Akhirnya ramya bisa bergabung bersama ke enam lainnya. Ia menceritakan bagaimana operasinya bisa berjalan lancar.
"Seneng bisa liat kamu lagi ra". Ucap azellia.
"Iya tau, kita semua nungguin kabar dari lu". Tambah rochelle.
"Kita bersyukur bisa ngeliat kamu sembuh". Sahut yeona.
"Ini semua berkat doa dari kalian aku bisa semangat buat sembuh". Ucap ramya.
"Dalam hidupku, aku baru pertama kali ketemu sama orang-orang baik seperti kalian". Ucap ramya. Membuat cyara menyenggol tangan ruby kemudian terkekeh.
"Bisa aja deh rara". Ucap cyara sembari terkekeh menutup mulutnya dengan tangan karena tersipu malu. Ia pertama kali akrab dengan ramya karena sebelumnya cyara pernah mengobrol lewat video call ketika ramya berkomunikasi dengan azellia.
"Kita gak baik kok, kita juga ada jahatnya. Hati-hati loh". Ucap ruby membuat ramya tertawa karena wajahnya yang menakuti ramya kemudian menoleh ke cyara dan tertawa. Mereka memiliki selera humor yang sama.
Dari kecil aku takut bergaul, aku takut temen-temenku terkena penyakit dariku. Waktu itu aja cuma di depan rumah mainnya, besoknya temenku sakit. Aku jadi merasa bersalah sama dia". Kata ramya membuat mereka tersentuh.
"Jangan salahin diri kamu ra, siapa tau kan emang anaknya mau sakit trus pergi main sama kamu". Nasehat azellia menenangkan ramya.
"Semoga kamu have fun gabung sama kita ya rara. Hari ini aku lagi traktir mereka. Jadi kamu juga aku yang traktir". Ucap pricia mengalihkan kesedihan mereka. Beberapa lama akhirnya makanan yang mereka pesan datang. Mereka segera makan.
"Pasti mau kirimin mami kak riri ya?". Tanya rochelle yang dekat pricia melihatnya memotret.
"Iya, biar percaya". Jawab pricia singkat.
"Gue coba makanan lu ya cy". Ucap ruby kemudian mengambil makanan cyara.
"Eh eh apa apaan nih, pake coba-coba aja lu". Kesal cyara.
"Pelit banget sih cuma cobain dikit doang". Balas ruby. Ramya tersenyum melihat itu. Ia baru pertama kali merasakan hangatnya persahabatan yang dulu ia impikan.
"Makan yang banyak ya rara. Kamu tenang aja aku yang bayar". Pinta pricia.
"Iya kak, makasih traktirannya". Ucap ramya.
"Kak riri begitu karena kakak lu itu ketosnya dia wakil ketos". Sahut cyara. Pricia menatap sinis cyara.
"Nggak kok, canda doang kak ri. Jangan aduin gue ya ke mama gue". Ucap cyara meminta maaf.
"Takut juga lu sama mama lu. Dasar anak mama". Sahut ruby.
"Iyalah anak mama, anak siapa lagi anj".
"Cya, nggak boleh ngomong gitu". Pinta azellia membuat cyara berhenti. Namun rochelle berfokus pada sesuatu yang ia perhatikan dari jauh.
"Bisa bisanya mereka ada disini". Batin rochelle. Ternyata ia melihat ayah dan ibu tirinya bersama anak mereka sedang makan di sana. Posisi duduk mereka pun berdekatan. Ibu tirinya menatapnya dari jauh sembari mengumbar kemesraan bersama ayahnya. Rochelle yang melihatnya mengepalkan tangannya. Yeona terus menatap rochelle. Sepertinya yeona tau orang yang rochelle lihat dan mengerti mengapa ia begitu.
"Ro, sabar". Bisik yeona menenangkan rochelle. Rochelle mengingat ketika dirinya bersama kedua orangtuanya saat ia masih kecil.
"Dia ngerebut kebahagiaan ibu gue". Batinnya.
"Tapi baguslah, ibu gue bisa lepas dari laki-laki yang gak cukup satu perempuan saja". Lanjutnya.
"Kok gak makan ro?". Tanya pricia menyadarkan rochelle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny
Ficção Adolescente[Luka yang berbeda] "kalo ada bunda, lo gak akan bisa nyakitin gue" -Ruby Aletta "aku hanya manusia biasa, aku juga butuh kebebasan, aku ingin menjadi diri sendiri. bisakah aku beristirahat sebentar saja?" -Pricia Olivia "memiliki prestasi yang ting...
