22. Dia kembali?
Setelah kejadian yang merenggut nyawa keluarga Aya dan Raka, menjadikan sebuah trauma mendalam yang terus menghantui Aya. Semua yang ada dalam pikirannya hanya perasaan kesepian dan keinginan untuk mengikuti mereka yang telah pergi.
Aya sempat hadir di pemakaman orang tuanya, tapi tidak di pemakaman Raka dan keluarganya. Saat itu, Raka sudah berada di dalam keranda dengan tubuh yang telah terkafani.
Tiba-tiba, saat keranda dibuka, Raka terduduk, menatap orang-orang yang tengah terkejut dan akan menguburkannya.
Mereka berlarian ketakutan saat melihat Raka, yang seharusnya sudah meninggal, malah terduduk dengan mata terbuka.
"Lah... Kok malah pada pergi sih?" tanya Raka pada dirinya sendiri, bingung. "Ini gimana gue mau berdiri, mana gak pake baju lagi?" lanjutnya sambil berusaha mengeluarkan tangannya dari gulungan kafan itu.
Raka memang mengalami mati suri. Entah apa yang menyebabkan dia bisa bangkit lagi, padahal dokter sudah memastikan bahwa dia sudah tiada.
"Berasa jadi poci gue," ucapnya sambil mencoba berdiri, meski tubuhnya terasa berat dan kaku.
Setelah itu, tubuhnya bergerak aneh, melompat-lompat seperti pocong.
Untung saja, tak lama kemudian, ada seseorang yang melewati area pemakaman dan membantu Raka berjalan serta menggantikan pakaiannya.
"Makasih ya, Pak, udah bantu saya," ucap Raka pada pria tersebut.
Si pria mengangguk. "Santai aja, Nak," jawabnya.
"Pak, gak takut liat saya tadi?" tanya Raka memastikan, karena aneh rasanya saat dia mendekati pria itu, bukannya lari, malah dibantu.
"Buat apa takut? Ini masih siang. Lagian, mana ada pocong yang malah ngesot," jawab si bapak.
Memang, saat itu Raka sudah kelelahan dan memilih untuk mengesot, daripada meloncat-loncat.
Karena bantuan bapak itu, akhirnya Raka bisa pulang ke rumah asalnya.
Raka kembali menjalani profesinya sebagai dokter. Awalnya, banyak orang yang terkejut saat melihatnya hidup kembali, bahkan ada yang sampai mengompol karena mengira dia adalah hantu.
Namun, seiring waktu, semuanya kembali normal.
Mengenai Aya, Raka pernah mencoba mencarinya. Akhirnya, dia menemukan Aya yang kini telah menikah dengan orang lain.
Raka menerima kenyataan itu dengan ikhlas. Walau dalam hatinya dia masih sangat mencintai Aya, dia tahu bahwa Aya sudah menjadi milik orang lain. Lebih baik ia mengikhlaskan semuanya, yang terpenting adalah kebahagiaan Aya. Begitulah pikirnya, meski kenyataan yang ada lebih rumit dari yang ia bayangkan.
Lagipula tingkatan tertinggi dari mencintai adalah mengikhlaskan bukan?
***
Aya tertawa saat mendengar cerita raka yang terbangun dari matinya. Ya, orang yang tak sengaja Aya tabrak itu ialah mantan tunangannya, Raka.
Saat ini mereka tengah berada di restauran tempat Aya makan tadi.
"Kenapa kamu gak pernah ngabarin aku?" tanya Aya setelah meredakan tawanya.
"Aku gak mau ganggu kehidupan kamu yang sekarang."
Aya mengangguk mengerti dengan ucapan Raka. Raka itu memang cowok yang pengertian, dari pada memenuhi egonya dia lebih mementingkan orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind You (ON GOING)
Novela Juvenil"Jika mengikhlaskan adalah tahta tertinggi dalam cinta, maka aku ikhlaskan kamu sesuai dengan yang telah Allah taqdirkan. Karna tidak semua yang kita inginkan itu menjadi kenyataan." ~Zara Zhafina Zulfa~ " Allah tahu mana yang baik dan yang buruk un...
