". Ucap azellia. Mereka pun melanjutkan makannya.
Beberapa lama mereka makan, datanglah rochelle dan cyara menghampiri mereka.
"Woilah Rara lu disini, gue pikir lu hilang. Gue udah nyariin lu ke seluruh sekolah junior. Gue pikir lu kesasar gatau jalan pulang". Ucap rochelle ngos-ngosan.
"Gue capek tau ra nyariin soalnya kan lu anak baru, sampe gak makan gue nyariin lu". Lanjut rochelle.
"Minum dulu ro baru ngomong". Pinta azellia memberikan sebuah air minum karena rochelle kecapean.
"Beneran? Maaf ya aku tadi udah bilang loh mau ketemu kak keenan tapi kamu lagi sibuk debat masalah basket sama temen kamu, aku pikir kamu dengerin aku". Ucap ramya.
"Lu tau gak, dia kayak cacing kepanasan nyariin lu, gue yang lagi ngerjain tugas diburu buru sama dia takut lu hilang". Ucap cyara.
"Tapi gak mungkin juga sih Rara hilang secara dia kan adiknya ketos banyak yang kenal dia". Lanjut cyara.
"Gak semua anjir, mereka baru ngeliat rara". Balas rochelle.
"Kan rara sering kesini sama bokapnya gak mungkin gak pernah liat". Ucap cyara gamau kalah.
"Ya tetep aja gak semua orang ege, paling senior yang tau. Kalo junior kagak tau gimana?". Ucap rochelle membuat azellia menggelengkan kepalanya.
"Eh udahlah berantemnya, mending kalian pesen makanan deh bentar lagi masuk nih". Pinta azellia menghentikan perdebatan mereka.
***
Pricia baru saja keluar dari ruang osis, ia berniat untuk masuk kedalam toilet. Namun ia melihat ruby baru saja keluar dari sana. Pricia memperhatikannya. Namun hampir saja ruby terjatuh membuat pricia segera menghampiri.
"Ruby kamu gapapa?". Pertanyaan itu membuat ruby yang berpegangan di tembok kaget. Ia langsung memperbaiki posisinya.
"Gue gak kenapa napa kok". Jawab ruby.
"Beneran gapapa? Tadi aku liat kamu kayak..".
"Gue bilang gue gapapa, gue tadi cuma mau pegangan di tembok". Ucap ruby kemudian meninggalkan pricia. Mereka ini memang tidak pernah akur dan tidak terlalu akrab setelah kejadian di rumah azellia. Pricia melanjutkan langkahnya menuju ke toilet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny
Teen Fiction[Luka yang berbeda] "kalo ada bunda, lo gak akan bisa nyakitin gue" -Ruby Aletta "aku hanya manusia biasa, aku juga butuh kebebasan, aku ingin menjadi diri sendiri. bisakah aku beristirahat sebentar saja?" -Pricia Olivia "memiliki prestasi yang ting...
