Ch.48

9.9K 411 75
                                        

Guys jangan lupa mampir ke novel terbaru Author Rein Angg di Wattpad berjudul My REDFLAG Boss, ya!

Guys jangan lupa mampir ke novel terbaru Author Rein Angg di Wattpad berjudul My REDFLAG Boss, ya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Follow IG: @rein_angg / FB: Rein Angg / FB Group: Rein Angg And Friends / TikTok:@rein_angg47

Arwen minta dibebaskan karena tak ingin lagi jadi tawanan. Aragon membebaskannya karena emosi dan frustasi ditolak terus. Lalu, atas nama cinta sang lelaki kembali mengejar Little Girl-nya, hanya untuk mengetahui bahwa cinta butuh pembuktian.

Saat ini, apakah sudah waktunya untuk membuktikan? Siapa yang lebih dicintai oleh mafia brengsek itu? Dirinya sendiri beserta dunia kelam, atau … seorang gadis cantik yang memberikan kehangatan serta kebahagiaan sendiri kala malam menyapa terlelap berdua?

“Turunkan senjatamu atau aku tembak kepala Arwen! Hahaha! Ayo, buktikan cintamu pada putriku!” kekeh Andre makin menekan moncong pistolnya ke arah kepala gadis berambut cokelat.

Aragon terengah, mata tajam menatap Arwen yang terlihat lelah, kesakitan, dan pasrah. Gadis itu memang sungguh sial selama satu tahun terakhir. “Little Girl, semua akan baik-baik saja,” engahnya.

Wajah cantik Nona Constantine menggeleng, “Jangan pedulikan aku, selesaikan semua ini. Biarkan saja dia membunuhku! Dia ayahku dan dia tega membunuhku, tak ada guna aku hidup. Jangan sampai kamu yang mati, Aragon.”

Mendengarnya, hati sang lelaki tersayat untuk yang kesekian kalinya. Arwen lebih ingin dia yang hidup? Sedalam itu perasaan di antara mereka.

“Kita tembak saja Andre Constantine sekarang, Tuan!” Anak buah Aragon sudah tidak sabar ingin segera mengakhiri ketegangan.

Namun, bosnya melarang. “Tidak, aku tidak mau Arwen tersakiti. Ayahnya sudah gila,” desis Aragon menggeleng. “Turunkan senjata kalian.”

“Apa, Tuan?” Salah satu anak buahnya terkejut.

“Kamu dengar aku, fucking shit! Turunkan senjata kalian!” hentak Aragon masih berbisik sangat pelan.

“Andre akan menembak Tuan!” engah sang anak buah menggeleng tidak setuju.

“Yeah, well … semoga saja dia tidak menembak tepat sasaran ke jantung,” desis Aragon bergurau dengan malaikat maut.

Anak buahnya paham, “Ini terlalu berbahaya, Tuan! Anda bisa saja tertembak tepat di jantung! Jangan mengambil resi—“

“Just fucking do it!” tegas Tuan Besar Vincenzo menatap lekat dan tajam pada anak buahnya.

Mengangguk, tak ada pilihan lain. Berharap apa pun rencana bosnya ini bisa berjalan dengan lancar. “Baiklah, Tuan ….”

Aragon mengangguk karena anak buahnya sudah setuju untuk melakukan apa yang dia mau. Kedua tangannya perlahan diangkat ke atas, “Aku menyerah!”

Mata Arwen mendelik. “Apa-apaan kamu! Jangan menyerah! Biar aku saja yang mati! Aku sudah lelah dan muak dengan hidupku!” jerit gadis itu.

The Mafia Dark LustTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang