42-Terakhir Kalinya

285 26 0
                                        

Archibald menyalakan air di dalam bathup yang sebenarnya sudah terisi setengah. Di dalamnya sudah terdapat taburan kelopak bunga mawar.

Nathan menghampiri Lily dan melumat wanita itu dengan sangat bergairah. Lily membalas ciuman pria itu dengan sedikit kewalahan.

Archibald pergi ke belakang Lily dan memeluk wanita itu. Ia meremas-remas dada Lily dari belakang. Nathan membalikkan tubuh Lily. Wanita itu menatap suaminya yang tampan. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher Archibald dan berciuman dengannya.Nathan meremas-remas bokong Lily, lalu menariknya hingga ciuman Lily dan Archibald terlepas. Lily menungging dan menjadikan tubuh suaminya sebagai pegangan. Milik Archibald berdiri tegak di hadapannya. Ia mengulum milik suaminya itu.

Melihat Lily yang menghisap milik Archibald, Nathan semakin bergairah. Ia memasuki Lily dari belakang. Gairah Nathan memuncak ketika mendengar Archibald mengerang karena kuluman Lily. Pasti rasanya nikmat sekali. Sahanh sekali ia harus melupakan semuanya. Ia berada di puncak kenikmatannya. Ia mempercepat hunjamannya dan mengerang panjang. Ia terlalu bergairah karena melihat Lily mengenakan gaun pengantin. Jadi, ia harus pelepasan dengan cepat.

Nathan terduduk dan mengatur napasnya di lantai. Ia menatap Lily yang masih mengulum kejantanan Archibald. Archibald menghentikan Lily. Ia menggendong Lily ke dalam bathup, lalu ia iku masuk dan menindih tubuh istrinya. Ia menghunjamkan miliknya.

"Tolong hisap dadaku, sayang, aku~ sangat menginginkannya." Lily meracau.

Archibald menghisap dada bagian kanan dan kiri bergantian.

"Aku suka!!"Lily melenguh."Masukkan lebih dalam lagi, sayang. Aku sangat menginginkannya!! Aku sangat ingin dipuaskan!" Wanita itu berkata dengan sangat bebas.

"Ah, kau menghimpitku begitu erat,. Itu curang,"kata Archibald sambil mendesah. Miliknya semakin terhimpit erat dan ia semakin menggila. Ia meletakkan kedua kaki Lily di atas pundaknya. Archibald menggerakkan miliknya dengan cepat.

Lily menarik wajah Archibald dan melumat bibirnya. Archibald membalas ciuman Lily. Setelah itu Archibald mengerang panjang karena ia mencapai puncak kenikmatannya. Setelah itu ia terduduk lemas sembari mengatur napas. Paha Lily dipenuhi dengan cairan sang suami.

Lily menyandarkan kepalanya ke bathup."Ah, ini gila."

"Tapi, kau menyukainya, kan? Kau terlihat masih membutuhkan sentuhan," kata Archibald."Jika hanya aku, tampaknya tidak cukup memenuhi kebutuhan seksualmu."

"Hanya beberapa hari ini saja. Itu karena sudah lama sekali tidak melakukannya,"jawab Lily malu.

Nathan membersihkan miliknya, lalu mengenakan handuk kembali ke dalam kamar. Archibald menggendong istrinya dan meletakkan di atas ranjang dengan hati-hati.

Lily tidur diapit oleh dua pria sekaligus. Siapa sangka, ranjang pengantin ini diisi oleh tiga orang. Lily memejamkan matanya karena lelah dengan acara malam ini.Ini sudah pukul dua dini hari. Archibald melihat Nathan sedang bersiap-siap untuk pergi. Pria itu tersenyum penuh arti. Archibald membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya. Ia membuka kedua pahanya.

Archibald menjilati milik Lily dan menghisap cairannya. Lily mendesah dan mengerang dalam keadaan mata tertutup. Wanita itu teelihay sangat mengantuk hingga sulit membuka mata.

"Sial!" Nathan menggeram karena ia tergoda oleh kelakuan Archibald. Ia melihat jam tangannya. Ia masih memiliki kesempatan untuk bergabung.Nathan datang bergabung melumat bibir wanita itu. Nathan meremas dada Lily, lalu menghisap putingnya.

Lily membuka matanya. Kini ia sadar bahwa saat ini sedang dicumbu oleh Nathan dan Archibald. Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu.

"Arghh!!" Lily menjauhkan Archibald dari miliknya. Archibald terkejut karena dihempaskan begitu saja. Tapi, tidak lama kemudian ia merasa lega karena ternyata Lily sedang squirting.Ciuman Nathan berada leher dan dada wanita itu. Ia menciumi semuanya dengan brutal. Mengigit dan menghisap sesuka hatinya. Lily menggeliat. Ia menoleh ke arah Archibald dan menyentuhnya. Archibald beralih mencium bibir Lily.

"Paman Archibald, aku mencintaimu," ucap Lily tersengal sambil membelai wajah suaminya.

"Aku lebih mencintaimu, Lilyku sayang. Aku ingin menghukummu karena memanggilku Paman lagi! Aku tidak akan membiarkanmu tidur sampai besok!" balas Archibald.

Nathan meletakkan kedua kaki Lily di bahunya. Ia menghunjamnya dengan keras.

Lily melenguh panjang sembari menatap Aechibald dengan penuh cinta. Setelah itu ia menatap Nathan sambil tersenyum. Archibald kembali meraih wajah Lily dan melumat bibirnya.Ciuman Lily dan Archibald terlepas karena Lily berteriak. "Ah!! Enak!!"

Nathan menekan tubuh Lily dan menghunjamnya semakin cepat."Argh!!" Nathan mengerang. Ia tersentak beberapa kali, lalu menjatuhkan diri di sisi ranjang yang kosong. Segala kekuatan di tubuhnya seperti terangkat semua. Padahal.setelah ini ia akan melewati perjalanan berjam-jam.

Lily menatap suaminya penuh arti. Ia mendorong Archibald agar berbaring, lalu ia naik ke atasnya. Ia menyatukan milik mereka dengan hati-hati.

"Eungghh~ sayang!!" Lily bergerak seksi di atas tubuh Archibald. Ia memainkan rambut dan meremas dadanya sendiri. Lalu ia menunduk menciumi tubuh Archibald.

"Ah, sayang~ kau membuatku gila. Kau meremasku di dalam sana dengan erat!" kata Archibald memegang pinggang Lily erat.

Lily menggerakkan pinggulnya cepat. Ia melakukan gerakan memutar hingga Archibald mendesah panjang.

"Oh, sayang~ jangan terlalu cepat, aku tidak kuat menahannya," erang pria itu.Lily tersenyum nakal. Ia tetap melakukan sesuai keinginannya. Ia menghunjamkan miliknya cepat. Ia mendengar erangan panjang keluar dari mulut Archibald. Milik Lily kini terasa begitu panas.

Lily menyingkir dari atas tubuh Archibald. Ia bersandar di atas tubuh Nathan. Pria itu mengecup puncak kepalanya. Pria itu masih terlihat mengatur napasnya. Tenaganya benar-benar terkuras.

Nathan memeluk Lily dan menciumi wajahnya."Terima kasih, Lily, karena kau sudah memberiku kesempatan."

Lily mengangguk dengan senyuman senang."Aku senang bisa berkenalan dengan Paman sebagai teman dari Pamanku. Satu-satunya harapanku adalah Paman harus bahagia."

Nathan memeluk dan mencium bibir Lily."Aku janji, sayang." Pria itu meletakkan tubuh Lily dengan hati-hati.

"Tidurlah lagi, sayang," kata Archibald.

Lily mengangguk pelan. Karena ia masih mengantuk, ia terlelap dalam beberapa saat. Archibald menyelimuti istrinya lagi. Ia menatap Nathan yang meneteskan air mata.Archibald ikut sedih. Ia hanya bisa mengusap-usap punggung Nathan dan menenangkannya.

"Kau berangkat jam berapa?"

"Satu jam lagi aku harus ke Bandara. Aku naik penerbangan pertama,"jelas Nathan sedikit terisak.

"Jangan memberatkan hatiku, Nath. Aku tidak bisa melihatmu sedih."

"Ini akan segera hilang. Ini hanya sesaat, aku yakin," kata Nathan.

Archibald mengangguk dengan kelu."Aku tidak bisa mengantarmu karena harus menjaga Lily. Kuharap kau segera kembali. Dan ingat, saat kau kembali, kau sudah harus melupakan Lily sebagai wanita seperti janji kita."

Nathan mengangguk. Kedua sahabat itu berpelukan sebagai tanda perpisahan. Nathan mencium kening Lily terakhir kalinya sebelum ia benar-benar pergi.

HIS FORBIDDEN OBSESSIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang