Epilog

1.5K 103 19
                                        

Seokjin POV

Jeon Jungkook. Laki-laki yang akhirnya menjadi pelabuhan terakhirku. Dia memang bukan cinta pertamaku. Tapi aku pastikan kalau dia akan menjadi yang terakhir di hidupku.

Dulu saat aku jatuh cinta ke Min Yoonji, aku sempat membayangkan kalau Yoonji noona akan menjadi satu-satunya orang yang akan aku cintai di dunia ini jika aku berhasil menjadi kekasihnya.

Tapi kenyataan berbalik dengan apa yang aku bayangkan. Selisih umur kami yang 6 tahun menjadi alasannya menolak cintaku. Menganggapku sudah seperti adik baginya.

Dulu saat dia ketahuan hamil dan Oh Seokho tidak mau bertanggung jawab, aku sempat melamarnya walau saat itu aku masih di bawah umur, 15 tahun. Aku katakan padanya jika aku bisa berhenti sekolah dan mencari pekerjaan asal dia mau menerimaku.

Tentu saja dia menolak karena berpikir jika masa depanku masih panjang. Berkata jika aku bisa mendapatkan wanita yang lebih baik darinya. Tapi mata hatiku seperti sudah tertutup. Aku masih berharap padanya. Aku terus menemaninya saat dia terpuruk dan mengurung dirinya di kamar.

Di hari terakhir sebelum Yoonji noona meninggal, kami sempat berciuman. Ciuman pertamaku. Ciuman itu kami lakukan saat Yoongi hyung pergi untuk menemui Oh Seokho.

"Aku tidak bisa memberimu hatiku. Tapi setidaknya aku akan membiarkan kamu menciumku saat ini."

Kami berciuman cukup lama. Lebih tepatnya aku tidak ingin mengakhirinya. Yoonji noona lalu pamit padaku setelah ciuman kami berakhir. Dia pergi beralasan ingin membeli sesuatu. Saat aku meminta untuk menemaninya, dia menolak. Saat itulah aku melihatnya untuk terakhir kali.

Selang beberapa tahun kemudian. Aku kembali merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi cintaku saat itu bukan untuk seorang wanita. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama ke Jeon Jungkook.

Yang membuatku tidak langsung mengungkapkan perasaan adalah karena aku ingin memastikan apa benar rasa yang hadir di hatiku adalah rasa cinta. Aku diam-diam sering mengawasinya jika aku kebetulan mengantar Taehyung kembali ke asrama.

Saat akhirnya aku sadar jika ini cinta, saat itu pula aku masih tidak bisa mengungkapkannya. Taehyung, laki-laki yang sudah aku anggap sebagai adikku, mengungkapkan perasaannya padaku. Aku bingung tentu saja. Taehyung mencintaiku, tapi aku mencintai Jungkook, teman sekamar Taehyung.

Tapi ternyata nasib baik masih berpihak padaku. Taehyung dengan kesadaran sendiri, ternyata hanya ingin memanipulasi diriku untuk dirinya sendiri. Perasaannya padaku bukanlah cinta tapi hanya ingin perhatianku sepenuhnya dan tidak berbagi dengan orang lain, bahkan dengan adik kandungku sendiri, Yeonjun.

Untungnya cintaku ke Jungkook tidak bertepuk sebelah tangan. Kami akhirnya menjadi sepasang kekasih yang sangat bahagia. Dia menjadi orang pertama yang bisa membuatku bergairah. Dulu aku adalah seorang laki-laki konservatif. Bahkan hubunganku dengan Taehyung tidak pernah membuatku menginginkannya lebih dari ciuman.

Jungkook menjadi orang pertama yang melihatku telanjang bulat. Dia juga alasanku menjadi seorang laki-laki mesum. Sementara aku adalah segalanya yang pertama bagi Jungkook. Baik cinta, pacaran, ciuman dan seks. Aku benar-benar merasa beruntung untuk itu.

Kami akhirnya menikah setelah badai yang sempat menerjang hubungan kami. Restu eomma Ae Ri sempat tidak kami dapatkan. Tapi karena perjuangan kami dan bantuan dari orang-orang sekitar, akhirnya restu itu kami dapatkan.

Hari ini adalah hari minggu. Aku sedang memandang Jungkook yang sedang bermain dengan putra kami. Anak dari panti asuhan yang kami adopsi untuk melengkapi kebahagiaan kami. Kami memutuskan mengadopsi anak setelah ulangtahun pernikahan kami yang kedua. Awalnya kami ingin memberinya nama Kim Jinkook. Tapi karena satu hal aku menolaknya. Akhirnya kami sepakat memberinya nama Kim Jung So.

Love is YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang