part 43

259 18 3
                                        


"Tolongin yeona guys!". Ucapan itu membuat semua panik melihat apa yang terjadi. Ternyata pricia melihat ada dua pria yang menarik yeona hendak masuk kedalam mobil. Yeona berusaha teriak sekuat tenaga namun sepertinya supirnya tak mendengarnya.

"Kurang ajar!?". Kesal cara sembari segera keluar dari mobil.

"Cya, bahaya". Teriak azellia. Rochelle juga ikut mengikuti cyara. Dengan satu tendangan dari cyara membuat salah satu dari pria itu terjatuh.

"Lepasin temen gue, lu mau bawa kemana?". Tanya cyara pada pelaku.

"Bukan urusan kamu bocil". Jawab pelaku itu.

"Bukan urusan gue lu bilang? Gue temennya dia lah, masa mau bawa anak orang sembarang sih". Kesal cyara. Ia segera menyerang salah satu dari pelaku karena yang satunya memegang yeona agar tak melarikan diri.

"Lepasin gue!?". Pinta yeona namun pegangan tangan sang pelaku sangatlah kuat. Bahkan pelaku hendak menarik yeona masuk kedalam mobil.

"Diem!". Pintanya sembari menarik yeona.

"Tolong! Lepasin gue, gue gamau". Ucap yeona dengan menahan dirinya agar tidak masuk mobil. Rochelle segera membantu cyara melawan penculik itu.

"Zel, kamu disini temenin rara ya, aku mau coba bantu mereka. Pokoknya jangan keluar kemana mana sebelum kita balik". Pinta pricia yang hendak membantu kedua temannya.

"Ri, kamu yakin? Bahaya". Ucap azellia ragu.

"Tenang ya zel, aku yakin kita bisa kok ngelawan mereka. Kamu disini aja ya kunci yang rapet jangan sampe mereka ngeliat kalian". Kata pricia sebelum akhirnya keluar dari mobil. Azellia segera ke belakang bersama ramya. Saat itu, ramya sedang panik. Azellia tak ingin penyakit ramya kambuh karena ketakutan.

"Kak azel mereka gimana, kita bantuin yuk". Ucap ramya hendak menoleh namun ditahan azellia.

"Jangan ra, bahaya. Mereka gak kenapa napa kok kamu tenangin diri kamu ya". Ucap azellia menenangkan ramya.

Cyara terkena pukulan dari sang pelaku.

"Kurang aja lu ngehajar temen gue". Ucap rochelle menyerang. Untung saja dulu ia pernah diajari karate oleh ayahnya sebelum akhirnya mereka berpisah sehinga ia bisa membantu cyara.

Sementara pricia berada di belakang mobil pelaku, ia berencana akan memukul melihat dia mengambil sebuah kayu. Dengan hitungan 1,2,3, pricia berhasil melayangkan sebuah pukulan ke pelaku membuatnya kesakitan. Tak puas, pricia melayangkan lagi beberapa pukulan membuatnya melepas yeona. Yeona kaget karena pricia melakukannya.

"Kak riri". Panggil yeona.

"Kita gak akan ngebiarin kamu diculik yeon". Ucap pricia. Pricia hendak menarik yeona menuju ke mobil karena pelakunya sedang terkapar lemah karena pukulan pricia.

Rochelle dan cyara berusaha melawan pelaku. Namun keduanya terjatuh karena terkena pukulan keras.

"Akhh". Jeritan keduanya. Mereka berusaha berdiri namun tak kuat.

Pelaku yang terkapar lemah karena pukulan pricia berusaha berdiri. Ia mengambil kayu itu dan segera mengejar yeona dan pricia. Cyara yang terjatuh melihat kejadian itu kaget bukan main hingga berteriak.

"YEON, KAK RIRIIII". Teriaknya sembari menutup mata. Pelaku yang di depan mereka juga mulai melawan Rochelle yang berhasil berdiri. Cyara menutup matanya tak kuat melihat pricia dan yeona. Namun beberapa saat kemudian, kedua pelaku terjatuh. Cyara membuka matanya dan ia kaget melihat.

"Kak keenan?!". Panggil cyara tak percaya ada keenan. Entah siapa yang memanggilnya. Keenan melumpuhkan kedua pelaku itu dalam sekejap.

"Kalian mau apa hah? Mereka salah apa? Mereka itu cewek, kenapa lu pada ngelawan mereka? Cari mati lu semua". Kesal keenan pada kedua pelaku. Kedua pelaku itu diikat oleh keenan dan akan dibawa ke kantor polisi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Our DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang