30. He's Jealous

4.6K 148 18
                                        

_____________

Update!!!

Typo tandai

.
.


.
.
Happy Reading

__________________________


Langkahnya sedikit lebih cepat melewati lorong Rumah Sakit, tak peduli jika sekarang menjelang tengah malam, Zara harus pergi dari tempat ini. Sedikit fakta yang telah ia dapatnya berhasil menghancurkan semuanya, sungguh semua yang Emily katakan tak pernah ada di benaknya sebelumnya.

Ironi, ia menjalani pernikahan indah yang sayangnya berlatar belakang dendam semata. Bahkan sekarang ia hamil anak pria itu, entah dosa apa yang pernah Zara lakukan sebelumnya sampai ia bertemu kehidupan seperti ini.

Ia mencintai pria yang berstatus sebagai suaminya itu, sangat, bahkan melebihi apapun, Zara melampaui batas dalam mencintai Cedrik. Semua nya menjadi lebih buruk saat ini.

Mungkin Zara butuh waktu, sebelum Cedrik meninggalkannya harusnya Zara dahulu yang meninggalkan pria itu.

Di saat Dokter menyarankan Zara untuk tetap istirahat , Zara malah diam-diam pergi dari kamar tempat ia di rawat ketika Cedrik tak mengawasinya. Harusnya mereka masih bersama sekarang, membicarakan rumitnya hubungan mereka dari hati ke hati, tapi bukankah ujung-ujungnya perpisahan adalah solusi untuk mereka?.

"Zara, "

Langkah Zara berhenti, ia melihat pria yang menghampiri nya, pria yang baru saja datang atas permintaan Ayah Zara.

"Mario?" Zara menatap ke belakang, lorong Rumah Sakit terlihat sepi, artinya mungkin saja Cedrik belum mengejarnya atau tak menyadari kepergian Zara.

Hubungan mereka butuh waktu setelah apa yang Zara dengar.

"Bawa aku. " Mario mengangguk, ia hampir menggengam tangan Zara, tapi Zara menepisnya.

Zara mengikuti langkah Mario keluar dari Rumah Sakit itu, langkah mereka cepat seolah seseorang mengejar mereka dari belakang, terutama Zara.

________________________

Zara langsung masuk ke dalam mobil Mario, entah apa yang terjadi setelah ini, Zara seperti tak memiliki harapan. Semua keinginan dan obsesi memperhatikan Cedrik, semua hilang begitu saja.

"Kamu mau pulang?" Mario bertanya setelah duduk di kursi pengemudi.

Zara berpikir sejenak, ia menggeleng seperti tak punya tujuan. Mario dengan cepat mulai mengendarai mobilnya keluar dari area Rumah Sakit.

"Ikut aku, ini permintaan Ayah kamu. "

Zara tak menjawab, ia hanya menatap Mario. Sebuah keputusan yang salah tak sengaja Zara pilih yaitu dengan kembali pada mantan kekasihnya.

Mario menatap Zara yang sesekali melihat ke belakang, memastikan tak ada mobil lain mengikuti mereka. Mario sempat melihat tato kecil di belakang telinga Zara.

Oh, jadi Zara begitu mencintai suami nya itu sampai membuat inisial nama pria yang menggagalkan rencana pernikahan Mario dengan Zara. Mario tak akan melupakan kejadian itu, memalukan!.

Zara memeriksa ponselnya, memang ada pesan dari sang Ayah agar dirinya ikut Mario, tapi tak ada satupun notifikasi dari Cedrik. Artinya pria itu tak mencarinya.

Zara menghela napas berat yang disadari oleh Mario.

"Tenang, anggap semua ini belum terjadi. "

"Kamu butuh kebebasan, Zara. " Mario mencoba menenangkan Zara dengan perkataannya, mendapatkan kembali kepercayaan Zara setelah apa yang mereka lewati sebelumnya.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang