Bel istirahat berbunyi nyaring di penjuru sekolah. Siswa siswi dengan semangat segera keluar dari kelar menuju kantin. Begitu halnya dengan Novan dan Kim, keduanya segera membereskan peralatan tulis mereka ke dalam tas.
"Dah yok, gua mau mie ayam nih. Keknya enak banget, apalagi di tambahin pangsit uh gila ngiler gua bayanginnya. " Ujar Kim
"Gua juga udah laper, tadi pagi ga sarapan." Sahut Novan
Lio hanya menatap keduanya malas. Ia sedang cemas sekarang. Bagaimana jika ia bertemu Elard? Sial, rasanya Lio ingin menghilang dari bumi. Dia benar-benar malu.
"Ayo Yo, nunggu apaan sih. Keburu ngantri!" Desak Kim
"Gua ga dulu deh."
Dahi Kim mengerut, "Kenapa lagi lu ? Pms ?"
"Mulut lu Kim. Gua cuma malas aja. Kalo ga nitip aja deh." Kata Lio
Kim menatap Novan sebentar lalu menggeleng. "gada hal darurat jadi penitipan batal. Udah ikut aja yok." Kim dengan gemas menyeret Lio segera ke kantin. Perutnya dari tadi sudah bunyi!
Berbeda dengan Kim yang mengoceh tiada henti, Lio kini di liputi rasa cemas hingga perutnya terasa melilit. Sialan si Kimberly!
"Lepas Kim gua bukan kambing kurban di seret-seret!" Ujar Lio mencoba melepaskan genggaman Kim pada lengannya
"Gada, nanti lu kabur. Lagian ngapain sih males segala. Biasanya juga lu semangat kalo jam istirahat. " Jawab Kim
"Tapi kali ini beda!"
"Bedanya apaan dah ? Lu mending diem deh, lu rese kalau laper." Tungkas Novan
Sesampainya mereka memesan makanan dan mencari meja kosong. Kim bertugas mencari meja sedangkan Lio dan Novan memesan makanan.
Sembari menunggu makanannya jadi, tak henti ia mengedarkan pandangannya agar orang yang dihidari nya tidak berada di kawasan yang sama. Walaupun mustahil mengingat ini di kantin. Tapi setidaknya untuk hari ini, ia tak ingin bertemu. Sudah susah payah ia menghindar dari Elard di rumah, seharusnya jika di sekolah lebih mudah mengingat luasnya sekolah.
"Nih mas mie ayam tiga sama es teh nya tiga."
"Makasih Mbok." Ucap Novan menyerahkan uang pas pada penjual. "Ayok, malah bengong. Bawa tuh es nya" Lanjutnya mengangkat nampan berisi mie ayam
"Ih lamanya, gua udah laper." Ucap Kim saat keduanya tiba di meja
Novan berdecih, "Jualan aja sendiri biar cepet."
Kim tak menghiraukan, ia menuang saus serta sambal di atas mie ayamnya. "Uh gila enak banget pasti."
"Jangan banyak banyak sambalnya." Peringat Novan
"Iyee."
Kayaknya dia belum dateng deh, gua kudu habisin makanannya terus balik ke kelas biar ga ketemu dia. Batin Lio
Baru sebentar merasa tenang, kini Lio merasa seperti ada yang tengah memperhatikan dirinya. Ia menoleh ke arah belakang dan sial, benar saja Elard berada di ambang pintu masuk kantin arah barat. Pantas saja punggungnya terasa panas karena tatapan tajam dari Elard. Tubuhnya langsung kaku saat lelaki itu tidak mengalihkan pandangannya. Bukannya kepedean, tapi Elard pasti sudah merasakan keanehan belakangan ini.
"Lu liat apaan sih, setan? " Tanya Novan
Lio menggeleng, wajahnya berubah pucat. Kepalanya berdengung. "Ah gapapa kok" balasnya dengan gugup
"Muka lu kenapa pucat gitu, lu sakit?" Tanya Kim khawatir. Tangannya menjulur ke dahi Lio, menempelkan punggung tangannya guna memeriksa suhu badan. "Agak anget sih. Lu demam nih, sebelum parah mending ke uks."
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
RomanceAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya,bdia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)