HAPPY READING 😀
45. Korban
Zara Zhafina Zulfa, nama yang selalu Azka langitkan di setiap sujudnya. Gadis yang ia dapatkan dengan cara tak terduga. Melewati halang rintang yang bagaikan badai dalam kisah mereka.
Azka terus mengawasi Ara selagi ia menunggu pesanan martabaknya selesai. Sempat ia melambaikan tangan ke arahnya yang juga di balas oleh Ara. Namun, beberapa saat terlihat Ara yang masuk ke dalam mini market di belakngnya, sepertinya ada yang ingin dia beli kembali.
Rasa khawatir sempat menyusup ke relung hatinya kala Ara tak kunjung keluar dari minimarket. Sempat Azka akan menyusulnya, tapi siluet seseorang yang baru saja keluar dari tempat itu... berhasil meloloskan napas leganya.
"Mas, ini martabaknya sudah jadi!" ujar si penjual, menyodorkan sekantung martabak telor pesanan Azka.
Azka berbalik, mengambil pesanannya sembari menyodorkan uang pembayaran. "Terimakasih," ungkapnya.
Baru saja Azka akan membalikan badannya, namun suara benturan dibarengi teriakan seseorang yang di kenalnya, mampu membuat tubuhnya seakan terpaku di tempat.
Sebuah mobil sedan berwarna hitam tak sengaja menabrak seseorang yang tengah menyelamatkan orang lain. Si pengemudi ikut keluar, bahkan terlihat dari keadaannya, sepertinya ia juga terluka.
"KAKAK!!!"
"Itu... itu suara..."
Sadar akan sesuatu, Azka buru-buru berlari melintasi jalan serta menerobos kerumunan orang-orang di sekitar korban.
"Permisi... permisi!" ujar Azka saat melewati kerumunan.
Namun, kala ia sampai di trotoar-tempat sang korban berada, tbuhnya kembali membatu dengan jantung yang berdetak tak karuan, nafasnya tersengal-sengal dengan suara yang nyaris tercekat di tenggorokan.
Di depannya kini ada Zoya yang tengah menangis histeris, Hamida yang nge-freez sama sepertinya, serta Hamdan yang terbengong menatap orang di depannya, Ara.
BRUGH...
"Ara... Ara... hei! Kamu kenapa sayang?"
Azka menjatuhkan tubuhnya tepat di sisi tubuh Ara yang kini tengah tak sadarkan diri. Ya, orang yang menyelamatkan Hamdan adalah Ara, istri Azka.
Azka menepuk pipi Ara lembut sembari terus melirih, "Ara... Ara... Sayang, hei. Bangun, yuk! Jangan tiduran di sini hei... kotor. Kamu kan, lagi hamil. Kasian anak kita nanti. Ouh iya, ini aku bawa baklor yang kamu pinta tadi!"
Sempat Azka ingin mengambil tubuh Ara, tapi hal itu terlebih dahulu dihentikan oleh Zyan yang datang bersama perawat dari ambulance yang sempat ia panggil tadi.
"A, jangan disentuh dulu! Takutnya ada cidera yang gak kita liat selain yang di luar ini! Biar medis yang mengurusnya."
Azka terduduk di jalanan, tubuhnya tampak lemas dengan wajah yang sudah memucat, tapi tak ada sedikitpun air yang menetes dari matanya.
Ara di bawa ke dalam ambulance dengan keadaan seluruh pakaian yang penuh dengan darah, bahkan sebagian wajahnya pun tertutup oleh ceceran darah itu. Kelopak matanya menutup sempurna, tapi sudut matanya terdapat darah entah darimana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind You (ON GOING)
Novela Juvenil"Jika mengikhlaskan adalah tahta tertinggi dalam cinta, maka aku ikhlaskan kamu sesuai dengan yang telah Allah taqdirkan. Karna tidak semua yang kita inginkan itu menjadi kenyataan." ~Zara Zhafina Zulfa~ " Allah tahu mana yang baik dan yang buruk un...
