Keyla Endre.S
Aku di Caffe dekat kantor mu sama teman. Udah dulu ya , nanti kalo aku udah sampai rumah akan ku kabari lagi.
Mata Elang menyipit ketika balasan line nya ditanggapi dengan kalimat abstrak seperti ini.
Teman?
Oh dear , sejak kapan Elf-nya punya teman? Biar bagaimana pun , Keyla itu termasuk ansos. Teman nya hanya Anggi , dia tak pernah sekalipun terlibat nongkrong bareng teman-teman selain Anggi jika tidak ada Anggi disana.
Lalu apa?
Elang tau , Elf -nya tak pernah berbohong. Dan dia percaya kalo Keyla nongkrong dengan teman.
Tapi siapa?
Ketukan pintu seketika membuyarkan lamunan Elang akan pesan itu.
"Maaf pak. Meeting nya 5 menit lagi." Resa memberitahu dan langsung mendapat anggukan kepala dari Elang.
"Tunggu aku di depan lift."
Resa dengan sopan menganggukkan kepalanya dan mundur keluar dari ruangan. Masih terbesit perasaan was-was dibenaknya dan itu membuat Elang gelisah.
Segera ia mengetikkan cepat balasan untuk Keyla dan kemudian mematikan ponsel setelah melihat pesannya sudah terkirim.
Satu yang Elang mau hari ini. Semoga Elf-nya baik-baik saja , dimana pun dia berada.
***
Keyla's POV
Elang F.
Pulang nanti aku akan ke-apartemen mu dan mengecek keadaanmu sendiri. Hati-hati , jangan sampai kelelahan...
Iya Elang. Aku tidak pernah sekalipun merasa kelelahan karena kalian ada di sisiku. Anggi dan Elang. Mana mungkin aku akan dengan mudah kumat?
Lagipula aku kuat. Kelelahan itu hanya hal biasa untukku.
Mengingat kepedulian Elang padaku selama ini , aku jadi tak bisa menahan senyumanku dan dengan ekspresi berbunga aku membalas pesannya.
"Weeww... gebetan?" Perempuan didepanku yang sekarang sedang menyesap kopinya mulai menolehkan kepalaku.
Oh astaga. Aku hampir lupa disini ada orang selain aku. Dan orang itulah yang mengajakku kemari.
"Bukan." Kataku tersenyum tipis kearahnya. Dilihat bagaimana pun perempuan bernama Vanya ini sama sekali tak menyukaiku dan aku sudah tau dari awal aku bertemu dengannya.
Tatapan nya seakan ingin mengulitiku hidup-hidup saat tangan Gio waktu itu melingkar dileherku. Aku sih tak keberatan berakting untuknya , lagipula sepertinya Gio memang tak menyukai perempuan ini.
Sudah dipastikan kalau Vanya adalah salah satu mantan pacar Gio yang mungkin gak rela melepaskan Gio. Bisa dilihat bagaimana tatapan memujanya saat itu.
"Jadi lo udahan sama Al?"
Keningku mengernyit , "Al?"
"Algio."
Ooh.
"Enggak." Jawabku santai dan mulai memanggil waitters untuk memesan hot chocolate.
Aku bisa melihat bagaimana terkejutnya Vanya saat mendengar jawaban yang sepertinya begitu tak masuk akal didengar.
"Lo sama Al belum putus?"
Aku menatapnya heran. Kenapa dia bisa sepucat itu hanya karena aku bilang 'enggak'?
"Memang nya kenapa?" Aku bertanya dengan sedikit sombong. Oke. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan hal seperti ini. Tapi sungguh. Ekspresi pucat perempuan didepan ku begitu menggemaskan dan aku entah kenapa ingin sekali menggodanya. Sedikit saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
When there [is] Hope (COMPLETE)
RomanceCOMPLETE// - Keyla's Story ::::::::::::: Sekarang tujuan Keyla hanya satu... Membahagiakan orang yang telah peduli kepadanya dengan melepaskan nya. ::::::::: Ada beberapa part yang mengandung unsur dewasa , tanggapi dengan bijak. Terima kasih. _____...
![When there [is] Hope (COMPLETE)](https://img.wattpad.com/cover/81675451-64-k485074.jpg)