Tangisan haru dari Nelson, Nathan, dan sang Kakek terdengar di dalam ruangan itu setelah Lily dan Archibald dinyatakan sah sebagai suami istri. Mereka terlihat sedih dengan kisahnya masing-masing.
Dada Nathan terasa sesak menyaksikan wanita yang dicintainya menikah dengan sahabatnya. Takdir mempertemukan mereka dengan indah, tetapi, memisahkan mereka dengan begitu pilu.
Lily sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih. Senyumnya merekah bahagia. Nathan menatapnya dengan sedih, bangga, dan bahagia. Setidaknya Lily sudah bersama pria yang tepat. Pasangan pengantin baru itu berjalan menyapa tamu. Lily memeluk lengan Archibald yang mengenakan jas hitam. Nathan memandang sembari membayangkan ia yang ada di sana. Lily dan Archibald menghampiri Nathan setelah selesai menghampiri Kakek dan Ayahnya.
"Kau sedang memikirkan yang tidak-tidak,ya?" Archibald mengejek Nathan.
Nathan mencebik kesal."Ah, sial. Ngomong-ngomong selamat atas pernikahan kalian berdua." Pria itu memeluk Lily dan Archibald bersamaan.
Archibald mengusap punggung Nathan."Aku akan menjaganya dengan baik."
"Aku tahu itu." Nathan terisak."Kalian harus hidup bahagia."Suasana berubah menjadi sedih.
"Paman, dimana pun berada hiduplah dengan bahagia. Lupakan aku sebagai wanita, mulailah menerima wanita lain di hidup Paman. Lalu ingatlah bahwa aku adalah keponakanmu," pesan Lily.
Nathan mengangkat wajahnya. Ia menyeka matanya dengan cepat karena malu diperhatikan tamu lain. Orang lain pasti berpikir ia sangat terharu dengan pernikahan keponakannya. Padahal ia sedang patah hati sekali.
"Paman akan berangkat kapan?" tanya Lily.
"Besok pagi," jawab Nathan dengan suara seperri orang yang sedang flu.
Lily menyerahkan bouquet miliknya kepada Nathan."Ini untuk Paman. Setelah ini, berjanjilah untuk jatuh cinta dan hidup bahagia. Paman juga harus menikah dan punya anak."
Nathan tertawa lirih."Baiklah. Kutunggu kabar baik kalian. Semoga aku segera memiliki cucu." Nathan dan Archibald tertawa karena itu terdengar sangat lucu. Karena jika Lily memiliki anak, status Nathan otomatis menjadi seorang Kakek muda.
Pernikahan tertutup yang hanya dihadiri orang tertentu itu telah usai. Lily dan Archibald masuk ke kamar pengantin mereka.
Archibald.memandang Lily yang kini sudah menjadi istrinya itu."Akhirnya, aku memilikimu selamanya."
Lily memeluk Archibald."Aku sangat rindu." Wanita itu bergelayutan manja."Bantu aku membuka gaun."
Archibald menggeleng."Jangan, aku ingin melakukannya dengan gaun seperti ini." Pria itu meraih dagu Lily dan mengecup bibirnya. Satu kecupan itu sudah membangkitkan gairahnya. Selama ini ia tidak menyentuh Lily karena kondisinya yang tidak baik. Sekarang ia ingin meledakkan diri di dalam wanita itu.
"Aku sudah menahannya cukup lama." Archibald mengangkat gaun pengantin Lily, lalu menurunkan pakaian dalamnya.
"Paman, apa sebaiknya tidak dibuka saja?"
Archibald menggeleng. Ia mengendurkan gaun, lalu menurunkan mnua sedikit agar dada wanita itu terlihat. Archibald meremasnya lembut. Lily melenguh merasakan remasan pria itu. Ini adalah hal yang sangat ia inginkan.
Archibald menatap Lily lembut."Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu," balas wanita itu.
Archibald tersenyum. Ia meremas dada Lily dengan lembut dan memilin putingnya. Wanita itu menggelinjang. Ia menyentuh milik Archibald yang sudah mengeras. Lily membuka celana Archibald hingga melorot ke bawah. Lily meraih kejantanan Archibald dan mengusapnya lembut. Permukaannya sudah basah.
Archibald menghisap puting Lily. Tangannyamemeluk erat pinggang wanita itu agar tidak jatuh. Lily terus mengusap-usap milik Archibald yang hangat dan keras.
Archibald mengangkat satu kaki Lily, menyingkap gaunnya lalu memasukkan jarinya pada milik Lily.
"Ah, Paman!" Wanita itu mendesah.
"Masih memanggilku Paman, ya? Aku ini suamimu loh!" protes Archibald dengan napas memburu.
"Eungg aku~ ah!!" Lily merapatkan pahanya."Paman, tolong masukkan, aku tidak tahan."
"Ganti panggilanmu kepadaku. Jika tidak, kau hanya berpuas hati dengan jariku saja."
"Sayang, masukilah aku. Aku sangat menginginkannya," desah Lily.
Archibald tidak tahan lagi. Ia meletakkan Lily di atas ranjang dalam keadaan telungkup. Ia menaikkan gaun wanita itu. Lalu memasuki wanita itu daei belakang. Lily menengadah, meremas sprei dengan erat. Miliknya terasa penuh dan berkedut-kedut.Archibald memasuki Lily. Ia mendesah dan mengerang panjang. Ia kembali dikejutkan dengan rasanya. Itu adalah hal terindah yang ia rasakan sebab wanita itu sudah menjadi miliknya. Impiannya telah tercapai. Lily mendengar suara Archibald. Pria itu menghunjam dengan keras. Setiap hunjaman berisi kerinduan yang mendalam.
Tubuh Lily terguncang hebat. Archibald menghunjamnya dengan sangat keras dan cepat diiringi suara desahan. Lily merasakan miliknya hangat dan basah. Archibald menyemburkan cairannya ke dalam rahim Lily. Ini masih awal, jadi, ia mencapai puncak dengam cepat karena sudah lama tidak melakukannya.
Lily masih tergeletak di ranjang mengatur napasnya. Archibald mengeringkan miliknya dengan tisu agar tidak berceceran. Setelah itu ia menutup gaunnya kembali.Lilu merapikan gaunnya yang sudah turun. Ia berniat membukanya karena sedikit terasa sesak.
"Jangan dibuka dulu," cegah Archibald.
"Kenapa? Acara kan sudah selesai. Gaun ini berat dan menyesakkan," balas Lily.
"Tunggulah sebentar lagi. Kau akan tahu jawabannya."
Lily mengangguk sambil merapikan gaunnya. Mungkin akan ada orang yang datang. Bel kamar berbunyi, Archibald membuka pintu.
Lily langsung terdiam melihat siapa yang datang. Ia memandang suaminya bingung.
"Karena Nathan akan pergi begitu lama, aku memintanya agar kita melakukannya lagi bersama,"kata Archibald.
Lily menganga tak percaya."A-apa? Kenapa? Kan kita sudah menikah." Wanita itu ingin protes. Namun, wajah Nathan terlihat sangat sedih.
Lily menarik napas panjang, lalu mengembuskannya dengan tenang."Baiklah."
"Kenapa kau harus mengenakan baju pengantin, karena agar Nathan merasakan membuka baju pengantin," kata Archibald.
"Kau sangat cantik dan seksi," puji Nathan.
Lily membuang wajahnya malu.
"Ayo kita buka hiasan di kepalanya,"kata Archibald pada Nathan.
Pria itu mengangguk. Keduanya membuka hiasan di kepala Lily dengan cekatan. Lalu,keduanya membuka gaun Lily secara bersamaan.
Lily berbaring dalam keadaan dua pria menatapnya dengan penuh gairah. Lily menelan ludahnya."A-aku harus ke toilet."
Wanita itu pergi ke toilet dengan cepat. Ia membersihkan miliknya yang dipenuhi dengan cairan Archibald. Ia pikir suaminya sudah gila karena membiarkan istrinya ditiduri pria lain. Tapi, sekali lagi, Nathan adalah separuh dari hidupnya. Oleh karena itu ia memberikan kenangan terakhir.
Pintu terbuka lebar. Lily tersentak. Ia menoleh dan melihat Archibald dan Nathan sudah tidak mengenakan pakaian.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIS FORBIDDEN OBSESSION
RomansaSejauh apa obsesi membawamu? Manis dan bersinar. Itulah yang Archibald rasakan saat pertama kali melihat Lily. Rasa itu berkembang menjadi kasih sayang dan ingin melindungi. Wanita itu seputih namanya, Bunga Lily. dan Archibald akan membunuh serangg...
