18.

73 13 1
                                        

~HAPPY READING~

_sebagaimanapun sempurnanya orang baru, masalalu tetap pemenangnya_

~Araya hurry firdausyi~

18. Bertemu

Saat ini Aya dan Azka telah berada di acara nikahan salah satu alumni yang bertempat di daerah Cianjur.

Sedari tadi banyak yang menyapa mereka, terutama Azka. Karena dia anak pemilik pesantren Al-Istiqomah, dan kebanyakan yang datang juga para alumni.

"Kamu mau makan apa aja?" tanya Azka pada Aya.

Saat ini mereka tengah mengantri untuk mengambil parasmanan , walaupun mereka masuk tamu VIP tetap saja mengantri karena banyaknya tamu yang datang.

"Aku samain aja sama A Azka," jawab Aya dengan piring di tangannya, sedang Azka yang mengambil makanannya. Sepiring berdua.

Namun, tanpa sengaja Azka menyenggol sebuah sendok saat ia tengah berusaha tak terlalu dekat dengan seorang wanita di depannya yang sama-sama tengah mengantri.

Wanita di depan Azka berjongkok mengambil sendok yang Azka jatuhkan tadi, karna berada di samping kakinya.

Deg...

Jantung Aya berdetak kencang saat melihat wajah wanita tersebut. Bukan hanya Aya, tapi Azka pun merasakannya.

"Maaf ya A, ini sendoknya," ucapnya lembut sembari menyodorkan kembali sendok yang tadi diambilnya.

Mungkin wanita itu tidak menyadari siapa orang yang berada di depannya, karna dia yang terus menundukkan kepalanya.

Karna sendoknya tak kunjung diambil oleh orang di depannya, akhirnya wanita itu mengangkat kepalanya.

Terlihatlah raut terkejut di wajahnya, namun beberapa saat kemudian dia kembali tersenyum dan menyodorkan kembali sendok di tangannya.

"A Azka ya?" tanyanya. "Maaf ya, ini sendoknya," lanjutnya.

Tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari wanita yang terus menunduk di depannya, Azka mengambil sendok itu.

"Aya! " sapanya saat melihat atensi Aya yang tengah berdiri di belakang Azka. "Gimana kabar kalian sekarang?" tanyanya lagi.

Namun, belum sempat dijawab. Orang yang berada di belakang Aya menginstruksi untuk mereka segera maju, karena banyak antrian yang terhalangi.

"Maaf A, Teh! Pami entos geura lajeng dei," kata bapak-bapak yang berada di belakang Aya.

"Ouh iya Pak, maaf ya," ucap Aya sembari tersenyum.

" Akh ... jadi ngehalangi jalan. Lain kali aja kita ngobrol-ngobrol laginya. Kalau gitu aku pamit duluan, ya!" pamit wanita di depan Aya dan Azka.

Sejak saat itu Azka tidak mengeluarkan sepatah katapun lagi. Bahkan sampai mereka makan pun, Azka tetap tak berbicara.

"A ayo makan," ajak Aya dengan tangan yang sudah memegang sesendok nasi dan lauknya di depan Azka.

Azka masih terdiam

Inilah yang sangat ditakuti oleh Aya, kembalinya masalalu di tengah-tengah kebahagiaan mereka.

Ya, orang yang tadi tak sengaja mereka temui adalah Ara, sahabat sekaligus mantan ta'aruf Azka.

Aya faham posisi Azka yang belum bisa move on seluruhnya. Tapi Aya juga kesal sebab kenapa Azka harus kembali memikirkannya ketika istrinya yang sudah pasti berada di sampingnya?

Behind You (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang