Selamat membaca
Jin pelan-pelan melangkahkan kakinya menghampiri Ae Ri dan Jisoo yang sedang mengobrol. Terdengar suara Ae Ri yang menanggapi perkataan Jisoo sambil tersenyum.
"Aku pulang..." Suara Yeonjun dari pintu masuk, mengalihkan Ae Ri dan Jisoo dari obrolan mereka dan menghadap ke arah pintu. Saat itulah Ae Ri dan Jisoo menyadari kehadiran Jin.
"Hyung baru pulang juga?" Yeonjun bertanya setelah dia sampai di samping Jin.
"Iya. Kau dari mana jam segini baru pulang?"
"Biasa hyung, kencan. Makanya cari pacar jadi tahu rasanya kencan." Yeonjun meledek Jin yang menatapnya dengan pandangan mencibir sambil melangkahkan kaki ke arah ibunya.
"Kalian sudah pulang." Ae Ri memandang kedua anaknya. Setelah mengecup pipi ibunya dan menyapa Jisoo, Yeonjun berjalan ke arah kamarnya.
"Aku bersih-bersih dulu eomma." Jin bukannya mendekat ke arah Ae Ri, dia malah berjalan ke arah kamarnya yang berdampingan dengan kamar Yeonjun.
.
.
"Jungkook sedang apa ya? Kalau tahu di rumah ada Jisoo noona, aku pasti lebih memilih pergi ke asrama sesuai janji daripada pulang dan bertemu wanita itu." Jin menggumam sambil memakai kaosnya. Saat itu, terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
"Masuk." Jin merapikan kaosnya dan berjalan ke arah meja kerja di pojok kamarnya untuk mengambil ponsel.
Ae Ri masuk ke kamar Jin dan duduk di atas ranjang anaknya.
"Jisoo noona sudah pergi?" Tanya Jin karena melihat Ae Ri yang masuk ke kamarnya. Dia kemudian duduk di samping Ae Ri.
"Sudah. Eomma tidak sengaja bertemu dengannya di acara pernikahan anaknya Nyonya Lim. Melihat eomma cuma sendirian, dia berinisiatif mengantar eomma pulang dan eomma memintanya mampir sebentar."
"Nyonya Lim yang anaknya pilot itu?"
"Iya. Yang kemarin eomma ceritakan padamu. Anaknya pilot dan menantunya pramugari."
"Bukankah eomma bilang pernikahannya akhir pekan?"
"Eomma ingatnya seperti itu. Tapi ternyata eomma salah ingat hari. Untung appamu mengingatkan." Ae Ri tersenyum mengingat ia semalam diingatkan sang suami tentang acara pernikahan anak temannya.
"Oohh.."
"Jin, ada yang ingin eomma bicarakan denganmu." Jin menatap ibunya dengan serius. Pikirannya berkelana, mencoba menebak apa yang akan dibicarakan oleh ibunya. Apa wacana perjodohannya dengan Jisoo akan dilanjutkan?
"Eomma ingin bicara apa?"
"Kau benar-benar tidak tertarik dengan Jisoo?" Tebakannya benar. Ibunya masih berusaha menjodohkannya dengan Jisoo. Jin terdiam memikirkan jawaban yang sekiranya bisa diterima ibunya sebagai alasan untuk menolak perjodohan itu.
"Noona memang cantik, menarik dan sepertinya dia wanita yang mandiri. Tapi aku tidak bisa menyukainya eomma."
"Kenapa? Apa kecantikannya tidak bisa membuatmu tertarik padanya?"
"Tidak eomma."
"Apa karena umurnya yang 5 tahun di atasmu?"
"Mungkin itu salah satu alasannya. Tapi bukan itu alasan utama Jin tidak bisa melanjutkan perjodohan ini."
"Apa alasanmu?" Jin terdiam. Bingung harus menjawab apa.
"Tidak mungkin aku mengatakan pada eomma kalau alasanku menolak Jisoo noona adalah karena aku mencintai Jungkook. Eomma belum tahu hubungan kami." Batin Jin bergejolak. Dia ingin menjawabnya seperti itu tapi dia belum mempunyai keberanian mengungkapkannya karena Jungkook juga belum siap karena takut ditolak oleh ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomanceJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
