"Makanlah sayang. Setelah itu minum obatmu." Jin memberikan mangkok berisi bubur ke Jungkook. Dia tadi membelinya saat perjalanan pulang kerja ke asrama.
"Kamu akan tidur di sini malam ini?" Tanya Jungkook sambil menerima mangkok bubur.
"Iya. Tae kemungkinan menginap di tempat Yoongi hyung, jadi aku akan menginap untuk menjagamu." Kata Jin setelah duduk di tepi ranjang dekat Jungkook.
"Maaf ya jadi merepotkanmu."
"Kenapa kamu bicara seperti itu? Sudah menjadi kewajibanku untuk menjagamu baik saat sakit ataupun sehat." Jungkook tersenyum mendengar perkataan Jin.
Jungkook memakan buburnya pelan-pelan dan berhenti makan setelah menghabiskan hanya separuhnya. Perutnya bergejolak. Kondisinya yang masih belum pulih sepenuhnya membuat Jungkook kehilangan nafsu makannya. Jin meraih mangkok yang disodorkan Jungkook dan menaruhnya di meja belajar. Dia kemudian memberikan obat agar Jungkook meminumnya.
"Sekarang kamu istirahatlah dulu." Setelah meminum obatnya, Jin membantu Jungkook merebahkan badannya dan menarikkan selimut untuk menutupi tubuhnya. Jin kemudian mencium kening Jungkook lalu berjalan ke arah meja belajar Jungkook.
"Yeobo.." Panggilan Jungkook membuat Jin kembali meletakkan sendok. Jin berniat menghabiskan sisa bubur Jungkook.
"Iya sayang."
"Jangan memakan bekas makanku. Aku sedang sakit, nanti kamu bisa tertular."
"Kamu hanya demam jadi tidak masalah sayang." Jin melanjutkan memakan bubur tanpa menghiraukan tatapan Jungkook.
Jin kembali ke meja belajar setelah membersihkan peralatan makan. Dia akan melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Sementara Jungkook, dia sudah tertidur karena pengaruh obatnya.
Jin berkutat dengan pekerjaan sampai waktu menujukkan jam 10 malam. Dia lalu membereskan pekerjaannya dan kemudian naik ke ranjang, bergabung dengan Jungkook. Jin mencium kening Jungkook sebelum memeluknya dan memejamkan mata.
.
.
Yoongi berjalan ke ruang tengah apartemennya setelah membersihkan diri, bergabung dengan orangtuanya dan Taehyung yang sedang berbincang.
"Ada yang ingin eomma tanyakan kepadamu Tae." Kata Eun Hye sambil memandang Taehyung dan menggenggam jemarinya erat.
"Tanyakan saja eommoni."
"Appa Kim, apa dia menghubungimu?" Taehyung sedikit terkejut mendengar pertanyaan Eun Hye.
"Iya eommoni." Jawab Taehyung sambil menundukkan kepalanya.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Oh Seong ke Taehyung. Tatapan Taehyung berpindah dari Eun Hye ke Oh Seong.
Taehyung terdiam, dia kebingungan harus menjawab bagaimana.
"Memangnya ada apa? Kenapa Tuan Kim menghubungi Tae?" Yoongi yang sedari tadi diam, membuka suara bertanya karena bingung dengan arah pembicaraan ketiga orang di depannya. Ditambah lagi dengan keterdiaman Taehyung.
"Kita dengarkan Tae bicara dulu. Nanti kami jelaskan setelahnya." Kata Eun Hye menjawab pertanyaan Yoongi.
Taehyung menghela nafasnya kasar dan dia kemudian memandang Oh Seong yang masih menunggunya berbicara.
"Appa Kim bilang padaku kalau aku harus bisa membujuk aboeji agar mau memberinya uang yang sudah ia katakan ke aboeji."
Yoongi terkejut mendengar perkataan Taehyung, sementara kedua orangtuanya hanya diam sambil memandang Taehyung yang menundukkan kepalanya kembali.
"Bukannya appa tidak ingin memberikannya Tae, tapi appa-mu selalu melalaikan kepercayaan appa." Oh Seong memandang sendu anak angkatnya yang terdiam dan menundukkan kepalanya. Dia mungkin merasa tertekan dengan sikap ayah kandungnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomansJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
