BONUS PART - TIGA

9.9K 332 144
                                        

*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*

(Jangan lupa bismillah dulu, ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Jangan lupa bismillah dulu, ya. Biar nggak gumoh. Happy reading!)

***

Perpisahan selalu punya cara tersendiri untuk membuat manusia kehilangan kata-kata. Di saat Lucy mulai bahagia dengan hadirnya Leonor dan juga anak keduanya, dia harus dihadapkan dengan perpisahan yang tiba-tiba.

Saking bahagianya, Lucy sampai lupa bahwa Jiji dan Lili bukanlah manusia yang bisa hidup lama. Mendekati tahun keenam dua anabul itu hidup, banyak kewaspadaan yang selalu Lucy rasakan. Bagian paling menyedihkannya adalah saat dua anabul itu memutuskan untuk pergi bersama-sama layaknya pasangan sehidup semati. Sama seperti kucing pada umumnya, mereka pergi dengan cara mencari tempat yang jauh dari manusia. Untungnya, Lucy berhasil menemukan mereka.

Waktu itu, seharian Lucy tidak menjumpai Jiji dan Lili di sudut ruangan maupun pekarangan rumah. Leonor sampai menangis karena tidak bisa bermain dengan mereka. Otomatis Lucy tergerak untuk mencari keberadaan dua anabul itu dibantu oleh Bu Irma dan Pak Restu, tukang kebun. Selama tiga puluh menit pencarian, mereka akhirnya menemukan Jiji dan Lili sudah terbujur kaku di selokan belakang rumah.

Awalnya hanya air mata yang jatuh, tapi lama-lama isak tangis Lucy menjadi ambient di sore hari itu. Disaksikan Leonor usia lima tahun yang bingung kenapa maminya sehisteris itu.

Saat diberitahu soal kondisi Jiji dan Lili, Jeha langsung pulang ke rumah walaupun belum waktunya pulang. Lelaki itu juga sedih, tapi tidak sesedih Lucy.

"Andaikan Jiji sama Lili nggak steril kayaknya aku nggak akan sesedih ini, Je," kata Lucy waktu itu.

Jeha membuang napasnya. Dia tidak bisa menyahut apa-apa selain menunjukkan wajah sesal yang kentara.

Makam Jiji dan Lili sengaja Jeha taruh di dekat tempatnya mengubur time capsule. Katanya agar mereka bisa terus mengingat dua anabul yang menjadi saksi kisah mereka. Sebagai tambahan, lelaki itu membuatkan nisan yang dilukis manual menggunakan cat minyak sebagai bentuk penghargaan terakhir kepada dua anabul itu.

Romantic Sequence [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang