Bab 28

779 96 11
                                        

Happy reading

Cuaca mendung menyambut pagi ini. Sepertinya hujan akan turun. Jin memandang langit dari jendela apartemen. Dia sedang menunggu Yoongi membuat sarapan.

"Jin, ayo makan!" Suara Yoongi menginterupsi lamunan Jin.

"Iya hyung." Jawab Jin sambil membalikkan badan dan melangkah ke meja makan.

"Selamat makan." Kata Yoongi.
"Terima kasih sudah memasak." Timpal Jin.

"Jin, kau tidak memasak ya selama aku tidak di sini?" Tanya Yoongi disela makan.

"Aku hanya memasak sarapan tapi itu juga jarang, makan siang di kantin dan makan malam di luar. Kenapa memangnya hyung?"

"Pantas bahan makanan sampai ada yang basi. Ternyata kau makan di rumah hanya saat sarapan?" Jin tersenyum kikuk mendengar perkataan Yoongi.

Jin memang suka memasak, sama seperti Yoongi. Mereka selalu sarapan bersama dan menyempatkan makan malam di apartemen kalau tidak sibuk di luar. Tapi semenjak Yoongi menginap di kantornya selama hampir satu bulan ini, Jin jarang memasak makanannya. Dia lebih suka membeli makanan di luar.

"Makan sendirian itu bukan tipeku hyung." Kata Jin membela dirinya.

"Apa harus selalu di temani kalau makan?"

"Ya gak juga. Buktinya terkadang aku masak sarapan dan makan sendirian di sini."

"Hemm.. terserah kau saja Jin."

Jin dan Yoongi melanjutkan makan dalam diam. Yoongi yang selesai lebih dulu, memandang Jin.

"Jin."

"Hemm..."

"Selama aku tidak tidur di apart, kau sering membawa Jungkook menginap di sini?"

"Hanya satu kali."

"Serius?"

"Iya hyung."

"Ku pikir kalian bersenang-senang di sini selama aku tidak ada." Kata Yoongi sambil tersenyum penuh arti.

"Maaf mengecewakanmu hyung. Tapi otakku masih di kepala. Belum pindah ke selangkangan." Yoongi tertawa begitu mendengar perkataan Jin.

"Syukurlah. Berarti kau masih perjaka?"

"Menurutmu?" Jin balik bertanya.

"Sepertinya tidak." Yoongi tertawa setelah mengatakannya.

"Sayangnya aku masih perjaka hyung, karena belum pernah merasakan lubang."

"Aku tidak percaya." Kata Yoongi sambil menggelengkan kepalanya.

"Terserah hyungie kalau tidak percaya. Yang jelas aku belum pernah merasakan lubang, jadi aku masih perjaka bukan?" Kata Jin sambil cengengesan.

"Waahh.. hebat kalau begitu." Kata Yoongi sambil bertepuk tangan.

"Hyung sendiri, sudah tidak perjaka kan?"

"Sembarangan kau Jin. Aku masih perjaka kalau kau ingin tahu." Jawab Yoongi sambil mencibir.

"Kenapa tidak melakukannya?"

"Ada beberapa alasan. Salah satunya karena kita ingin saling mengenal dan memahami karakter masing-masing terlebih dahulu."

"Ooh..."

"Lagipula Jin, sepertinya ada masalah dengan Jimin."

"Masalah apa?"

"Entahlah. Tapi aku merasa dia sedikit menjengkelkan. Aku tidak pernah sekalipun diijinkan menginap di kamar mesnya. Alasannya karena ada Eunwo. Sekarangpun saat dia sudah tidur sekamar sendirian, tetap aku tidak diijinkan menginap."

Love is YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang