32. Satu syarat
"Aya bakalan maafin A Azka dengan satu syarat!" ucap Aya tegas.
Saat ini Azka tengah menemui Aya untuk meminta maaf atas segala kesalahannya dimasalalu. Jika di tanya Azka menyesal? Sungguh dia sangat menyesalinya.
Jujur saja... Azka merasakan kehilangan saat Aya pergi darinya. Dia akhirnya mengerti, bahwa dia bukan hanya menyayangi Aya, tapi dia juga mulai mencintainya. Hanya saja kesalahannya yang melepaskan Aya tanpa pikir panjang, membuatnya terpaksa harus mengubur perasaan itu kembali.
Aya berhasil, dia berhasil membuat Azka jatuh hati kepadanya. Tapi Aya gagal, gagal membuat Azka menyadari hal itu terlebih dahulu, sebelum perpisahan ini terjadi.
"Saya akan lakukan apapun demi mendapatkan maaf kamu," ucap Azka yakin. "Aya... jujur saya mengakui semua kesalahan saya, saya menyesalinya. Sa-saya juga menyadari bahwa... saya mencintaimu Aya." Pada akhirnya Azka mengungkapkan perasaannya.
Aya memalingkan wajahnya, hatinya terasa sesak saat melihat kembali orang yang berada di depannya. Kenapa? Kenapa baru sekarang Azka menyatakannya? Kenapa setelah hubungan mereka hancur, Azka baru jujur kepadanya?
Aya terkekeh. "Sayang sekali... " jeda Aya. "Padahal dulu aku bela-belain segalanya buat kamu, tapi pas aku udah ikhlas ngelepas kamu. Kamunya yang malah baru membalas perasaan aku—mengakuinya."
Azka menunduk, dia menyadari semua kesalahannya pada wanita di depannya. Tapi, nasi sudah jadi bubur, dia pun tidak bisa membalikan waktu agar hal itu tidak terjadi.
"Tadi kamu bilang punya syarat? Syarat apa itu?" tanya Azka kembali ke pembahasan awal.
Aya menatap atap ruang tamu rumahnya. "Aku minta kamu buat nikah lagi."
Azka terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aya. Namun, belum sempat dia menjawab Aya melanjutkan ucapannya.
"Nikahi sahabat aku A—nikahi Ara!"
***
"Ara!" panggil Kayla—mama Ara saat melihat anaknya yang sudah rapi. "Mau ngunjungi Killian lagi?" tanyanya.
Ara mengangguk. "Iya, ma. Mama mau nitip sesuatu?"
Kayla menggeleng. "Mama titip salam aja buat Killian ya!" ujar Kayla lembut.
Sejujurnya Kayla sangat menyayangi Killian, dia saja sampai menangis tersedu-sedu saat mengetahui Killian yang di tahan. Apalagi saat berita Killian yang akan di hukum mati. Kayla langsung mendatangi Killian, memastikan bahwa dirinya tidak apa-apa.
Killian yang melihat semua perhatian dari keluarga Ara, mengingatkannya pada kasih-sayang dari ibunya dulu.
Kayla memberikan Tote bag berisi kotak bekal pada Ara. "Bawa ini juga, bilang sama Killian—jangan lupa makan, ini khusus buatan mama. Oke sayang?!" Ara mengangguk.
Setelahnya Ara menyalami Kayla sebelum pergi.
"Assalamu'alaikum...."
"Wa'alaikumsalam, hati-hati bawa mobilnya!" peringat Kayla yang diangguki oleh Ara.
Beberapa saat kemudian...
Ara sudah sampai di lapas tempat Killian di tahan sebelum dia di hukum mati tiga bulan lagi.
Ara memasuki ruang temu setelah meminta izin pada penjaganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind You (ON GOING)
Teen Fiction"Jika mengikhlaskan adalah tahta tertinggi dalam cinta, maka aku ikhlaskan kamu sesuai dengan yang telah Allah taqdirkan. Karna tidak semua yang kita inginkan itu menjadi kenyataan." ~Zara Zhafina Zulfa~ " Allah tahu mana yang baik dan yang buruk un...
