Happy reading
Jin terdiam begitu mendengar perkataan Yoongi. Informasi tentang Eun Hye yang sedang bertamu ke rumah Ae Ri, membuat pikiran Jin berkelana.
"Apa bibi Eun Hye bisa membujuk eomma?" Batin Jin.
"Kalau bisa, tolong kosongkan jadwal kerjaku dari jam 2 siang ya Jin." Yoongi berbicara tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di depannya.
Jin yang tidak segera meresponnya, membuat Yoongi mendongakkan kepala dan memandang Jin. "Jin.. Jin.. Jin!" Panggil Yoongi sedikit meninggi di akhir.
"Iya hyung." Jin terkejut mendengar suara Yoongi yang meninggi.
"Kau melamun?" Tanya Yoongi dengan alis berkerut.
"Tidak." Jawab Jin dengan disertai gelengan kepalanya.
"Kalau kau tidak melamun, apa yang tadi aku tanyakan kepadamu?" Tanya Yoongi dengan muka mengejek. Yoongi tahu kalau Jin tadi melamun, jadi dia mengetes Jin.
"Memangnya hyung tadi bicara?" Tanya Jin dengan muka bingung.
Yoongi menghela nafas sebelum berbicara. "Tolong kosongkan jadwal kerjaku mulai dari jam 2 siang. Kamu mendengarnya?"
"Iya hyung. Aku akan mengatur ulang jadwalmu hari ini. Maafkan aku hyung." Kata Jin akhirnya mengakui. Yoongi kembali mengalihkan perhatiannya ke berkas.
"Iya tidak apa-apa. Ngomong-ngomong Jin, aku dengar Jungkook sakit. Bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Yoongi, masih dengan fokus ke berkasnya.
"Dia sudah sehat. Cuma nafsu makannya masih berkurang, jadi dia terlihat sedikit kurus." Jawab Jin dengan menundukkan kepalanya. Dia teringat badan kurus Jungkook yang telanjang tadi pagi di hadapannya. Membuat Jin merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Jungkook lebih baik.
"Apa kau pikir kau tidak kurus?" Tanya Yoongi, mengalihkan pandangan ke arah Jin.
"Kau juga tidak nafsu makan. Aku memperhatikanmu, kalau kau ingin tahu. Mungkin kalian kepikiran dengan hubungan kalian yang belum mendapat restu dari bibi Ae Ri. Tapi seharusnya kalian menjaga kondisi tubuh kalian. Jika kalian sakit, kalian tidak akan bisa menghadapi bibi Ae Ri." Kata Yoongi, meneruskan.
Sementara Jin hanya terdiam. Dia mencerna perkataan Yoongi tadi. Kalau diingat-ingat, akhir-akhir ini dia memang tidak nafsu makan. Selalu memikirkan tentang hubungannya dengan Jungkook dan juga restu dari ibunya. Terus mencari jalan keluar yang berakhir dengan kebuntuan.
"Mungkin hyung benar, aku terlalu memikirkan apa yang terjadi dengan hubunganku dan Jungkook. Aku tidak bisa lagi memikirkan cara untuk mendapatkan restu eomma. Dia terlalu keras kepala. Aku bingung, satu sisi aku tidak mau melawan eomma, tapi di sisi lain, aku juga tidak ingin kehilangan Jungkook." Jin yang awalnya berdiri di depan meja Yoongi, akhirnya berjalan dan mengambil duduk di sofa.
Melihat Jin yang menopangkan dagu membuat Yoongi tidak tega. Dia meninggalkan berkasnya dan berjalan menyusul Jin. Dia duduk di sofa single di hadapan Jin.
"Aku yakin bibi Ae Ri akan segera merestui hubungan kalian. Mungkin bukan karena kedatangan eomma tapi karena kasih sayangnya kepadamu." Jin menghela nafas mendengar perkataan Yoongi. Jin akan sangat berterima kasih ke Eun Hye jika berhasil membujuk Ae Ri.
Mereka terdiam sampai beberapa lama dengan pikiran masing-masing.
"Sepertinya aku harus kembali bekerja." Jin berdiri dari duduknya. Memikirkan restu Ae Ri hanya akan menghabiskan waktu karena sudah tidak ada jalan keluar. Dia melangkah ke pintu dan berhenti tepat saat akan membuka pintu.
"Oh ya hyung, apa Tae malam ini akan menginap di apart lagi?" Jin memandang Yoongi yang juga sudah berdiri dan melangkah ke arah meja kerjanya.
"Kemungkinan iya. Eomma meminta Tae untuk menginap selama eomma ada di Seoul. Memangnya kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomanceJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
