Update!
Jangan cuman dibaca vote dan comment juga ya :)
***
Lirikan mata Gio kini jatuh pada sosok Keyla yang berdiri disamping teman lamanya—Elang.
Setelah sekian lama sudah tak lagi bertemu karena kesibukkan masing-masing juga jarang mengontak , sekarang mereka bertemu akibat campur tangan Anggi.
Tentu Gio heran , Anggi sengaja menemukan mereka karena landasan persahabatan—alias perdamaian atau hanya sekedar menunjukkan soal 'pacar' Keyla yang pernah ia beritahukan padanya tempo hari itu di rumah?
Ternyata dunia ini sempit ya?
Mengetahui soal 'pacar' yang dibicarakan Anggi padanya waktu itu , tentu saja Gio kaget. Dilihat bagaimana pun , Keyla termasuk perempuan biasa—ehem , maksudnya , wajah sepolos Keyla , Gio tak percaya dia sudah memiliki seorang kekasih. Apalagi sepertinya dia tak terlalu tertarik dengan masalah laki-laki.
"Mau ku antar sampai apartemen , Elf ?" Suara Elang menginterupsi kesadaran Gio.
"Nope. Aku akan kembali dengan Anggi." tolak nya halus. "Ada sesuatu yang harus ku kerjakan setelah ini bersama nya." Ia melanjutkan.
Elang menghela nafas enggan. "Baiklah. Hati-hati dear ,"
Keyla tersenyum , menampakkan kembali lesung pipit nya yang selalu membuat Gio seakan-akan lupa dengan akal sehatnya. Astaga ...apa sebegitu menariknya kah pipi chubby yang menjadi cekung saat bibir peach itu melengkung tersenyum dimata Gio?
Gio tak mengerti.
"Secara gak langsung , lo ngerasa gak percaya kalo gue bisa nganter Keyla ke apart dalam keadaan utuh." Anggi mencibir ucapan Elang sebelumnya membuat lirikan Elang kini mengarah padanya , di susul Keyla—tidak dengan Gio yang tampak tak peduli dan hanya fokus pada sosok di depan nya ini , Keyla Endreas.
"Kenapa pikiran lo negatif thingking mulu sih Nggi?" Elang berdecak.
Anggi masa bodoh tak mau menjawab , melipat tangan di depan perutnya membiarkan kerlingan mata bingung di mata Keyla mengarah kearahnya.
Elang menghela nafas pelan. "Baiklah. Aku harus pergi sekarang."
"Hati-hati Lang ," Keyla bersuara mengingatkan membuat senyum Elang lolos dari bibirnya.
"Okey ..bye bye honey , nanti ku hubungi lagi."
Keyla tersenyum mengangguk. Lagi-lagi Gio memandang senyuman dan kerutan pipi itu.
"Al , gue pamit." Elang menepuk pundak Gio , menyadarkan pria itu segera.
"Oh . Iya , ati-ati ..."
Elang menunjukkan jempolnya , dan mulai melirik kembali ke arah kekasihnya. Alis Keyla bertaut bertanya , tapi itu tak berlangsung lama karena di detik itu juga , Elang mencium sekilas pipi kanan nya yang langsung membuat Keyla terkesiap kaget. Seperti mendapat sengatan listrik yang langsung mengaliri darah nya menuju wajah , merona.
Melihat itu Gio merasa aneh. Tidak dengan Anggi yang mulai melotot. "Hey!"
"Dadah juga buat singa betina ," Elang nyengir mengacak puncak rambut Anggi hingga rambut curly nya berantakkan. Elang sangat tau kemarahan Anggi berada dimana karena perempuan itu begitu benci kepala atasnya dielus seseorang. Dulu sekali dia pernah mengamuk karena tatanan rambutnya berantakkan. Mana mungkin Elang bisa melupakan kejadian sakral begitu.
"Elang! Shit!" Anggi menggeram. "Lo bakal dapet balasan nya! Lihat aja entar sialan."
Elang tertawa , mengedipkan mata genit pada Keyla yang langsung kembali membuat perempuan itu kaget. "Nope sis. Lo yang kudu liat dulu gimana entar gue halalin dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
When there [is] Hope (COMPLETE)
RomansaCOMPLETE// - Keyla's Story ::::::::::::: Sekarang tujuan Keyla hanya satu... Membahagiakan orang yang telah peduli kepadanya dengan melepaskan nya. ::::::::: Ada beberapa part yang mengandung unsur dewasa , tanggapi dengan bijak. Terima kasih. _____...
![When there [is] Hope (COMPLETE)](https://img.wattpad.com/cover/81675451-64-k485074.jpg)