Asslamu'alaikum....
~HAPPY READING~
.
.
.
.
.
8. Tentang Araya
Araya Hurry Firdausyi adalah anak satu-satunya dari Adam dan Fathya. Selama 22 tahun, Aya tumbuh dalam limpahan kasih sayang. Meski kedua orang tuanya sibuk sebagai pebisnis, mereka selalu meluangkan waktu untuknya.
Aya pernah bertemu dengan Ara sewaktu kecil, tetapi karena jarak rumah mereka yang berjauhan, mereka hanya sekadar mengenal nama satu sama lain. Semuanya berubah ketika mereka masuk pesantren di Al-Istiqamah, tempat di mana persahabatan mereka dimulai.
Aya adalah sosok yang pintar, tidak jauh berbeda dengan Ara. Mereka sering menjadi partner dalam berbagai lomba akademik. Selain cerdas, Aya juga berasal dari keluarga kaya. Meskipun perusahaan orang tuanya kini dikelola oleh adik ayahnya, Aya tetap memiliki penghasilan sendiri dari beberapa saham yang dikelola oleh sepupunya. Ia hanya menerima laporan dan sesekali memeriksa bisnisnya, termasuk restoran, beberapa hotel, serta vila yang dimilikinya.
Keluarga Aya sangat baik, itulah sebabnya ia dengan mudah mempercayakan perusahaan keluarganya kepada pamannya.
Aya dan Raka pertama kali bertemu di sebuah rumah sakit di Jogja. Saat itu, Aya sedang berlibur bersama teman-temannya, termasuk Ara. Tanpa sengaja, salah satu temannya tertabrak motor, dan Raka—yang saat itu masih menjadi dokter magang—menanganinya.
Aya yang saat itu menjaga temannya sendirian karena teman-teman lainnya pergi membeli makanan, menjadi orang yang ditanyai langsung oleh Raka saat pemeriksaan luka-luka temannya. Dari pertemuan itu, perlahan tumbuh perasaan. Seperti kisah cinta klasik, semuanya berawal dari pandangan pertama hingga akhirnya mereka bertunangan.
Raka adalah pria yang lembut, murah senyum, perhatian—sosok sempurna yang bisa disebut sebagai 'green flag' dalam dunia percintaan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Sebuah kecelakaan merenggut semuanya, menyisakan Aya seorang diri.
Jika ditanya apakah Aya trauma? Tentu. Namun, kasih sayang dari umi dan abi—meskipun tak bisa menggantikan orang tuanya—tetap membuatnya bertahan. Walau tanpa dukungan seorang suami.
Lagipula, Aya sebenarnya belum memiliki rasa cinta pada Azka. Ia hanya berpikir, jika bukan karena Azka menikahinya, ia tidak akan merasakan kasih sayang dari Tazkia dan Zaki. Selain itu, pengorbanan sahabatnya juga menjadi alasan utama mengapa ia terus bertahan dan berusaha membuka hatinya untuk Azka.
Dan akhirnya, Aya berhasil. Ia berhasil mencintai Azka.
Namun, ia gagal membuat Azka mencintainya kembali.
"Kapan namaku akan tersimpan di hatimu?"
***
Holla guys...
Gimana buat part kali ini?
Part ini emang sengaja di buat sedikit ...
Semangat ngejalani puasanya!!!💪💪💪
Bubayyy👋👋👋
2025-03-11
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind You (ON GOING)
Ficção Adolescente"Jika mengikhlaskan adalah tahta tertinggi dalam cinta, maka aku ikhlaskan kamu sesuai dengan yang telah Allah taqdirkan. Karna tidak semua yang kita inginkan itu menjadi kenyataan." ~Zara Zhafina Zulfa~ " Allah tahu mana yang baik dan yang buruk un...
