"Udah gede ya perut lo," terdengar kekehan sinis dari sebrang sana.
Ara hanya diam tanpa merespon ucapan Sella. Beberapa menit sebelum disekap, Ara sempat pergi ke minimarket terdekat tanpa mengabari suaminya. Setelah selesai dengan urusannya Ia tidak sengaja bertemu Sella. Wanita itu berpura pura meminta maaf lalu mengajaknya untuk mengobrol sebentar. dan pada akhirnya Ara pun berhasil tertipu.
Entah dimana Ara sekarang berada. Matanya tertutup kain hitam, kedua tangannya terikat dibelakang punggungnya. Dengan tertatih Ia berusaha mendekat kearah wanita itu, bajunya menjadi kotor usai mengesot ngesot ketanah.
Sebuah tangan membuka kain yang menutupi kedua mata Ara dengan kasar membuat Ara dapat melihat sosok yang kini berdiri di hadapannya.
"Lepasin gue!"
Sella berjongkok menyamakan tingginya dengan Ara. Tangannya terulur menyentuh perut buncit perempuan itu membuat Ara menatap Sella dengan tajam. Ia berusaha menjauhkan tubuhnya dari wanita licik tersebut.
Terdengar gemuruh petir serta kekehan keras dari Sella bersamaan. Suasana mendadak tegang ketika Sella mengambil sebuah tongkat baseball ditangan kanannya, Wanita itu hendak memukul perut Ara namun berhasil di gagalkan. Akibatnya punggung Ara yang menjadi tumbalnya.
Wanita itu mencengkram kuat dagu Ara dengan nafas yang tersegal segal menahan amarah. Sella menampar kedua pipi Ara berkali kali, walaupun darah segar terus mengalir dikedua bibir perempuan itu Sella tetap menamparnya. Ia menghentikan aksinya lalu menendang punggung Ara hingga tersungkur.
"Gue lagi nggak mau ngotorin tangan, so? biar babu gue aja yang lanjutin siksa lo."
"Citra!!"
Ara melototkan kedua matanya kaget, apa Ia tidak salah dengar?
Perempuan ber dress biru serta rambut panjangnya yang nampak acak acakan berjalan kearah mereka berdua. Ia menatap Ara dengan pandangan kosong nan sengit.
"Shhh," Ara mendesis menahan rasa sakit di bagian perutnya berserta mulutnya yang terasa begitu perih.
"Citra... tolong lepasin gue," ucap Ara lemas.
Wanita itu hanya diam tak bergeming. Tangan Citra terangkat menarik rambut Ara hingga beberapa helai rambut perempuan itu menjadi rontok. Beberapa kali Citra mencakar dan memukul tubuh Ara.
Isakan tangis keluar dari mulut Ara, Ia terus melindungi anaknya yang masih berada di dalam perutnya. Walaupun sekujur tubuhnya sudah banyak sekali mengeluarkan darah akibat luka yang diciptakan kedua wanita itu.
...
"Kita kehilangan jejak."
Sementara ditempat berbeda, kedua Laki laki tampan berwajah tegas tampak mengerang frustasi. Salah satunya menyugarkan rambutnya sembari berfikir.
"Lebih baik kita ke rumah sakit dulu, gue khawatir soal kondisi Reja."
Ale mengangguk mengiyakan keputusan Vegas, "Mn."
"Lo duluan, gue mau pulang." lanjutnya.
Keduanya berjalan kearah motornya masing masing, Vegas mengangguk singkat ketika keduanya berpisah di ujung jalan. Sesampainya dirumah, Ale memutar knop pintu yang masih terkunci. Ia menyembulkan kepalanya lalu mengernyit mengetahui rumahnya tampak sepi seperti tidak ada tanda tanda penghuni nya disana.
"Istriku?"
Ale berjalan masuk sembari menyalakan lampu ruang tamunya. Kemana istrinya saat ini? apa mungkin Ara ke toilet? buru buru Laki laki itu pergi memeriksa kamarnya.
Nihil, istrinya tidak ada dimana pun. Ale mulai panik tak dapat menemukan sang istri. Ia mengambil ponselnya, menekan salah satu kontak disana. Namun tak kunjung diangkat melainkan suara operator yang dapat Ia dengar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALE BAYLOR
AléatoireAle Arsenio Baylor atau lebih di kenal Ale, lelaki misterius yang memiliki masa lalu kelam itu menyandang sebagai most wanted di SMA BAYLOR sekaligus cucu dari pemilik sekolah tersebut Sayangnya Ale memiliki sifat yang dingin, cuek serta nakal. I...
