ASSALAMU'ALAIKUM...
Tandain typo yaa...
~Happy reading~
1. Umroh with bestayyyy
Zara Zhafina Zulfa, atau yang akrab disapa Ara, baru saja menginjak usia dua puluh dua tahun. Mahasiswa semester akhir ini sedang sibuk memikirkan skripsinya, namun kini ia tengah melaksanakan umrah bersama sahabatnya, Araya Hurry Firdausyi. Mereka bersahabat sejak sepuluh tahun lalu, dipertemukan di pondok pesantren, dan tetap dekat hingga kini karena sama-sama berasal dari Jakarta.
Saat ini, Ara dan Aya sedang bersantai di kamar hotel mereka, menikmati pemandangan Masjidil Haram dari jendela.
"Alhamdulillah ya, nggak nyangka banget kita bisa umrah bareng," ucap Ara penuh syukur.
"Iya, Ra. Emang takdir Allah tuh nggak ada yang tahu," sahut Aya sambil tersenyum.
Ara menghela napas panjang, menatap langit senja di depannya. "Andai aja gue bisa umrah bukan cuma sama lo, tapi juga sama jodoh gue. Apalagi kalau sama my crush... ah, nggak kebayang senengnya."
Aya mendelik, "Crush lo siapa? Jangan bilang... A Azka lagi? ucapnya. "Hadeuh... dari dulu lo gak ganti-ganti tuh crush?" Aya menggelengkan kepalanya.
Ara tertawa lepas. "Biarin... lagipula lo juga sama kan, pernah suka sama dia?"
"Itu dulu... lagian sekarang gue udah punya tunangan, Babang Raka."
Mereka tertawa bersama, sungguh sangat indah hari ini. Bersama sahabat ditempat yang penuh sejarah.
"Kenapa malah jadi gibah sih! Astaghfirullah..." ucap Ara ketika mengingat obrolan mereka tadi.
"Tapi... kalo suatu saat kita bisa balik ke sini bersama jodoh kita... pasti bakalan seru, kan?" ucap Aya yang diangguki oleh Ara.
"Aminin aja deh dulu, semoga aja bisa kesampaian."
***
Keesokan harinya, Ara berusaha membangunkan Aya untuk menemaninya membeli oleh-oleh. Namun, seperti biasa, sahabatnya itu sulit dibangunkan.
"Yaudah deh, gue sendiri aja. Assalamu’alaikum." Meskipun Aya masih terlelap, Ara tetap berpamitan sebelum pergi.
Di tempat oleh-oleh, Ara sibuk memilih barang sambil sesekali bercakap dengan pedagang yang fasih berbahasa Indonesia. Setelah selesai belanja, ia berjalan kembali ke hotel, namun karena terlalu fokus mengecek belanjaannya, tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
"Astagfirullah! Maaf!" Ara buru-buru memunguti barang-barangnya yang berserakan di lantai.
"Kamu orang Indonesia?" tanya suara itu.
Deg.
Jantung Ara berdetak lebih cepat. Suara itu... suara yang sangat ia kenal.
Pelan-pelan, ia mendongak. Dan saat tatapan mereka bertemu, keduanya terkejut.
"Kamu!?" ucap mereka bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind You (ON GOING)
Teen Fiction"Jika mengikhlaskan adalah tahta tertinggi dalam cinta, maka aku ikhlaskan kamu sesuai dengan yang telah Allah taqdirkan. Karna tidak semua yang kita inginkan itu menjadi kenyataan." ~Zara Zhafina Zulfa~ " Allah tahu mana yang baik dan yang buruk un...
