Seperti biasa setelah makan malam, kini keluarga kecil Ale berkumpul di ruang keluarga. Ah, jangan lupakan adik kecil kita yang sudah beranjak dewasa ini. Siapa lagi kalo bukan Rafael.. bungsu kesayangan XxBlack.
"Rafael, gimana perkembangan Cafe?"
Atensi Rafael yang sejak tadi bermain bersama Pavel menoleh ketika mendengar pertanyaan Ara untuknya.
Rafael menghela nafas sejenak "Lancar ko, kemarin aku nambah satu karyawan lagi. Pelanggan semakin hari semakin banyak."
"Ck ini semua gara gara Bang Reja yang ngejual muka Bang Sandi sama Bang Vegas buat promosiin Cafe Rafael, padahal Bang Reja juga punya Cafe sendiri. '' Alis Rafael menungkik kesal.
Ara tertawa kecil mendengarnya, "Bagus dong. Jangan lupa bilang makasih sama Bang Reja nanti ya."
Muka Rafael semakin suram, bukannya Ia tidak suka Cafe nya banyak pelanggan. Bagaimana tidak?!, dia sampai mendapat surat peringatan dari kepolisian karena keramaian Cafe nya sangat tidak kondusif. Haruskah ia berterima kasih pada muka tampan Bang Sandi dan Bang Vegas atau ke Bang Reja yang sudah membuatnya mendapat serangan manusia manusia zombie yang kelaparan ini?? Shitt...
"Abang udah daftarin kamu di universitas tempat Aldo dan Barko."
Suara berat itu datang dari arah dapur bersama sosok mungil di gendongannya, Ah anak itu sepertinya sempat kabur menusul ayahnya selagi Ara dan Rafael mengobrol tadi.
Rafael terkejut, dia menatap Ale dengan tak percaya.
"Udah berapa kali aku bilang? Aku nggak mau kuliah! Abang ngerti nggak si?!"
Kelopak mata Ale terpejam setelah mendengar bantahan Rafael, kedua telapak tangannya terkepal dengan kuat. mulutnya terkatup dengan rahang yang mengeras.
Menyadari situasi cepat berubah Ara inisiatif mengambil alih Pavel yang berada di lengan suaminya ke dekapannya, membawanya ke dalam kamar.
"Alasannya?" geram Ale.
"Aku nggak butuh kuliah. Aku mau fokus ke Cafe, aku pengen banyak uang biar bisa banggain bunda." ungkap Rafael.
"Dia nggak perduli soal harta lo Rafael, Almarhum tante Sifa nitipin lo sama gue supaya lo bisa kuliah sampai sarjana! Selama 4 tahun Bunda lo terus ngirim uang buat tabungan kuliah lo suatu saat nanti tapi berkali kali gue tolak. Lo mau tau dia bilang apa? Dia bilang dia pengen liat lo pakai toga sarjana!!."
Tangan Rafael terkepal kuat. Air mata tak bisa dia bendung lagi, dulu sebelum Bunda nya tiada Ia bersikeras mencari uang sebanyak banyak nya biar bisa membawa bunda nya itu pulang ke sisinya. Tidak usah mencari uang lagi. tapi sekarang dia semakin gencar mencari uang demi banggain sang bunda di atas sana yang mungkin sedang melihat kearahnya?...
"Aku tetap nggak mau." bantahnya.
Urat tangan Ale semakin menonjol. Rahangnya mengeras, Sudah berulang kali mereka memperdebatkan soal perkuliahan. Tetap saja Rafael dengan sifat keras kepalanya itu justru menolak mentah-mentah. Kenapa Rafael berubah seperti ini? Dimana sifat penurutnya dulu?
"Lo harus kuliah, Rafael."
Rafael mendongak sengit, "NGGAK!!"
"RAFAEL!" bentak Ale murka.
Rafael yang dibentak hanya mendengus lalu berjalan meninggalkan ruang makan menuju kamarnya. Rafael tidak sengaja berpapasan dengan Ara yang baru saja turun setelah mendengar keributan dibawah.
"Raf..." Ara kaget, sebelum kata-kata nya keluar, tangannya di sentak kasar oleh Rafael.
"Bajingan, dimana letak sopan santun lo?!!!" emosi Ale meledak melihat itu, Laki laki itu ingin mengejar langkah Rafael.
Ara buru-buru memeluk pinggangnya, mengelus dada bidang suaminya. "Ssttt gapapa, Rafael masih labil. Nanti kita bicarain baik-baik ya." tenang Ara guna menenangkan emosi Ale.
Sorot mata Ale menajam, "Tapi dia udah berani kasar sama kamu. Aku nggak suka."
Ara tersenyum teduh, "Aku gapapa oke? Ini udah malam, Tidur yuk."
Ale menelusupkan wajahnya ke leher istrinya, "Maaf. Aku gagal didik Rafael, dia semakin berontak."
Ara menggeleng keras, Ia menangkup wajah tampan suaminya. "Kamu abang dan ayah yang hebat, Aku bangga sama kamu. Jangan pernah nyalahin diri sendiri ya? Rafael kaya gitu karena dia masih dalam masa-masa labil, jadi kita sama-sama didik dia. aku sedih loh kamu ngomong gitu."
Pelukan ke istrinya semakin erat, "Maaf."
"I love you my husband, kamu hebat." Ara mengecup dada bidang suaminya sekilas sebelum kembali menyenderkan wajahnya.
"I love you too my wife and mother of my child."
...
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALE BAYLOR
RandomAle Arsenio Baylor atau lebih di kenal Ale, lelaki misterius yang memiliki masa lalu kelam itu menyandang sebagai most wanted di SMA BAYLOR sekaligus cucu dari pemilik sekolah tersebut Sayangnya Ale memiliki sifat yang dingin, cuek serta nakal. I...
