Ep 45. Broken

2.5K 201 90
                                        

Hanya tinggal menunggu waktu, dimana meira akan jatuh dalam pusaran kegelapan dan tidak akan pernah selamat.

Previous

.
.
.

"Kak sunoo.." bisik jungwon yang dari tadi tidak henti memegang erat tangan sunoo, jungwon terlihat seperti kucing lemah yang terus mengeong-ngeong memanggil tuannya yang hanya diam.

"Sunoo, maafin aku yah gak bisa ada disamping kamu. Harusnya aku aja yang ngerasain ini semua, jangan kamu. Kalau bisa mengulang waktu, aku bakal minta sama semesta untuk membiarkan aku yang memanggung semuanya." Tambah heeseung yang terus menatap wajah sunoo. Walaupun wajahnya terlihat datar, tapi semua tau bahwa itu adalah tatapan nanar, sedih, sesal dan marah.

"Sunny, Let all my happiness be yours, all your sadness be mine. Because you are my sunshine, life and hope.." kali ini jake yang membisikan kata-katanya kepada telinga sunoo, dengan mata sudah berkaca-kaca dan bibir bergetar. Jake memang yang paling tidak bisa menahan diri jika sudah menyangkut tentang mentarinya.

Riki, si bocah nakal yang selalu menguji kesabaran sunoo dengan sikapnya yang tengil dan menyebalkannya itu juga ikut mendekati tubuh sunoo yang masih tertidur nyenyak. Ia mengambil posisi disamping jungwon sambil bersujud dan menaruh kepalanya diranjang kasur sunoo.
"Iki takut kak... jangan tinggalin iki.. tanpa kak sunoo, kayaknya iki juga gak bakal bisa hidup lagi.."

Semua kembali terdiam, mendengar apa yang dikatakan oleh riki. Mereka mengerti, sangat-sangat tau akan perasaan riki. Karena semua juga merasakan hal yang sama, langkah yang mereka ambil, nafas yang berhembus, nadi yang berdetak, darah yang bergejolak. Semua itu karena ada sunoo bersama mereka, disamping mereka. Tapi sekarang.. hampir saja mereka kehilangannya, kehilangan pusat hidup mereka.

Perasaan takut mulai mencekram mereka lagi, jay yang dari tadi mengelus rambut sunoo hanya bisa mengigit bibirnya. Karena sungguh menyedihkan, air matanya mulai mengeluar tanpa bisa ia hentikan. Pundaknya sudah bergetar karena tangisannya, emosinya bergejolak.

Sunghoon hanya bisa terdiam melihat bagaimana semuanya nampak sangat kacau termasuk dirinya, hingga sunghoon tidak dapat merasakan apa-apa. Ia merasa hampa, bahkan luka yang sudah diperban itu tidak ada rasa sakitnya sama sekali. Karena sungguh melihat bagaimana sunoo mencoba untuk menyakiti dirinya sendiri lebih menakutkan dan menyiksa baginya, entah apa yang sunghoon pikirkan saat itu. Yang pasti, jantungnya sudah ikut berhenti melihat sunoo.

Tanpa sadar sunghoon mulai menunduk, mengeratkan pegangan pada tangannya sendiri hingga perban yang sebelumnya putih bersih mulai ternodai oleh darahnya sendiri. Lebih baik ia terluka seperti ini, sehingga setidaknya kewarasan sunghoon masih terjaga. Mengetahui bahwa mentarinya masih bernafas dan masih ada disisinya.

Setelah beberapa saat, selesai melepas kegelisahan dengan sang cinta. Mereka mulai keluar, diawali dari heeseung yang lebih dulu melangkahkan kakinya untuk pergi dari kamar VIP sunoo. Seakan mengerti merekapun mulai mengikuti langkah heeseung, sekalian mencari udara segar. Apa yang akan jadi pembicaraan mereka kali ini adalah hal yang tidak baik, dan alangkah baiknya jika sunoo tidak mendengarnya.

Sunoo hanya perlu beristirahat sekarang, tidak perlu memikirkan apapun. Serahkan semuanya kepada mereka, bahkan tanpa bantuan dari orangtua merekapun. Meira akan tetap merasakan getahnya, bahkan kematian saja tidak akan cukup baginya. Pembalasan dendam tidak akan lagi menunggu waktu, mereka pastikan mulai besok. Tidak, kurang dari 24 jam, meira akan mulai menangis dan meraung-meraung memohon.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SUNSCHOOLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang