"Kak Key!!!" Seruan riang gadis kecil berumur 5 tahun itu membuat kepala Keyla langsung menoleh.
"Amel ...Kakak kangen ,"
Amel tertawa geli dengan logat khas anak-anaknya , berlari memeluk Keyla yang berjongkok di depannya , memeluk erat leher Keyla.
Keyla tersenyum , memeluk gadis kecil itu tak kalah erat.
Elang yang melihat adegan itu tak bisa menahan dirinya untuk tidak terkekeh.
"Tunangan juga ..." Sosok wanita berjilbab biru yang nampak terlihat masih muda itu menyenggol lengan Elang pelan seraya mengangkat alisnya menggoda. "Gimana acaranya? Ada kissing-kissing nya gak?"
Elang tertawa kecil. "Pengen nya sih ada , tapi langsung kena getok Mama Diana."
Wanita disampingnya tertawa , gemas dengan lelucon Elang. Tawa nya berhenti digantikan dengan wajah serba salahnya. "Aduh , Bunda jadi gak enak karena udah gak dateng semalem..." Katanya menyesal.
Elang menatap wanita muda yang memanggil dirinya dengan Bunda itu sejenak , melemparkan senyum seadanya. "Gak papa kok Bunda Lia , kami cukup minta doa nya aja."
"Beneran nih , maaf sekali ya , nak Elang ,"
Elang mengangguk tersenyum tipis seraya melemparkan pandangan ke arah gadis nya lagi. Keyla sedang saling melempar canda tawa dengan gadis kecil bernama Amel dan beberapa anak-anak seusia Amel bahkan ada yang lebih tua dari Amel sendiri.
"Anak-anak udah pada kumpul?" Elang bertanya , mengedarkan pandangan.
"Udah. Dimana Anggi , tumben gak barengan?" Bunda Lia menatap heran kearah Keyla dan Elang sendiri.
Pria itu tersenyum kembali dengan seraya menatapnya penuh arti. "Ku tinggal di kampusnya ,"
Bunda Lia sejenak mengernyit menatap Elang tak mengerti. Sedetik setelahnya wanita itu tertawa seraya menggetok kepala Elang gemas.
"Dasar ,"
:::::::::::::
Keyla's POV
Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan menjenguk Amel dan para anak-anak lain disini.
Sebenarnya setiap minggunya aku akan melakukan kunjungan rutin ke panti ini. Mengingat aku harus mengatur jadwalku sebaik mungkin untuk tetap mengontrol kesehatan ku kedokter—yang sudah tidak lagi tiap minggu nya mengingat kondisi ku stabil akhir-akhir ini karena itu berubah menjadi 2 minggu sekali—mengejar ketertinggalan ku di mata kuliah tertentu dikampus dan setelahnya aku akan mengikuti review ke beberapa tempat sebagai salah satu mahasiswi merangkap dokter anak bermasalah.
Disini lah aku , ditempat dimana aku bisa merasa nyaman melempar senyuman dan canda tawa dengan mereka semua yang ada disekitarku. Panti asuhan milik Bunda Lia yang bagiku rumah kedua dari rumah kedua orang tuaku—oh, apartemen ku itu bukan rumah , hanya tempat singgah—karena bagiku rumah itu memiliki arti bahagia yang seharusnya. Dan tidak mungkin bisa ternilai harganya dengan uang.
"Pesanan nya udah dateng , mau sekarang aja atau bagaimana?" Elang menghampiriku seraya berbisik dikuping ku.
"Kalo boleh , tunggu Anggi sampai saja kemari ," aku mengernyit menyahut ikutan berbisik ke arahnya. Tadi Anggi sedikit telat karena harus mengerjar Bu Efi dulu untuk diminta tanda tangan ditugas makalahnya.
Elang bilang padaku kalau nanti Anggi akan menyusul dan menyuruh kami duluan. Maka dari itu aku menurut. Jika aku memulai acara tanpa nya , apa Anggi akan marah? Biar bagaimana pun , dia juga mengajukan ide ini untuk merayakan pertunangan ku dengan Elang.
KAMU SEDANG MEMBACA
When there [is] Hope (COMPLETE)
RomanceCOMPLETE// - Keyla's Story ::::::::::::: Sekarang tujuan Keyla hanya satu... Membahagiakan orang yang telah peduli kepadanya dengan melepaskan nya. ::::::::: Ada beberapa part yang mengandung unsur dewasa , tanggapi dengan bijak. Terima kasih. _____...
![When there [is] Hope (COMPLETE)](https://img.wattpad.com/cover/81675451-64-k485074.jpg)