How This Story Ends - 31 - Cemburu? 14.1

9.1K 821 74
                                        


Question of the day: unlimited kentang goreng atau coklat?

Vote, komen, share cerita ini, dan follow akun WP, TT dadodados + IG & X akudadodado. Thank you :)
🌟

Benjamin menarik lengan Beau sampai cowok itu berdiri dan mendorongnya keluar pintu. "Out," perintahnya singkat lalu menutup pintu rumah tepat di hidung Beau yang masih kepanasan. Lalu dia menarik lengan bajuku menuju kamar.

"Itu Beau nggak apa-apa?"

"Dia bisa urus dirinya sendiri. Rumahnya juga nggak jauh dari sini. Kamu mandi terus tidur." Nada bossy Benjamin yang sudah lama tidak dikeluarkan oleh cowok itu kembali terdengar malam ini. "Besok nggak usah masak ke rumahnya, atau ke dapur umum," putus cowok itu final dan aku tidak diberi ruang untuk protes karena dia juga menutup pintu kamar mandi setelah memasukkan aku ke dalam.

"Dasar aneh," gerutuku, tapi aku melakukan sesuai yang dikatakan oleh Benjamin. Bukan karena aku mendengarkannya, tetapi memang aku perlu air hangat agar otot-ototku tidak terlalu sakit di pagi hari dan lilin aromatik seperti milik Eyang yang juga aku beli sebulan setelah mulai memasak di dapur umum.

"Capek. Capek. Capek." Aku mengulanginya seolah-olah itu adalah satu-satunya kata yang aku tahu. Hanya diam saat aku menarik napas panjang agar dapat menghidu aroma bergamot dari lilin yang membantuku sedikit lebih rileks. Lampu kamar mandi ini juga sengaja aku redupkan dan menambahkan alunan musik lembut dari ponsel.

Jemariku menyentuh busa-busa yang lebih lembut dari kapas dengan ujung jari. Dari banyaknya benefit menikahi Benjamin, untuk sekarang aku paling menyukai kamar mandinya. Juga dengan pintu yang mengarah ke taman kecil yang berada di kamar ini. Jika Benjamin sudah pergi ke kantor, aku akan membuka tirai dan pintunya lebar-lebar, lalu tiduran di ranjang untuk menikmati angin dan udara yang. Ini benar-benar rumah yang aku impi-impikan.

Aku menutup mata. Lantunan musik, aroma yang lembut, tubuh yang rileks adalah kombinasi yang membuatku malas bergerak, tapi aku tahu kalau aku perlu keluar dari bathtub. "Lima menit," kataku. Berniat hanya untuk mengistirahatkannya sebentar sebelum menyelesaikan acara mandiku.

Namun, bukannya terbangun di dalam air, aku justru berada di bawah comforter dengan bantal empuk yang menyanggah kepalaku, alih-alih bantal leher bathtub. Lampu yang aku nyalakan redup pun kini berubah menjadi gelap total. Aku linglung selama satu menit penuh lalu menjerit hingga ranjang sampingku tersentak dan lampu menyala.

"Apa? Ada apa?"

Aku menarik comforter hingga ke bawah dagu saat cowok di sampingku sudah duduk tegap dan matanya menyapu ke sekeliling kamar. Tubuhnya yang langsung tegap dan siaga.

"Kenapa?" tuntut Benjamin saat tidak menemukan apa pun yang membuatku memekik heboh.

"Kok aku di sini?"

Suamiku yang semula menampilkan ekspresi kaget lalu bergeser ke mawas, kini berubah ke bloon lalu sebal. "Terus kamu mau di mana lagi? Rumah Beau?"

"Bukan! Kok aku-" Tanganku memegang dada, tetapi kebingungan saat tidak merasakan kulit. Ada lipas kain yang menyentuh telapak tanganku. "-pakai baju?" Aku mengangkat comforter dan mengintip di selanya untuk melihat bahwa aku memakai kaos berwarna abu-abu yang terlalu besar di tubuhku. Jantungku jatuh ke perut dan berhenti berdetak

"Kamu mau tidur pakai apa memangnya? Telanjang?"

Sarkasme yang menguar dari Benjamin tidak membuatku berhenti mengoceh cepat dan tanpa jeda. "Aku tadi kan lagi mandi. Terus kenapa sekarang aku ada di sini? Kapan aku pindahnya? Aku sleep walking?"

Benjamin menyapukan tangan ke rambutnya yang berantakan. Tangannya yang lain terangkat ke arahku, menyuruhku untuk diam selagi dia mengambil napas. "Matahari aja belum muncul, tapi kamu sudah bikin aku capek duluan," gerundel Benjamin. "Kamu bilang tadi mandi? Saya temuin kamu di bathtub dalam keadaan tidur. Ngorok. Itu satu jam setelah kamu masuk ke dalam kamar mandi dan saya harus cari kunci cadangan untuk buka pintunya." Benjamin memberikan penekanan pada kata ngorok.

How This Story Ends [FIN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang