Happy reading
"Masuklah!" Yoongi membukakan pintu apartemen untuk Jin. Tadi dia sedang memasak saat Jin meneleponnya dengan suara terisak dan mengatakan ingin bertemu. Yoongi dan Jimin yang kebetulan sedang berada di apartemen akhirnya meminta Jin datang saja ke apartemen.
Jin lebih memilih pergi menemui Yoongi daripada pulang ke mes. Pikirannya sedang tidak karuan. Dia butuh seseorang untuk bercerita. Yoongi satu-satunya pilihan yang ada di pikirannya saat ini. Selain karena Yoongi sudah seperti kakak bagi Jin, ada Jimin juga yang adalah kakak sepupu Jungkook. Mungkin dengan menceritakan semua ke mereka berdua, Jin akan mempunyai jalan keluar atau paling tidak sesak di dadanya sedikit berkurang.
"Duduklah dulu. Hyung ambil minum sebentar." Yoongi menuju dapur bersamaan dengan Jimin yang keluar dari dalam kamar.
"Mau kemana?" Tanya Jimin yang melihat Yoongi berjalan ke arah dapur.
"Ambil minum buat Jin." Jimin mengikuti langkah Yoongi yang kembali ke ruang tengah dengan dua kaleng minuman soda di tangannya.
"Minumlah!" Jin menerima minuman tersebut dan menenggak hampir separuhnya.
Yoongi dan Jimin memperhatikan Jin yang terdiam dan menundukkan kepalanya. Mereka akan menunggu sampai Jin mau berbicara terlebih dahulu.
Setelah lama mereka bertiga terdiam, Jin mengangkat wajahnya dan menatap Yoongi.
"Eomma memintaku untuk berpisah dari Jungkook." Perkataan Jin mengejutkan Yoongi dan Jimin.
"Apa alasannya?" Tanya Jimin yang tidak bisa mengendalikan keterkejutannya. Sedangkan Yoongi hanya diam dengan pikiran bertanya-tanya.
Jin menceritakan kejadian hari ini di rumah orang tuanya. Percakapannya dengan Ae Ri dan Beom Seok. Permintaan Ae Ri yang sangat sulit untuk Jin berikan. Semua Jin ceritakan tanpa terkecuali.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Yoongi setelah Jin selesai dengan ceritanya.
"Aku tidak tahu hyung. Aku bingung harus bagaimana."
"JK akan sangat sakit hati jika diputuskan olehmu." Jimin berkata dengan nada lirih tapi bagi Jin yang mendengarnya, rasanya seperti ditikam pisau.
"Aku harus bagaimana hyung?" Jin berkata dengan nada tercekat. Yoongi tidak tega jika melihat Jin seperti itu.
Keadan Jin yang terlihat berantakan dan kebingungan, membuat Yoongi teringat ketika mereka kehilangan Yoonji dulu. Jin yang menangis dalam diam dan terlihat berantakan. Apa saat itu akan terulang lagi jika Jin akhirnya putus dengan Jungkook.
"Apa ada yang bisa hyung lakukan untukmu?" Yoongi menawarkan bantuan tapi Jin tetap terdiam.
"Sepertinya hyung akan meminta bantuan eomma untuk membujuk bibi Ae Ri." Putus Yoongi. Membuat Jin dan Jimin memandangnya dengan tatapan bertanya.
"Eomma menyetujui apapun keputusanku mengenai masa depan. Eomma mungkin awalnya kaget, tapi eomma tidak mempermasalahkan keputusanku menjadikan Jimin pasangan hidup. Dia menerima dengan lapang dada. Siapa tahu saja, setelah eomma berbicara dengan bibi Ae Ri, membuat bibi Ae Ri mempunyai pandangan lain tentang hubunganmu dan Jungkook." Kata-kata Yoongi memberikan sedikit harapan bagi Jin tentang kelanjutan hubungannya dengan Jungkook.
"Apa bibi Eun Hye mau melakukannya hyung?" Tanya Jin, ragu.
"Eomma pasti mau karena kamu sudah seperti anak baginya."
Jin tersenyum. Dia merasa senang. Setidaknya masih ada jalan keluar dan bantuan yang mungkin saja merubah keputusan ibunya.
"Aku akan membicarakan hal ini sama eomma. Kamu jangan khawatir. Untuk sementara ini, kamu dan Jungkook tetaplah berhubungan seperti biasanya. Jangan jadikan keinginan bibi Ae Ri membuatmu merubah sikap ke Jungkook."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomantizmJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
