Bab 46

736 95 15
                                        

Happy reading

"Eomma." Jin menjawab panggilan telepon Ae Ri setelah ponselnya berdering untuk ketiga kalinya. Jin mengeratkan pelukannya di pinggang Jungkook saat akhirnya mendengar suara Ae Ri yang sudah lama tidak didengarnya.

"Jinie, kamu sudah pulang kerja?" Suara Ae Ri terdengar lembut di telinga Jin. Menghilangkan kekhawatiran Jin yang takut Ae Ri akan meninggikan suaranya.

"Sudah eomma." Jawab Jin tak kalah lembut.

"Kamu sudah makan?"

"Belum. Aku akan makan sebentar lagi."

Terdengar helaan nafas sebelum Ae Ri berbicara. "Eomma dengar dari Eun Hye eonni kalau kamu sekarang terlihat kurusan. Kamu tidak makan dengan baik selama di luar rumah?"

"Aku baik-baik saja. Eomma tidak perlu khawatir."

"Itu yang eomma sedikit tidak suka darimu. Ada beberapa hal yang selalu kamu tutupi dari eomma dan membuatmu tidak mau jujur pada eomma."

"Maafkan aku eomma."

"Sudahlah, tidak usah diperpanjang. Kamu akhir pekan ini sudah ada rencana?"

"Sepertinya belum. Ada apa eomma?"

"Jumat ini, setelah pulang kerja, bisakah kamu pulang ke rumah?"

Jin terdiam beberapa saat. Menimbang kemungkinan jika dia pulang ke rumah orangtuanya. Jungkook yang hanya memperhatikan gelagat Jin, merangkulkan lengannya di leher Jin dan membenamkan wajahnya di pundak Jin.

"Baik eomma. Aku mungkin akan datang sebelum makan malam." Jin menjawab sambil mengelus punggung telanjang Jungkook.

"Okey Jin.. oh ya, jangan lupa ajak juga Jungkook ya. Kamu jangan lupa makan. Eomma tunggu jumat malam di rumah. Bye."

Jin belum sempat membalas ucapan Ae Ri tapi sambungan telepon sudah diputus sepihak oleh Ae Ri. Jin terkejut saat tadi Ae Ri mengatakan agar nanti Jungkook ikut saat dia pulang ke rumah di jumat malam.

"Ada apa yeobo?" Lamunan Jin terputus karena pertanyaan dari Jungkook yang ternyata sedang memandangnya.

"Tidak ada apa-apa sayang."

"Apa yang bibi Ae Ri bicarakan tadi?" Jungkook bertanya sambil tangannya mengelus rambut Jin.

"Eomma memintaku pulang ke rumah di jumat malam." Jawab Jin dengan mata memandang Jungkook yang juga sedang memandangnya.

"Apa terjadi sesuatu?"

"Tidak ada sayang. Eomma tidak mengatakan apa-apa tadi. Sepertinya ada yang ingin dia sampaikan ke kita." Perkataan Jin membuat alis Jungkook berkerut karena bingung.

"Kita?"

"Iya kita. Eomma memintaku mengajakmu juga." Jin mengelus lembut rambut Jungkook yang halus.

"Kira-kira ada apa ya yeobo? Kenapa aku merasa takut jika harus bertemu dengan bibi Ae Ri lagi?" Jungkook memeluk leher Jin dengan erat dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Jin.

Love is YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang