Berita tentang pernikahan Jeha dan Lucy merajai trending hari ini. Banyak cuitan di X yang membahas hubungan mereka. Fandom Jeha yang mengaku bernama Cieolo pun silih berganti berbagi argumen tentang berita penulis favorit mereka. Bahkan, ada yang terang-terangan mengaku kecewa. Kendati begitu, banyak juga yang turut serta bergembira.
Sudah sejam lebih Lucy duduk selonjoran sambil membaca deretan kalimat di hapenya. Alunan musik di kamar tidak lebih menarik daripada ocehan manusia-manusia di jagat sosial media. Riak emosinya terlihat tenang, santai, dan kelihatannya baik-baik saja. Sampai dia akhirnya tiba di salah satu berita yang membuat tangannya enggan menggulir.
"Kabarnya, Pertunangan Jeha dan Lauren Batal karena Orang Ketiga."
Meski nama Lucy tidak disebut di dalam headline, namanya nyaris berkali-kali disebut di setiap paragraf berita. Tubuh Lucy langsung menegak. Matanya bergerak panik sambil terus menggulir layar untuk membaca keseluruhan isi berita. Namun, saat konsentrasi sepenuhnya ada pada layar hape, benda pipih itu tiba-tiba direbut darinya. Jeha mengambil hapenya lalu mematikannya. Bahkan, ada drama membantingnya ke atas meja.
"Tidur, Lucyyana! Ini udah jam dua dan lo masih main hape?"
Lucy mencicit lirih. Dia kecewa dengan tindakan Jeha dan berusaha meraih kembali hapenya. Namun, mata cowok itu melotot tajam tanda tidak mau dibantah. Walaupun masih belum puas dengan apa yang dibacanya, Lucy menurut. Lagipula Jeha benar. Sejak tadi Lucy fokus main hape tanpa peduli dengan sekitarnya. Cewek itu senyap dan fokus berselancar di Google mencari-cari namanya. Jeha keluar-masuk kamar pun Lucy tidak sadar saking fokusnya.
"Je."
Saat Jeha menarik selimut, Lucy memanggilnya.
Seperti paham kondisi gemuruh perasaan kekasihnya itu, Jeha kembali menyalakan lampu di atas nakas yang berada di sampingnya.
"Kenapa? Ada berita yang naik lagi? Kali ini soal apa? Lo orang ketiga?"
Lucy tersentak. "Lo udah baca soal itu?"
"Gue udah minta Naka buat takedown. Naka kenal sama jurnalisnya."
"Tapi sedih banget gue dikatain pelakor."
Jeha kembali duduk menghadap Lucy. "Nggak usah khawatir. Lo bukan pelakor, Lucyyana. Lagian mereka nulis sok tahu banget. Bisa-bisanya berita minim kredibilitas itu naik."
"Soalnya negara kita ini kalau berita jelek gampang tenar daripada berita baiknya."
Jeha maju. Tangannya meraih kedua tangan Lucy lalu mengusapnya dengan lembut. "Nggak usah dipikirin. Tidur gih. Besok kita kan mau ke Aurora buat ngurus wedding."
Lucy cemberut. "Kan masih siang juga. Gue bisa tidur sampai siang."
"No!" serunya tegas. Jeha melanjutkan dengan masih lekat menatap Lucy. "Lo akhir-akhir ini kurang tidur, jadi mulai sekarang harus perbaiki pola tidur lagi. Peluk gue aja kalau risau."
Lucy mendesah kecewa. Walaupun begitu, tubuhnya dibawa untuk mendarat di kasur. Matanya masih terbuka. Kegelisahan itu Jeha rasakan.
"Lucyyana?"
"Iya, iya, gue tidur nih. Good night, Baginda Jeremy!"
Belum sempat Jeha menjawab, cewek itu berbalik untuk memunggunginya. Lampu kembali Jeha matikan dan untungnya Lucy mulai tenang. Jeha sengaja tidur paling akhir, memastikan cewek itu beneran tidur. Saat dirasa napas Lucy mulai teratur, Jeha menyusul. Tentu saja dengan tangan yang tidak bisa nganggur. Dibawanya tubuh Lucy untuk berada di dekapannya.
"Sleep tight, Sunflowy!"
Jujur, Jeha juga khawatir tentang berita yang mereka dapatkan pasca dirinya mengumumkan pernikahan di depan media. Banyak berita yang membuatnya terdistraksi. Segala macam harta pun dibawa-bawa sampai merembet ke para mantannya. Lalu sesi perbandingan itu pun dimulai dengan Lucy yang jadi tokohnya. Jeha marah. Dia tidak suka orang-orang menjelekkan Lucy dengan sesuatu yang tidak pernah cewek itu perbuat. Tabiat netizen Indonesia. Nama Arin dan Luki pun terseret beberapa jam terakhir. Untungnya, beberapa berita sudah berhasil ditakedown berkat kegercepan Naka. Diam-diam, Daniel dan Jasmine juga membantunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Sequence [END]
Romans(Completed) Jeha bilang, Lucy tidak layak menjadi peran utama dalam kisah hidupnya. Namun, cowok introvert yang selalu menghabiskan waktunya untuk menulis itu akhirnya terpelintir oleh kalimatnya sendiri. Ini bukan kisah cinta bar-bar yang membara...
![Romantic Sequence [END]](https://img.wattpad.com/cover/371313903-64-k621575.jpg)