35- Plot Twist Kehidupan

591 40 0
                                        

Archibald menempuh waktu berjam-jam untuk tiba di rumah Nathan. Berdasarkan infomasi yang ia dapatkan dari asistennya, Nathan masih di rumah orang tuanya. Tapi, pria itu tidak melakukan aktivitas apa pun. Archibald berpikir kalau Nathan sedang cuti. Tapi, hal yang membingungkan adalah kenapa Nathan mengabaikan pesannya.

Archibald tiba di rumah kayu yang besar. Rumah itu tampak hangat sekali. Ia disambut oleh Ayah Nathan.

"Ada apa tiba-tiba datang ke sini? Kenapa tidak memberi kabar lebih dulu. Aku harus menyiapkan daging sapi yang enak," kata pria tua itu sambil terkekeh.

"Nathan sudah tidak ada kabar satu minggu. Aku mengkhawatirkannya, Ayah,"kata Archibald yang menganggap Ayah Nathan sudah seperti Ayahnya sendiri.

Kening pria itu semakin mengkerut."Benarkah? Belakangan ini Nathan juga suka menyendiri. Kupikir dia hanya sedang istirahat."

"Nathan juga tidak membalas pesanku. Jadi, aku khawatir."

"Kenapa kau sekhawatir itu. Dia sudah dewasa. Apa kalian ini pacaran?" Tiba-tiba ada yang ikut bicara.

Archibald menatap orang tersebut dengan bingung. Ini pertama kalinya ia melihat orang itu.

"Archibald, maaf, ya dia memang kurang sopan. Dia adalah Kakak kandung Nathan." Ayah Nathan menatap tajam ke arah anak sulungnya ity. Terlalu lama hidup di luar membuat sikapnya menjadi kurang ajar.

Archibald mengangguk mengerti."Aku mengerti, Ayah, tapi, aku dan Nathan sangat menyukai wanita."

Pria tua itu terkekeh."Astaga aku tahu itu. Kalian kan pria yang selalu dikejar-kejar wanita. Abaikan saja dia."

"Apakah aku bisa bertemu Nathan, Ayah?"

"Dia ada di kandang kuda. Temuilah di sana."

"Terima kasih, Ayah." Archibald langsung pergi ke area belakang rumah. Ia berjalan seratus meter ke belakang rumah, lalu menemukan kandang kuda. Ada seorang pria duduk di bawah pohon sedang merenung.

"Nath!" Panggil Archibald dengan semangat.

Nathan terkesiap. Ia menyipitkan matanya. Siapa sangka Archibald datang menemuinya."Archibald? Kenapa kau ke sini."

Archibald menepuk lengan Nathan."Kau kenapa, Nath? Kau menghilang begitu saja. Kau bahkan tidak balas pesanku."

"Aku baca semua pesanmu, tapi, sengaja tidak membalas. Bagaimana keadaan Lily?" Bagaimana pun Nathan sangat khawatir pada Lily. Tapi, ia tidak bisa menemui wanita itu karena sesuatu hal.

"Sedang dalam pemulihan. Ternyata dia hamil dan ya~ jatuh begitu saja. Mungkin karena kita memasukinya terlalu keras dan tidak membiarkannya istirahat," kata Archibald.

"Ya seandainya itu anakku, setidaknya anak itu tidak lahir." Nathan berkata dengan nada datar.

Archibald mengernyit."Kenapa kau berkata begitu. Kau ini aneh sekali belakangan ini. Kenapa kau tidak kembali?"

Nathan mengendikkan bahunya."Memangnya kenapa? Biasanya juga tidak apa-apa, kan?"

"Ini aneh karena aku tahu kau sangat menyukai Lily. Sekarang kau tidak memedulikannya sama sekali."

"Aku menyerahkan Lily padamu. Hanya untukmu. Tolong jaga dia." Nathan berkata dengan suara bergetar.

Archibald membatu. Ia sangat yakin terjadi sesuatu pada sahabatnya itu. "Ada denganmu, Nath?"

Mata Nathan berkaca-kaca, lalu perlahan air katanya keluar. Pria itu menangis cukup keras. Archibald membatu. Selama ia mengenal Nathan, ia tidak pernah melihat Pria itu menunjukkan kesedihan apa lagi sampai menangis. Archibald menepuk-nepuk punggung Nathan pelan."Kau ingin mengalah saja, ya, dan menyerahkan Lily padaku?"

"Arch, Lily itu~keponakanku," ucap Nathan.

"Ya, dia memang keponakanmu, kan, karena kau sudah dianggap Paman oleh Lily. Aku juga Pamannya, karena Kakakku menikahi Ibunya."

"Benar, tapi, tidak sesederhana itu. Dia benar-benar keponakan kandungku. Anak dari Kakakku." Nathan menatap Archibald serius.

"A-apa? Kakakmu kan cuma satu. Kau bilang anaknya laki-laki, kan?"

Nathan mengusap wajahnya demgan frustrasi."Archi, Kakakku kabur demi seorang wanita, tapi wanita itu bukanlah istrinya yang sekarang. Tapi, orang lain. Dan wanita itu adalah Ibunya Lily. Aku sudah melihat foto dan kartu keluarga mereka saat bersama. Jadi, Lily anak kandung Kakak laki-lakiku. Artinya~ secara darah dia anakku, kan?"

Archibald menelan ludahnya. Tubuhnya terasa gamang.  Ia tidak bisa bersuara sedikit pun. Semuanya menjadi sangat membingungkan."Berarti Kakakmu yang kutemui tadi adalah Ayah kandung Lily?"

"Iya."

Archibald terduduk lemas. Bagaimana mungkin semuanya menjadi sangat plot twist."Astaga, jadi, Lily keponakanmu. Selama ini dia hidup dekat dengan keluarga kandungnya, tapi, tidak ada yang saling tahu."

"Aku sangat mencintai Lily, oleh karena itu aku menjadi sangat patah hati. Aku harus membuang perasaanku jauh-jauh. Itu sangat melukaiku," kata Nathan lagi sambil menangis.

Archibald memeluk Nathan. Ia mengerti apa yang pria itu rasakan.

"Aku bahkan menidurinya, Arch, Paman macam apa aku ini. Tapi, aku mencintainya!! Aku tidak mau meninggalkannya."

"Nath, aku mengerti perasaanmu. Tapi, kau juga tidak tahu bahwa dia anak Kakakmu. Ibunya juga tidak tahu bahwa kau adalah adik iparnya. Itu rumit sekali. Tidak ada yang bisa disalahkan kecuali Kakakmu," balas Archibald.

Nathan tertawa lirih."Dunia ini lucu sekali."

Archibald melepaskan pelukannya. Ia menepuk punggung Nathan pelan. "Itulah yang dinamakan karma, Nath. Kakakmu menelantarkan istri dan anaknya. Lalu, anaknya justru disukai oleh Pamannya sendiri.  Sekali pun mereka sudah bercerai, seharusnya dia tahu identitas anak dan istrinya dan memberi tahu keluarganya. Jadi, tidak akan ada kejadian seperti ini."

Nathan menyeka air matanya. "Aku harus bagaimana? Lily pasti akan membenciku jika semuanya terbongkar."

"Kita akan memberi tahu secara perlahan. Bagaimana dengan Ayah dan Kakakmu. Apa mereka sudah tahu bahwa masih ada satu anggota keluarga lagi?"

Nathan menggeleng."Aku tidak memberi tahunya. Aku belum siap. Aku masih berusaha menata hatiku lebih dulu. Oleh karena itu aku menghilang seakan-akan tidak pernah muncul."

"Sebaiknya kau mengatakannya langsung, Nath. Bagaimana pun Lily harus tahu kalau keluarganya masih hidup. Ayahmu juga harus tahu bahwa ia memiliki cucu perempuan."

"Tapi, Lily akan membenciku. Aku belum siap berpisah dengannya."

"Aku akan membantu memberi penjelasan padanha. Bahwa kau juga tidak tahu. Kita semua tidak tahu.  Tapi, hubungan kalian juga tetap tidak bisa dilanjutkan. Kau harus melupakannya."
Sebesar apa pun cinta Nathan pada Lily, semua harus segera diakhiri. Nathan harus membunuh rasa cintanya dan mengubah menjadi bentuk kasih sayang pada keluarga.

"Aku harus memulai dari mana?" tanya Nathan bingung.

"Kita harus membawa Lily ke sini dan mempertemukannya dengan Ayah dan Kakakmu." Archibald memberi saran." Lalu, setelah bertemu kita akan menceritakan semuanya. Apa pun reaksi Lily, kau harus bisa menerima."

Nathan mengangguk pasrah."Kuserahkan padamu."

"Aku akan meminta Lily datang bersama sopir. Aku akan memintanya datang malam ini."

"Kuharap itu tidak membuat perutnya sakit."

"Aku akan meminta sopir berhati-hati." Archibald segera menghubungi sopirnya untuk bersiap-siap. Setelah itu ia menghubungi Lily.

HIS FORBIDDEN OBSESSIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang