Beberapa hari di rumah sakit, akhirnya azellia bisa pulang. Ia akhirnya bisa keluar dari rumah sakit dan akan menuju ke rumah nya.
"Yeon, gue dapet kabar kalo kak azel hari ini udah pulang". Ucap rochelle pada yeona.
"Eh lu dapet kabar darimana?". Tanya yeona penasaran.
"Tadi gue ngecek hp gue di loker dan gue dapet chat dari kak azel". Jawab rochelle yang sebelumnya melihat ponselnya.
"Hush, jangan berisik roro. Kita kan dilarang pegang hp. Mau lu hp lu diambil lagi sama bk". Ucap yeona. Beberapa hari yang lalu ponsel rochelle diambil guru bk karena kedapatan main tiktok bersama yeona. Di sekolah itu memang dilarang memakai ponsel jika jam pelajaran. Dan memang saat itu bel sudah berbunyi itu tandanya mereka sudah tak boleh memainkan ponsel lagi. Mereka sedang berjalan ke arah kelas.
"Ya kan cuma bentar doang yeon, ini gara-gara kelas sebelah nih kita juga jadi kena kan". Ucap rochelle. Beberapa hari yang lalu, ada salah satu siswi yang diam diam merekam gurunya yang sedang ketiduran saat jam pelajaran. Alhasil, guru tersebut marah dan akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk tidak boleh memakai ponsel lagi di jam pelajaran padahal sebelumnya masih bisa selagi tidak mengganggu pelajaran.
"Yaudah, kita kerumah kak azel nanti yuk, ajak kak ruby sama cyara juga. Kalo kak riri keknya gak bisa deh apalagi rara". Ucap rochelle mengajak yeona untuk menjenguk azellia dirumahnya.
"Boleh sih, gue juga mau ikut". Ucap yeona. Mereka pun hendak menuju ke kelasnya.
***
Azellia sedang berada di dalam kamarnya sembari duduk dengan masih berbalut selimut. Ia melihat beberapa bingkisan dari teman-temannya. Ia melihat bingkisan berwarna biru disana. Azellia tertarik untuk membukanya.
"By rara". Ternyata kado dari ramya. Azellia dengan senyuman manisnya segera membukanya. Disana ada sebuah surat.
"Kak azel, rara rindu banget sama kakak. Waktu kejadian, rara gak sempet ngeliat kak azel. Aku yakin banget, semua orang nyembunyiin sesuatu dari aku, kak azel pasti sakitnya berbahaya ya? Tapi apapun itu sakitnya, semoga kak azel cepet sembuh. Jangan sakit lagi kak, cukup rara aja jangan kak azel". Kata terakhir itu membuat dada azellia sesak hingga air matanya jatuh mengenai surat itu. Ia seperti tak sanggup melanjutkannya lagi.
"Rara gak bisa ngasih hadiah yang banyak kak, seadanya aja. Semoga kakak suka sih". Kata itu membuat azellia melihat apa yang ramya berikan. Ternyata boneka kelinci kesukaan azellia.
"Ini pengganti bunnie, kelinci kakak yang dulu gak sengaja ketabrak karena kecerobohan rara. Boneka aja ya, karena rara gak mau kak azel digigit terus sama kelinci asli". Kata ramya dalam sebuah surat. Dulu kaki azel pernah dijahit karena gigitan kelinci. Maka dari itu, azellia dilarang oleh orang tua nya lagi untuk memelihara kelinci.
"Kak, doain rara ya, minggu ini mau ke luar negeri buat berobat. Doain ini yang terakhir biar rara bisa kumpul bareng kakak dan temen lainnya. Walaupun gak bisa 100% sembuh sih tapi semoga rara bisa membaik dari sebelumnya. Jujur, rara capek kak, pengen istirahat aja selamanya. Tapi karena kakak dan temen lainnya yang bikin rara semangat lagi buat berjuang rara akan lakuin semuanya. Ini udah bertahun tahun rara pikirin dan bisa ada keberanian, segitu aja ya kak, selamat istirahat, jangan lupa minum obat, love you❤". Setelah membacanya, azellia memeluk surat ramya dan menangis. Ternyata, ada manusia yang begitu menyayanginya sampai menjadi alasan untuk tetap bertahan.
"Rara, aku akan terus doain kamu ya, kamu pokoknya harus sembuh. Aku tunggu kamu rara". Ucap azellia sembari masih menangis. Ia pun berdiri dari tempat tidurnya melihat ke cermin. Ia menatap dirinya, melihat rambut panjangnya yang sudah tak indah lagi. Beberapa lama, ia pun mengambil gunting lalu ia menggunting rambutnya. Azellia menutup matanya karena ini adalah pertama kalinya ia memotong pendek rambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny
Teen Fiction[Luka yang berbeda] "kalo ada bunda, lo gak akan bisa nyakitin gue" -Ruby Aletta "aku hanya manusia biasa, aku juga butuh kebebasan, aku ingin menjadi diri sendiri. bisakah aku beristirahat sebentar saja?" -Pricia Olivia "memiliki prestasi yang ting...
