Sudah 2 bulan lamanya semenjak persalinan Ara. Kini, mereka telah kembali ke rumah keluarga kecilnya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, Laki laki yang baru menyandang sebagai papa muda menggendong putra mungilnya sesekali Ia menepuk-nepuk pantat bayi itu agar tertidur kembali.
"Emhh."
Ale mengalihkan tatapannya pada Ara yang terganggu, Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya "Sstt tidurlah."
"Kenapa belum tidur hm? lihat, istriku kelelahan karna keaktifan mu." Ale menempatkan putranya dengan posisi tengkurap di atas dadanya, sembari menepuk-nepuk pelan pantat si kecil.
Ale tersenyum sendiri, Laki laki itu masih tidak menyangka akan memiliki keluarga kecil di usia mudanya. Ia bahagia dengan hidupnya sekarang, tiada hentinya mengucapkan syukur karna takdir mempertemukannya dengan Ara.
Penyesalan masih membekas mengingat sikapnya dulu terhadap perempuan yang tertidur lelap disampingnya, raut lelah setelah mengurus anak mereka terlihat jelas di wajah cantiknya. Ia sempat mengusulkan agar mereka menyewa baby sister namun, Ara menolak dengan tegas. Alasannya, istrinya itu ingin dirinya sendiri yang merawat putranya hingga tumbuh besar. Menyaksikan segalanya berkembang pada anaknya.
"Sangat tampan, mirip daddy." gumam Ale, sembari menelisik setiap wajah putranya yang telah tertidur pulas didalam baby boxnya.
Sementara di samping kanannya, Ara menggeliat tidak nyaman. Laki laki itu mengusap wajah cantik istrinya. Ale menghela nafasnya sejenak, Ia merebahkan tubuhnya memeluk istrinya dengan lembut. Menenggelamkan kepala Ara didada bidang miliknya, sesekali Ia mengelus rambut Ara.
...
"Biii, bangun."
"Eungh, 5 menit lagi sayang."
"Nggak! kamu itu CEO sekaligus pemilik perusahaan, jadi kamu harus kasih contoh yang baik buat para karyawan kamu."
"Cepat mandi atau jatah kamu aku stop selama 1 bulan," ancamnya berlalu pergi sembari membawa babyPavel kedalam gendongan nya.
Dengan gerakan kilat Ale berlari ke kamar mandi, tidak mungkin Ia bisa menahan diri selama 1 bulan penuh? sudah cukup puasanya selama masa kehamilan Ara.
"Sayang, boleh minta tolong?"
Ara menoleh dan menghampiri suaminya yang tengah kesusahan, "Ada apa?"
Ale tersenyum, tangannya otomatis melingkar dipinggang istrinya "Pasangkan dasiku."
Ara mendengus sembari membenarkan letak dasi suaminya "Kenapa semakin lama kamu makin tinggi si?!" Ia berjinjit sedikit kesusahan karna tingginya hanya sebatas ketiak suaminya itu.
Laki laki itu menyentil dahi Ara pelan, "Itu karna kamu semakin lama makin pendek."
"Bercanda istriku," Ale cepat mengecup bibir Ara menyadari tatapan sengit yang dilayangkan padanya.
"Aku berangkat" Ia mengecup kening istrinya lama, tatapannya beralih ke putra tampan nya.
"Jagoan kecil, jaga mommy oke?." bayi mungil itu tertawa hingga air liur nya ikut menetes mengenai bajunya.
Ah, dengan langkah berat Ale menuju mobilnya. Laki laki itu menurunkan kaca mobilnya, membalas lambaian tangannya kearah istri dan anaknya.
...
Pukul 12 siang, Ara sedang bermalas malasan di karpet bulu miliknya. Pekerjaan rumah sudah rapih semua tak lupa dibantu Mbok Sri juga supir pribadi Ara, Pak Budi. Sengaja disiapkan Ale untuk berpergian kalau Laki laki itu tidak ada disampingnya.
Putranya tidur, Ara hampir mati kebosanan dirumah nya sendiri. Sedangkan teman-temannya di sibukkan dengan kegiatannya masing-masing. Cafe Rena dan Reja baru louncing kemarin pasti lagi ramai ramainya, Nana dan April melanjutkan kuliahnya bersama kekasih mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALE BAYLOR
RandomAle Arsenio Baylor atau lebih di kenal Ale, lelaki misterius yang memiliki masa lalu kelam itu menyandang sebagai most wanted di SMA BAYLOR sekaligus cucu dari pemilik sekolah tersebut Sayangnya Ale memiliki sifat yang dingin, cuek serta nakal. I...
