Jin duduk dengan tidak nyaman di samping Jisoo. Pandangan Jungkook yang tidak beralih kepadanya, membuat Jin tidak bisa berkutik. Jisoo yang entah dengan sengaja atau tidak, duduk terlalu dekat dengan Jin.
"Aku tidak melihat paman dan bibi di rumah, kemana mereka?" Tanya Jisoo setelah beberapa lama duduk dan menanyai Jin dengan berbagai pertanyaan seputar kecelakaannya.
"Appa dan eomma sedang keluar kota. Ada acara keluarga." Jawab Jin, masih sambil melirik Jungkook sesekali.
Jungkook duduk di kursi meja makan yang menghadap ke ruang tengah. Dia sesekali menyesap minumannya sambil terus memperhatikan interaksi Jin dan Jisoo.
"Hyung, bisakah kita makan sekarang? Aku lapar." Taehyung yang duduk di samping Jin, menginterupsi keduanya yang kembali mengobrol.
"Oh ya, tadi aku bawa makanan dan cemilan. Ayo kita makan itu." Jisoo dengan semangat berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya ke arah Jin.
Jin mengalihkan pandangan dari tangan Jisoo yang terulur ke arah Jungkook yang tampak duduk dengan waspada.
"Sayang..." Jin memandang Jungkook dengan senyuman yang terukir manis di bibirnya. Dia ingin menunjukkan ke Jisoo jika ada kekasihnya di sana.
"Sayang?" Jisoo menggumam dan mengikuti arah pandangan Jin. Ternyata ada seseorang yang sedang duduk di meja makan dan memandang ke arah ruang tengah. Dia baru sadar jika ada orang lain di sana selain dia, Jin dan Taehyung.
"Iya..." Jungkook beranjak berdiri dari duduknya dan menghampiri Jin.
"Bisa kau gendong aku ke meja makan?" Tanya Jin setelah Jungkook berada di depannya. Jin mengulurkan tangannya ke Jungkook yang memandang Jin dengan tatapan bertanya-tanya.
"Kaki kiriku entah kenapa terasa sakit." Perkataan Jin membuat Jungkook panik.
"Sakit? Kenapa bisa sakit?" Tanya Jungkook, meraih tangan Jin dan memperhatikan kaki kiri Jin.
"Hyung tidak apa-apa?" Tanya Taehyung.
"Kau kenapa Seokjin-ah?" Tanya Jisoo.
"Aku tidak apa-apa. Mungkin karena belum minum obat dan terlalu banyak bergerak, jadi sedikit terasa sakit." Kata Jin sambil meringis.
"Memangnya kau habis ngapain? Kakimu seperti itu bukannya istirahat malah banyak bergerak." Jisoo mendahului Jungkook yang ingin berbicara, membuat Jungkook langsung terdiam.
"Jika noona hanya berdua dengan kekasih noona, apa noona akan berdiam diri?" Perkataan Jin yang penuh arti langsung dimengerti dan membuat Jisoo juga Taehyung memandang Jin dan Jungkook bergantian. Wajah Jungkook memerah karena ditatap sedemikian rupa oleh yang lain.
"Jadi tidak kita makan?" Taehyung menyela saat melihat Jin dan Jungkook saling berpandangan, sedangkan Jisoo memandang mereka dengan pandangan terluka.
"Jadi dong. Sayang, tolong gendong aku ke meja makan." Jin tersenyum saat mengatakannya.
"Aku sepertinya harus permisi. Aku lupa ada yang harus aku laporkan ke perusahaan tentang pekerjaanku di Amerika." Jisoo menyela pergerakan Jungkook yang akan menggendong Jin.
"Noona tidak ikut makan?" Tanya Jin.
"Tidak. Aku sudah makan sebelum kesini."
"Sayang sekali. Lalu bagaimana dengan makanan dan cemilan yang noona bawa?"
"Kalian makan saja. Kalau begitu aku permisi ya." Jisoo membungkukkan badannya ke arah Jin, Jungkook dan Taehyung bergantian yang dibalas sama oleh mereka.
Jisoo melangkah ke arah pintu tanpa membalikkan lagi badannya. Ada rasa kecewa di hatinya karena ternyata Jin sudah berani membawa kekasih tampannya masuk ke rumah dan bertemu keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
Storie d'amoreJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
