Assalamu'alaikum...
~HAPPY READING~
.
.
.
.
7. Mulai
Sejak saat itu Aya tidak melihat Azka lagi sampai pagi menjelang, hal itu membuatnya semakin merasa sakit. Sampai- sampai dia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah semua ini memang salahnya?
Sedangkan orang yang dipikirkan Aya saat ini tengah memandangi ponselnya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Seumur hidup baru kali ini dia menangis lagi selain waktu dia masih kecil. Apa memang sebesar itu kekuatan cinta? sehingga hanya dengan membaca pesan yang dikirimkan oleh orang yang dicintainya pun mampu meruntuhkan pertahanan hatinya.
Arayang 🫀
Assalamu'alaikum a...
Kaifa haluk?
Semoga selalu baik ya:)
Happy wedding a,
semoga samawa ya...
Oh ya a, aku mau minta sesuatu sama aa, aku mohon aa kabulin ya🙏🙏🙏
Aku titip aya a, aku mohon bahagiain aya dia udh ga punya siapa² lagi di dunia ini kecuali aa...
Please ya a!
Tenang jan khawatirin ara , ara oke ko... Pokonya aa hrs jagain aya dan bahagiain aya oke.
Ingat a aya bahagia ara juga bahagia, ara harap aa bisa hapus prasaan aa pd ara dan buka ht aa buat aya.
Ara yakin aa pasti bisa!!!
Always happy a azka sama aya:)
Assalamu'alaikum...
"Emang boleh seterpuruk itu," ujar seseorang yang tiba-tiba datang dari arah belakang Azka. "Udah lah bro, terima aja taqdir lo sekarang," lanjutnya mencoba menasehati Azka.
Saat ini Azka tengah berada di balkon salah satu asrama putra yang memang semalam pun dia menginap di kamar santri, bersama sepupunya yang tadi menasehati Azka.
Hamdan Zakira sepupu sekaligus teman dekat Azka, anak dari adik abinya yang memang ikut mengaji di pesantren abinya.
"Lo gak pernah ngerasain, jadi jangan so ngenasehatin," jawab Azka sinis.
"Ehh... lu mah di nasehatin malah keras kepala," ledek Hamdan. "Dengerin ane nih, Ka! lo jangan terlalu membenci Aya, bisa jadi lo akhirnya jatuh cinta sama dia."
"Mungkin gak kalo lo bisa tinggal di matahari?" Tanya Azka tiba-tiba.
"Lo mah... malah ngalihin topik."
"Jawab aja," tekan Azka sedikit memaksa.
"Ya ... nggak mungkin lah! yang ada baru juga nyampe merkurius udah tinggal nama, gua," jawab Hamdan, walaupun dia masih tak mengerti maksud Azka yang bertanya seperti itu .
Azka menepuk bahu Hamdan sebelum beranjak dari balkon. "Seperti itu juga perasaan gue pada Aya, gak mungkin dan gak akan pernah."
"Awas lo jilat omongan sendiri, Ka!!" teriak Hamdan karna Azka yang sudah terlihat jauh dari tempatnya berdiri.
"Dan kalo itu nyata terjadi, gue bakalan jadi orang pertama yang nyumbang tawa buat lu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind You (ON GOING)
Teen Fiction"Jika mengikhlaskan adalah tahta tertinggi dalam cinta, maka aku ikhlaskan kamu sesuai dengan yang telah Allah taqdirkan. Karna tidak semua yang kita inginkan itu menjadi kenyataan." ~Zara Zhafina Zulfa~ " Allah tahu mana yang baik dan yang buruk un...
