27 - Bertiga

1.1K 57 3
                                        

Lily tertawa menatap keduanya. Ia mulai merasa gila karena menghadapi dua pria gila. Hidupnya menjadi tidak normal ketika mereka hadir. Ia bahkan tidak bisa bertindak sesuai keinginannya. Semua diatur oleh Archibald dan Nathan. Mereka bertiga hanya tinggal menunggu obat itu bereaksi.

"Lily, ayo istirahat," ajak Archibald sambil mengulurkan tangannya.

Lily membalas uluran tangan Archibald. Namun, ia menghentikan pria itu di sofa. Ia membuka bathrobenya dan berbaring di sofa. Ia membuka kedua pahanya. Ia menggesek miliknya dengan jari.

"Apa yang kau lakukan, sayang?" Archibald terbelalak.

"Hisap milikku yang kuat!!" Lily memekik sambil memegangi miliknya.

"Hah, sial~ Nathan gila!" Archibald mulai menegang. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi Lily besok. Ia harus menghadapi dua pria yang berada dalam pengaruh obat. 

Archibald menghampiri Lily dan menjilati milik Lily dan menghisap cairannya. Lily mendesah dan mengerang.

"Lakukan lebih dalam lagi, habiskan semuanya." Milik Lily berkedut hebat.

Nathan datang bergabung melumat bibir wanita itu. Nathan meremas dada Lily, lalu menghisap putingnya.

"Arghh!!" Lily menjauhkan Archibald dari miliknya. Archibald terkejut karena dihempaskan begitu saja. Tapi, tidak lama kemudian ia merasa lega karena ternyata Lily sedang squirting.
Sofa menjadi basah karenanya.

Archibald membantu Lily bangkit dari sana. Ia berencana membawa wanita itu ke ranjang. Tapi, Lily menghentikan Archibald. Ia menarik Nathan dan Archibald berdiri di hadapannya.

Napas Nathan dan Archibald memburu. Lily melepaskan ikatan bathrobe mereka. Wanita itu menggenggam milik Archibald dan Nathan dengan kedua tangannya. Lily berlutut dan menghisap milik Nathan dan Archibald bergantian.

"Sh*t!" Nathan mengumpat. Itu terlalu seksi baginya. Miliknya semakin mengeras. Ia ingin menghancurkan tubuh wanita itu tanpa ampun. Ia tidak akan membiarkannya tidur dengan nyenyak.

Archibald meremas rambut Lily. Ia sedikit mencengkeram dan menahan kepalanya agar lebih lama menghisap miliknya. Nathan menarik Lily agar menghisapnya juga. Wanita itu sudah tidak menjadi dirinya yang dulu. Malam ini ia menjadi wanita paling binal di dunia. Ia menghisap milik Nathan dan Archibald dengan sangat bergairah.

"Ah, aku sangat menyukainya!" Archibald meracau. Miliknya seperti akan keluar. Tapi, Nathan menarik wajah Lily agar berpindah padanya. Pria itu juga sepertinya akan keluar.
Archibald memegang miliknya, ia akan mengeluarkan dengan tangannya.

Cairan Archibald keluar dan menyembur ke wajah Lily. Nathan juga menyemburkan cairannya ke wajah wanita itu. Lily menengadah. Wajahnya terasa hangat. Wanita itu menatap Archibald dan Nathan sembari tersenyum nakal. Ia menjilat cairan yang ada di sekitaran bibirnya.

"Apa boleh menggodaku dengan cara ini?" Nathan menggeram.

Nathan menggendong Lily ke dalam toilet. Ia membersihkan wajah wanita itu dengan air. Setelah itu membawanya ke atas tempat tidur. Archibald sudah terbaring di sana karena ia sedikit kelelahan. Tapi, ia masih merasakan gairah yang membuncah. Ia hanya istirahat sebentar. Ia akan mencumbu Lily sebentar lagi.

Milik Nathan masih berdiri tegak. Ia membaringkan tubuh Lily di sebelah Archibald, lalu menindihnya. Ia melumat bibir Lily, wanita itu membalasnya dengan penuh gairah.

Ciuman Nathan turun ke leher dan dada. Ia menciumi semuanya dengan brutal. Mengigit dan menghisap sesuka hatinya. Lily menggeliat. Ia menoleh ke arah Archibald dan menyentuhnya.
Archibald menoleh, lalu mencium bibir Lily.

"Paman Archibald, aku mencintaimu," ucap Lily tersengal.

"Aku lebih mencintaimu, Lilyku sayang."

Lily memekik karena Nathan menarik tubuhnya cepat. Nathan membalikkan tubuhnya di atas tubuh Archibald.  Lily bertumpu di atas Archibald. Pria itu membelai wajahnya, lalu keduanya berciuman.

Nathan meremas bokong Lily dengan gemas. Ia menamparnya sedikit keras hingga menimbulkan bekas kemerahan. Ia memasukkan miliknya pada milik Lily.

Ciuman Lily dan Archibald terlepas karena Lily berteriak. "Ah!! Enak!!"

Nathan memegang pinggang Lily dan menahannya. Lalu ia menghunjam cepat. Archibad meremas kedua payudaranya.

Lily melumat bibir Archibald. Remasan Archibald terlepas. Ia menangkup wajah Lily, menahannya agar tidak melepaskan ciuman tersebut. Kini gantian Nathan yang meremas dadanya dari belakang. Ia menghunjam dengan begitu kencang dan dalam. Miliknya terasa hangat dan terhimpit erat.

"Ah, kau begitu curang, sayang, kau meremasku erat di dalam. Aku jadi ingin keluar lagi." Wajah Nathan terlihat tidak kuat lagi menahan miliknya. Sepertinya ia akan menyembur.

"Argh!!" Nathan mengerang. Ia tersentak beberapa kali, lalu menjatuhkan diri di sisi ranjang yang kosong. Segala kekuatan di tubuhnya seperti terangkat semua.

Lily belum merasa puas meskipun Nathan sudah menghunjamnya keras.  Masih ada Archibald yang bisa memuaskannya. Wanita itu menyeringai. Ia membiarkan cairan Nathan menetes. Setelah memastikan semua sudah keluar, ia menyatukan miliknya dengan milik Archibald.

"Eungghh~ Paman!" Lily bergerak seksi di atas tubuh Archibald. Ia memainkan rambut dan meremas dadanya sendiri.

"Ah, sayang~ kau membuatku gila. Kau meremasku di dalam sana dengan erat!" kata Archibald memegang pinggang Lily erat.

Lily menggerakkan pinggulnya cepat. Ia melakukan gerakan memutar hingga Archibald mendesah panjang.

"Oh, sayang~ jangan terlalu cepat, aku tidak kuat menahannya," erang pria itu.

Lily tersenyum nakal. Ia tetap melakukan sesuai keinginannya. Ia menghunjamkan miliknya cepat. Ia mendengar erangan panjang keluar dari mulut Archibald. Milik Lily kini terasa begitu panas.

Lily menyingkir dari atas tubuh Archibald. Ia bersandar di atas tubuh Nathan. Pria itu mengecup puncak kepalanya. Pria itu masih terlihat mengatur napasnya. Tenaganya benar-benar terkuras. Ia tidak akan sanggup melakukannya sekali lagi. Karena ia benar-benar lelah. Tapi, sepertinya Lily terlihat baik-baik saja dan terlihat segar.

Nathan menatap Archibald."Kau masih sanggup melakukannya sekali lagi?"

"Kau saja. Aku sudah lelah. Ini kan ulahmu!" Archibald menggerutu.

"Sepertinya Lily masih~ bersemangat. Dia bisa menyerang kita duluan."

"Kau yang menambah dosisnya. Kau mandikan saja. Aku sudah tidak ada tenaga." Archibald bangkit untuk memnersihkan diri. Setelah itu ia langsung tidur tanpa memedulikan apanyang terjadi di antara Lily dan Nathan.

Nathan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia memandikan Lily dengan air dingin, setelah itu menutup tubuh wanita itu dengan selimut.

Setelah mandi, Lily merasa tubuhnya melemah secara perlahan. Matanya mulai terasa berat dan mengantuk. Ia melihat ke arah Nathan dan Archibald yang sudah terlelap. Sepertinya ia juga harus tidur sekarang.

HIS FORBIDDEN OBSESSIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang