39.

56 7 8
                                        

Jujur lagunya ngena banget...
Aku kalo denger lagu ini, gak tau knp suka lngsng nangis.

39. Killian

Ara celingukan kesana-kemari mencari seseorang yang menjadi alasan utamanya menikah saat ini.
Dari awal acara ini dimulai, sampai resepsi pun dia tak melihat atensi orang itu. Padahal dia telah berjanji akan menyaksikan pernikahannya.

Sejujurnya perasaan Ara tidak enak sedari semalam. Bukan hanya karena hari ini adalah hari yang sangat sakral untuknya, tapi seperti ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.

"Kenapa, Ra?" tanya Azka, saat melihat raut gelisah di wajah cantik istrinya itu.

Ara menatap Azka dalam. "A, liat Lian gak? Katanya, kan, dia mau jadi saksi nikah kita."

Azka menggeleng. Sungguh dia sendiri baru mengingat, jikalau dari sebelum acara Ijab Qabulpun, dia tak melihat adanya Killian di acara ini.

"Enggak, dari pas acara dimulai pun aku gak lihat dia kayanya."

Pernyataan itu mampu membuat hati Ara semakin risau. Sampai-sampai saat ada tamu yang akan bersalaman dengan dia pun, dia tak menyadarinya.

Melihat Ara yang seperti tengah khawatir karena ketidak hadiarannya Killian diacara ini, itu sedikit membuat hati Azka cemburu. Namun Azka buru-buru menepisnya. Dia ingat, jika ini bukan permintaan dari Killian dan Aya, mana mungkin dia bisa bersatu dengan Ara.

"Mau aku temenin buat nyari dia dulu gak, Ra?" tawar Azka yang kembali mengalihkan atensi Ara kepadanya.

"Emang boleh?" tanya Ara. Dia sadar, saat ini mereka masih berada di dalam acara.

Azka tersenyum lembut, sebelah tangannya menggenggam erat tangan Ara. "Boleh, ayo!"

Ara akhirnya mengangguk, mengikuti Azka yang kini sudah melangkah turun dari pelaminan.

Mereka berjalan berdampingan tanpa melepaskan genggaman tangan satupun. Mendatangi orang-orang terdekat mereka yang mengetahui tentang Killian, termasuk kedua orang tua mereka dan keluarga yang lainnya, menanyakan- apakah mereka melihat Killian atau tidak? Dan ternyata semua jawabannya ialah... tidak.

Ara tanpa sengaja melihat Aya dan Raka yang tengah mengobrol berdua di ujung ruangan. Dia segera menarik tangan Azka, membawanya mendekat kepada Aya dan Raka.

"Aya, Raka, kalian liat Killian gak?"

Terlihat tubuh mereka yang seperti tersentak, kaget, saat Ara menanyakan hal itu. Melihat itu... tentu saja membuat Ara merasa curiga kepada keduanya, apalagi dengan tidak adanya jawaban dari keduanya.

Aya berdiri mendekati Ara, menghiraukan Azka yang berada di samping Ara. Dia tersenyum lembut pada Ara, tapi matanya terlihat seperti tengah menutupi sesuatu dan juga terlihat seperti sehabis menangis?

"Eh... Ra, kenapa lo malah kesini? Bukannya masih ada banyak tamu, ya?" tanya balik Aya, menghindari pertanyaan Ara tadi.

Ara menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan Aya. Kini terlihat wajahnya memerah menahan kesal. Dia tahu, sepertinya Aya menyembunyikan sesuatu darinya. Makanya Aya malah berbalik bertanya, bukan menjawab pertanyaannya.

Behind You (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang