Selamat membaca
Jungkook duduk di sofa dan menatap pintu kamar mandi yang baru saja dilewati oleh Jin. Mereka berakhir di sebuah kamar hotel bintang lima setelah motoran keliling kota. Jin tidak banyak bicara selama mereka motoran. Pun begitu sampai hotel, Jin hanya menggandeng tangan Jungkook dan masuk ke salah satu kamar. Sepertinya Jin sudah memesan kamar ini sebelum kesini, pikir Jungkook.
Sembari menunggu Jin, Jungkook menyandarkan badannya di sofa dan memejamkan matanya. Bukan karena mengantuk, tapi Jungkook sedang menenangkan jantungnya yang berdegub dengan kencang.
"Sepertinya Jin hyung akan menagih janjiku." Batin Jungkook.
Tak berselang lama, Jungkook merasakan sesuatu menempel di lututnya. Dia membuka matanya dan menemukan Jin sedang berdiri di depannya dengan lutut yang saling bersentuhan.
"Sudah buang airnya?" Tanya Jungkook, masih dengan posisi yang sama.
"Sudah. Rasanya perutku jadi sakit gara-gara menahannya sepanjang jalan." Jin mengambil duduk di samping Jungkook dan merebahkan kepalanya di paha Jungkook.
"Rasanya nyaman sekali." Gumam Jin sambil memejamkan matanya.
Jungkook mengelus rambut Jin yang baru disadarinya sudah memanjang.
"Oh ya sayang, kita akan makan malam di sini. Tidak masalah kan?" Jin membuka matanya dan memandang Jungkook yang juga sedang menatapnya.
"Aku tak masalah yeobo. Asal bersamamu, makan di manapun aku akan ikut." Jungkook tersenyum dan senyuman itu menular ke Jin.
"Aku beruntung memilikimu sebagai kekasih. Setidaknya aku tidak pusing jika harus mengajakmu makan. Beda kalau sama perempuan. Mereka akan menjawab terserah, tapi begitu sampai tempat, ada saja yang bikin tidak nyaman." Jin terkekeh dan kembali memejamkan matanya karena merasa nyaman dengan usapan lembut Jungkook di kepalanya.
"Yeobo sepertinya berpengalaman dengan perempuan?" Tanya Jungkook.
"Eomma. Itu pengalamanku melihat appa dan eomma. Terkadang appa cerita jika dia pulang dari kencannya dengan eomma." Jin masih memejamkan matanya. Saat usapan Jungkook di rambutnya berhenti, Jin membuka mata dan melihat Jungkook sedang menatapnya.
"Ada apa sayang?"
"Yeobo kenapa mengajakku ke hotel?"
"Oohh.. ini? Aku tidak sengaja membawamu kesini."
"Tidak sengaja?"
"Iya sayang." Jin bangkit dari rebahannya di paha Jungkook dan duduk merapat di samping Jungkook.
"Kamar ini, sebenarnya disiapkan untuk klien Yoongi hyung dari Tokyo. Tapi suatu musibah menimpa klien Yoongi hyung, membuat dia tidak jadi ke Korea. Karena kamar ini sudah dipesan dan dibayar oleh Yoongi hyung, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan. Aku sudah izin Yoongi hyung untuk menggunakan kamar ini, dan dia mengizinkannya."
"Oohh..."
"Lagipula sayang, aku mana ana duit buat pesan kamar semewah ini hanya untuk berdua denganmu."
"Aku juga sempat berpikir seperti itu. Mungkin yeobo menabung atau dapat undian." Jungkook terkekeh setelah mengatakannya.
"Kalaupun menabung, aku ingin itu untuk masa depan kita." Perkataan Jin membuat Jungkook memandang Jin dengan tatapan haru.
"Jangan menatapku seperti itu sayang." Kata Jin sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Seperti apa yeobo?" Jungkook ingin menggoda Jin dengan memajukan wajahnya dan mencium pipi Jin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is You
RomanceJin dilema, antara mempertahankan hubungan yang sedang dijalani atau mengejar seseorang yang perlahan masuk dan menetap dihatinya. Book pertama cerita JinKook #jinkook #topjin #bottomkook
