Happy reading
Yoongi duduk di kursi samping ranjang setelah Beom Seok pergi. Dia melihat ke arah Jin yang sedang memandang ke jendela. Ternyata sedang hujan. Yoongi baru menyadarinya.
"Jin." Panggil Yoongi menginterupsi lamunan Jin.
"Iya hyung." Jawab Jin sambil mengalihkan pandangan ke arah Yoongi.
"Bagaimana menurutmu tentang perjodohan kita?"
"Yang jelas aku tidak setuju."
"Aku juga tidak pernah berpikir untuk berakhir hidup menjadi pasangan denganmu."
"Kenapa kakekmu sangat tidak masuk akal hyung? Hanya karena kita tinggal bersama, bukan berarti kita bisa menjadi pasangan." Kata Jin sambil merengut.
"Seperti yang paman Seok bilang. Karena kakek sudah kenal asal usul keluargamu. Aku penasaran, apa kakek tahu tentang keluarga Jimin, makanya dia bersikukuh menjodohkanku denganmu?"
"Memangnya ada apa dengan keluarga Jimin?"
"Aku juga belum mengenal dia sepenuhnya. Setiap kali aku tanya tentang keluarganya, dia tidak mau menjawab dan malah mengalihkan pembicaraan."
"Apa ada yang tidak beres dengan keluarganya hyung?"
"Entahlah Jin."
"Hyung, bisa tolong telepon Tae. Tanyakan apa Jungkook sudah sampai asrama apa belum."
"Ngomong-ngomong Jin. Aku ingin bertanya dahulu tentang sesuatu padamu."
"Apa?"
"Kau sudah jatuh cinta ke Jungkook sejak 2 tahun yang lalu?" Jin menjawab Yoongi dengan anggukan kepala.
"Kapan kejadian pastinya?"
"Aku pertama kali melihat Jungkook saat mengantar Tae masuk ke asrama di awal dia kuliah. Dan aku langsung jatuh cinta pada Jungkook."
"Berarti sebelum kau menjalin hubungan dengan Tae?"
"Iya, jauh sebelum itu hyung."
"Jadi, saat kita ke Busan?" Tanya Yoongi memandang Jin dengan tatapan mengejek.
"Kau tidak usah bertanya jika sudah tahu jawabannya hyung." Kata Jin mengalihkan pandangan dari Yoongi.
"Kesempatan dalam kesempitan eh?"
"Kita memang akan ke Busan waktu itu dan kebetulan Jungkook juga akan ke Busan. Jadi bisa sekalian bukan?" Tanya Jin tanpa menghiraukan tatapan Yoongi yang mengejeknya.
"Iya, sekalian pendekatan maksudmu?"
"Itu kau tahu."
"Pantas kau dengan sukarela membawanya sekalian. Karena Kim Seokjin yang aku kenal, tidak akan sembarangan memberi tumpangan ke orang lain, apalagi orang yang baru dikenalnya." Jin tertawa setelah mendengar perkataan Yoongi. Ternyata Yoongi bisa menebak niatnya saat itu.
"Pasti terjadi sesuatu kan di Busan?" Tanya Yoongi menghentikan suara tawa Jin.
"Sesuatu apa maksudmu?"
"Kau tahu apa yang tidak aku tahu."
"Hyung, kau jangan asal menebak."
"Apa tebakanku benar?"
"Tidak."
"Memangnya kau tahu apa yang aku maksud?"
"Hentikan. Cukup, jangan menggodaku lagi."
"Waahh.. adik kecilku ternyata sudah bisa memanipulasi seseorang." Kata Yoongi diakhiri dengan tawa.
"Semua adil dalam cinta dan perang hyung."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomansaJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
