Happy reading
Jungkook terdiam. Dia mengalihkan pandangan ke arah selain Jin. Pikirannya berkecamuk. Memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi kedepannya dengan hubungan mereka.
Apa mereka akan berpisah?
Apa mereka akan sembunyi-sembunyi?
Apa mereka bisa mempertahankan hubungan ini?
Jungkook kebingungan di tengah keterdiaman Jin.
Tidak beda jauh dari Jungkook, Jin juga memikirkan bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Dia ingin tetap bertahan, tapi bagaimana cara menjelaskan ke sang ibu.
Dia tidak hanya harus memikirkan perasaan Jungkook maupun dirinya sendiri. Tapi dia juga harus memikirkan perasaan sang ibu, sesuai pesan ayahnya.
"Apa.. ehem ehem.. alasan bibi Ae Ri.." Jungkook menarik nafas dalam dan tidak bisa meneruskan pertanyaannya karena tenggorokannya tercekat.
"Keturunan." Jin yang tahu kemana arah pertanyaan Jungkook, langsung menjawab dan menatap Jungkook yang ternyata sedang menundukkan kepalanya.
"Karena aku tidak bisa hamil?" Tanya Jungkook, mengalihkan pandangannya menatap Jin.
Jin meraih satu tangan Jungkook dan menariknya. Meminta Jungkook agar duduk di pangkuan menghadap dirinya.
Jungkook menatap Jin yang juga sedang menatapnya.
"Karena kita tidak bisa saling menghamili."
"Lalu, yeobo akan melepasku?"
"Tidak sayang. Sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu." Jin membelai lembut pipi Jungkook.
"Bagaimana dengan bibi Ae Ri?"
"Itu yang sedang aku pikirkan." Jin menggenggam tangan Jungkook dan meremasnya lembut.
"Yeobo, sejak kapan bibi tahu hubungan kita?"
"Sudah beberapa minggu ini."
"Apa itu yang membuat sikapmu kepadaku berubah?"
"Maafkan aku sayang. Itu benar-benar tidak disengaja."
"Kenapa yeobo baru memberitahuku sekarang?" Jungkook melingkarkan lengannya di leher Jin dan memeluknya. Jin balas memeluk pinggang Jungkook.
"Aku bingung bagaimana caranya menyampaikan hal ini padamu." Jin mengelus punggung Jungkook dan menepuknya pelan seperti sedang mengayun seorang bayi.
"Kekhawatiranku ternyata terbukti." Jungkook menghela nafas dalam karena merasakan dadanya sesak.
"Satu sisi aku merasa senang akhirnya eomma tahu tapi aku tidak menyangka eomma akan menentang hubungan kita."
"Aku baru ingat sekarang. Yeobo tinggal di mes karyawan, apa karena bertengkar dengan bibi?" Jungkook menegakkan duduknya dan memandang Jin dengan tatapan curiga.
"Begitulah." Jawab Jin dengan wajah menyesal.
"Alasanmu tentang ingin mandiri?"
"Itu juga termasuk alasanku kenapa sekarang tinggal di mes. Tapi alasan utamanya karena aku berdebat dengan eomma."
"Maafkan aku yeobo. Gara-gara aku, kamu berdebat dengan bibi."
"Tidak sayang. Tidak ada yang salah di sini. Aku mengatakan ini padamu agar kita bisa sama-sama mencari solusi bukan malah saling menyalahkan." Jin mengelus pipi Jungkook dengan lembut. Pandangan mereka bertemu, membuat Jin tidak tahan untuk tidak mencium bibir Jungkook.
"Maukah kamu menciumku?" Jin bertanya sambil memajukan wajahnya. Karena terbawa perasaan, Jungkook mengabulkan keinginan Jin dengan menempelkan bibir mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomanceJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
