Bab 34

689 100 4
                                        

Happy reading

"Apa?! Bagaimana bisa!?" Jungkook tentu saja kaget. Dia tidak menyangka akan ada permintaan seperti itu.

"Semua itu karena aku dan Yoongi hyung sudah tinggal bersama selama hampir 5 tahun."

"Hanya karena itu?"

"Tidak sih. Tapi alasan sebenarnya karena Kakek Min tidak menyetujui hubungan Yoongi hyung dengan Jimin-ssi. Melihat cucunya yang biseksual, membuat Kakek Min mengambil keputusan sepihak. Beralasan karena kami sudah saling mengenal keluarga masing-masing, ditambah aku yang sudah tinggal bersama Yoongi hyung dari awal kuliah sampai sekarang, membuat Kakek Min ingin menjodohkan kami berdua. Hal itu Kakek Min utarakan hanya ke appa. Itu yang membuat appa bersikap seperti kemarin padamu." Jin memandang Jungkook yang terdiam.

"Kenapa hyung tidak menerima perjodohan itu?"

"Kamu benar-benar menanyakan hal itu?"

"Iya."

"Itu tidak mungkin sayang. Yoongi hyung sudah seperti kakak bagiku. Yoongi hyung juga serius dengan Jimin-ssi. Dia akan melakukan segala cara untuk bisa hidup bersama Jimin-ssi sebagai pasangan. Dan aku juga akan melakukan hal yang sama, untuk memperjuangkanmu." Jin mencium punggung tangan Jungkook kanan dan kiri bergantian.

"Tapi aku bukan dari kalangan atas seperti kalian."

"Apa yang kamu pikirkan, hem? Kamu kira aku dari kalangan atas? Appa hanya seorang PNS di kantor pemerintahan dan eomma hanya seorang ibu rumah tangga yang mengurus kedua anaknya. Aku juga baru merintis karir. Belum lama sejak mulai bekerja. Aku yang malah khawatir tidak bisa menjadi pasangan yang ideal untukmu."

"Kenapa hyung berkata seperti itu? Hyung orang yang ideal untuk dijadikan pasangan hidup. Aku merasa sangat beruntung bisa menjadi kekasihmu." Jungkook tersenyum. Jin meraih pipi Jungkook dan mengelusnya.

Jungkook beranjak berdiri saat Jin mendekatkan wajahnya. Dia menghindari hal-hal yang mungkin akan berakibat fatal nantinya.

"Sayang..." Jin merengut karena penolakan Jungkook. Padahal Jin tadi ingin mencium Jungkook.

"Aku bantu hyung pindah ke ranjang ya." Jungkook tidak menghiraukan perkataan Jin. Dia meraih bawah lutut dan pundak Jin, hendak menggendongnya. Jin melingkarkan lengannya di leher Jungkook untuk berpegangan.

Jungkook dengan mudah menggendong Jin dan meletakkannya agar duduk dengan nyaman di ranjang. Saat Jungkook akan berdiri, Jin yang melingkarkan lengannya di leher Jungkook, menahannya.

"Ku mohon, cium aku sayang." Jin menatap Jungkook dengan pandangan sendu. Dia benar-benar menginginkan ciuman dari Jungkook.

"Bagaimana kalau ada yang lihat hyung?" Tanya Jungkook, khawatir.

"Aku tidak peduli. Aku mencium kekasihku sendiri. Aku malah ingin seluruh dunia tahu kalau kamu kekasihku." Jin menjawab tegas untuk meyakinkan Jungkook bahwa semua akan baik-baik saja.

Jungkook merubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Jin. Mereka terdiam saling berpandangan.

Jin yang tidak sabar langsung meraih belakang kepala Jungkook dan menariknya. Jin menempelkan bibir mereka beberapa saat dan merubahnya menjadi lumatan di bibir bawah dan atas Jungkook bergantian.

Love is YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang