Bab 31

698 96 7
                                        

Happy reading

Jin terdiam sambil menundukkan kepalanya dan meremas sprei. Dia tidak habis pikir dengan sikap Beom Seok yang seperti menolak Jungkook secara terang-terangan.

"Appa..." panggil Jin, mengalihkan pandangannya ke Beom Seok yang sedang melihat ponselnya.

"Hemm..."

"Apa maksud sikap appa barusan?"

"Sikap yang bagaimana?"

"Appa menolak Jungkook."

"Jin... apa punya alasan kenapa sampai melakukannya."

"Alasan? Alasan seperti apa yang membuatmu tega menyakiti hati anakmu?"

"Appa tidak bermaksud melakukannya Jin."

"Aku sudah pernah bilang ke appa tentang aku yang mencintai seorang laki-laki. Appa tidak menolak saat itu." Jin ingat saat 2 tahun yang lalu dia jatuh cinta pada Jungkook, Jin mengatakan ke Beom Seok tentang dia yang mencintai seorang laki-laki. Tentu saja awalnya Beom Seok kaget, tapi melihat raut wajah sang anak yang terlihat bahagia karena jatuh cinta, membuat Beom Seok menyetujui apapun keputusan Jin tentang pasangan hidup. Entah laki-laki maupun perempuan, asal Jin bahagia maka Beom Seok akan menyetujuinya.

"Kita tunggu Yoongi dulu ya. Ini ada sangkut pautnya juga dengan Yoongi."

"Kenapa Yoongi hyung menjadi terlibat persoalan ini?"

"Akan appa jelaskan nanti kalau Yoongi sudah sampai."

Jin terdiam, memikirkan berbagai kemungkinan. Kenapa Yoongi terlibat dalam hal ini?
.
.
"Kau tunggu aku di sini! Aku akan mengambil mobil di parkiran." Yoongi berkata ke arah Jungkook yang terus terdiam semenjak keluar dari kamar rawat Jin sampai lobi rumah sakit.

Yoongi bergegas karena dia juga ditunggu Beom Seok. Yoongi melajukan mobilnya dari parkiran ke arah lobi rumah sakit, setelah sampai lobi Yoongi tidak melihat keberadaan Jungkook ditempat dia tadi meninggalkannya. Yoongi melihat kesana kemari tapi Jungkook tetap tidak terlihat. Yoongi akhirnya memutuskan kembali ke parkiran setelah sempat bertanya ke satpam.
.
.
Alih-alih menunggu Yoongi, Jungkook berjalan ke arah gerbang rumah sakit dengan kepala tertunduk. Dia memutuskan pulang ke asrama dengan berjalan kaki sambil memikirkan kembali hubungannya dengan Jin karena sikap Beom Seok tadi menunjukkan penolakan.

Langit seperti ikut bersedih saat Jungkook baru berjalan tidak jauh dari rumah sakit. Hujan turun tapi langkah Jungkook tidak berhenti. Dia terus berjalan tanpa menghiraukan dirinya yang basah kuyup.

Jungkook menolehkan kepalanya saat ada yang memanggil. Eunwo memanggilnya dari dalam mobil yang kaca sampingnya dibuka.

"Masuklah Jungkook-ah!" Kata Eunwo sedikit berteriak karena suaranya terkalahkan suara hujan.

Jungkook menggeleng dan membungkukkan badannya tanda meminta maaf. Dia kembali melanjutkan langkahnya.

Eunwo melajukan mobilnya menjajari langkah Jungkook. Dia kemudian menghentikan mobil tepat di depan Jungkook saat Jungkook akan menyeberang jalan.

Eunwo keluar dari mobil dan menghampiri Jungkook. Mereka sama-sama basah kuyup karena tidak memakai payung.

"Kenapa kau hujan-hujanan seperti ini? Masuklah Jungkook-ah. Aku akan mengantarmu." Kata Eunwo dihadapan Jungkook.

"Tidak usah hyung. Aku bisa pulang dengan jalan kaki. Aku tidak ingin merepotkanmu."

"Aku tidak merasa direpotkan. Kau tidak lihat aku sudah basah kuyup seperti ini karena menghampirimu? Kau tidak kasihan padaku karena sia-sia saja menawarimu tumpangan tapi kau tidak mau?"

Love is YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang