Seharusnya ini satu part sama yang part 24, cuma aku pisah.
Yang nggak kuat bisa stop, ya. Endingnya dengan satu orang saja. Yang penasaran pengen baca duluan bisa ke karyakarsa atau google play book.
Archibald menangkup wajah Lily, lalu melumat bibirnya. Ia memang sangat merindukan wanita itu. Ia juga sudah ingin menyatukan miliknya. Ia akan melakukan di depan Nathan.
Archibald melumat puting Lily dengan sangat bergairah. Wanita itu mendesah dengan keras. Nathan terdiam di tempat duduknya. Miliknya mengeras di dalam sana. Tapi, ia akan tetap diam untuk sementara.
Lily membuka pakaian Archibald. Ia menggenggam milik pria itu lalu mengulumnya. Archibald tidak tahu apa yang Nathan perintahkan pada Lily. Tapi, kemampuan Lily dalam seks meningkat. Sebelumnya, wanita itu tidak bisa melakukan hal ini. Sekarang ia bisa mengulum miliknya dengan baik. Apakah Lily sudah mengulum milik Nathan. Astaga, Archibald benci dengan pikirannya.
"Kau melakukannya dengan baik, sayang." Archibald meremas rambut Lily. Pria itu melirik ke arah Nathan yang tidak berkedip menatapnya.
Archibald yakin, Nathan pasti sudah tergoda untuk melakukannya.
Lily membelakangi Archibald. Ia bertumpu pada sandaran sofa."Masukkan dari sini."
Archibald.meremas bokong wanita itu. Ia menamparnya pelan. Lalu ia memasuki wanita itu. Miliknya begitu basah.
"Masukkan yang keras, Paman... masuki aku sepuasnya."
"Astaga, sayang~ kenapa kau menjadi binal seperti ini?" Archibald memeluknya dari belakang. Ia meremas dada Lily dan memainkan putingnya. Ia juga menghisap leher wanita itu dan memberikan gigitan kecil di sana.
"Ah, enak sekali~" Lily meracau.
Archibald menjadi lebih bersemangat menghunjam milik Lily. Karena kejadian ini, ia bisa kembali dan menyentuh wanita itu lagi.
Nathan melepaskan pakaiannya. Sedari tadi ia hanya menandang pasangan itu. Miliknya sudah menegang. Ia akan menikmati sensasi bercinta seperti ini. Jika sudah dalam keadaan penuh gairah, mana mungkin Archibald akan menghentikannya.
Ia berdiri di hadapan Lily yang sedang menungging di atas sofa. Sementara Archibald sedang menghunjamnya dari belakang. Ia mengarahkan miliknya pada wanita itu untuk dihisap.
Archibald terbelalak saat melihat Lily melakukannya. Nathan menatap Archibald mengejek. Bukankah saat ini kedudukan mereka sama?
Melihat Lily yang menghisap milik Nathan, sementara ia menghunjam dari belakang, gairah Archibald memuncak. Ia berada di puncak kenikmatannya. Ia mempercepat hunjamannya dan mengerang panjang. Cairan Archibald memenuhi milik Lily. Lalu, cairannya jatuh membasahi paha wanita itu.
Archibald terduduk dan mengatur napasnya. Nathan mengambil alih. Ia membaringkan Liky di atas sofa, lalu menindih tubuhnya. Ia menghunjamkan miliknya.
"Tolong hisap dadaku, aku~ sangat menginginkannya." Lily meracau.
Nathan menghisap dada bagian kanan, lalu ia menarik Archibald agar menghisap bagian kirinya.
"Aku suka!!"Lily melenguh."Masukkan lebih dalam lagi, Paman. Aku sangat menginginkannya!!"
Archibald mengangkat wajahnya menatap Lily "Sayang~" Tapi, entah kenapa ia tidak bisa marah atas situasi ini. Ia justru sangat suka melihat Lily yang seperti ini.
"Ah, kau menghimpitku begitu erat," kata Nathan sambil mendesah. Miliknya semakin terhimpit erat dan ia semakin menggila. Ia meletakkan kedua kaki Lily di atas pundaknya. Nathan menggerakkan miliknya dengan cepat.
Lily menarik wajah Archibald dan melumat bibirnya. Archibald membalas ciuman Lily sambil meremas dadanya. Nathan mengerang panjang. Setelah itu ia terduduk lemas sembari mengatur napas. Paha Lily dipenuhi dengan cairan obsesi dari dua pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIS FORBIDDEN OBSESSION
RomanceSejauh apa obsesi membawamu? Manis dan bersinar. Itulah yang Archibald rasakan saat pertama kali melihat Lily. Rasa itu berkembang menjadi kasih sayang dan ingin melindungi. Wanita itu seputih namanya, Bunga Lily. dan Archibald akan membunuh serangg...
