Elang F.
Bagaimana keadaanmu Elf ?
Keyla Endre.S
Selalu baik. Barusan aku sudah makan dan minum obat, sudah chek-up juga.
Keyla Endre.S
Kamu sudah makan belum?
Tanpa sadar Keyla sedari tadi memelototi ponselnya, mengabaikan sang dokter cantik yang tengah memperhatikan kantung air dalam tiang infus yang sedang dipakai Keyla ditangan kiri.
Keyla lebih beratensi pada ponsel nya, menunggu seseorang disebrang sana membalas pesan yang dikirimkan nya. Entah kenapa, Keyla begitu rindu sosok sang tunangan di negara lain tersebut.
Elang F.
Aku baru saja selesai rapat. Mungkin, satu atau dua jam lagi aku baru makan.
Mata Keyla melebar melihat apa yang di tulis sang kekasih. Buru-buru dia mengetikkan balasan sedikit jengkel padanya. Tidak seberapa lama, balasan dari sang tunangan muncul berkedip-kedip menggerakkan tangannya untuk membuka.
Keyla Endre.S
Mau mati busung lapar ya?
Elang F.
Aku lebih suka mati karena cintamu~
Kali ini Keyla berdecak. Ada senyuman manis yang tercetak cerah dibibirnya sekarang. Gombalan Elang memang cukup memberi efek baik dalam kesehatan nya hingga Ilham harus mengakui, seberapa Elang amat berjasa atas perkembangan kesembuhan Keyla.
Namun yang pasti, masih ada kesalahan yang Ilham tidak tau. Nyawa dan kesehatan seseorang itu bukan berdasarkan pada rasa bahagia atau cinta saja. Harus ada keiinginan bagi sang penderita untuk terus bertahan hidup juga izin dari yang kuasa. Yang tidak diketahui Ilham itulah yang membuat penyakit Keyla menjadi amat sulit ditangani, jujur Anna akui Keyla masih harus diperhatikan berlebih karena bisa saja perempuan sok kuat didepannya ini jatuh kambuh dan lebih parahnya lagi bahkan tidak sadarkan diri.
Para sekeluarga sangat bersyukur saat tau Keyla ternyata tidak sampai harus koma karena penyakitnya. Setidaknya...belum. Atau tidak akan? Entahlah,
Keyla Endre.S
Makan Elang. Jangan membalas pesanku kalau kamu belum makan!
Keyla mematikan ponselnya sebal. Ditatapi dokter cantik Anna yang sedang menulisi sesuatu pada kertas yang diapit besi dalam papan berjalan. Perempuan itu mulai melenguh. "I want to go out."
Anna yang mendengar tersenyum. "Baiklah. Biar perawat Emi yang antarkan—"
"Don't." Keyla menolak skeptis. "Aku mau jalan-jalan sendiri."
Mengingat Keyla sedang dalam masa kritis dan haram hukumnya bila Anna melarang, maka lebih baik diberi kelonggaran untuk Keyla menikmati alam bebas tanpa sekalipun mencium bau obat-obattan.
Keyla sudah sangat muak dengan segala bau obat dan dinding putih ruangannya. Dia benci dengan segala sudut bagian rumah sakit yang selalu banyak menyimpan duka dan kesedihan. Keyla tidak suka.
Anna tersenyum sopan melirik seorang perawat yang hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. "Emi, siapkan kursi rodanya."
:::::::::::::::::
Vanya membuka surat yang dikirimkan seseorang beberapa hari lalu dari rumahnya. Ada banyak yang tidak penting karena sekarang dia sama sekali tak menghiraukan tentang pekerjaan nya sebagai model yang sudah dibanjiri job.
Entah kenapa, cita-citanya menjadi model sudah tidak lagi menarik dimata Vanya. Ketika ia memutuskan pergi dari kehidupan Gio. Selama itu pula Vanya hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang tak pernah ia temui sekalipun titik penerang.
KAMU SEDANG MEMBACA
When there [is] Hope (COMPLETE)
RomansaCOMPLETE// - Keyla's Story ::::::::::::: Sekarang tujuan Keyla hanya satu... Membahagiakan orang yang telah peduli kepadanya dengan melepaskan nya. ::::::::: Ada beberapa part yang mengandung unsur dewasa , tanggapi dengan bijak. Terima kasih. _____...
![When there [is] Hope (COMPLETE)](https://img.wattpad.com/cover/81675451-64-k485074.jpg)