"Apa Mama masih dalam pengaruh obatnya? Dia terlalu lama tertekan dan stress karena Key... Adik Key.."
"Mama mu baik-baik saja. Mereka berdua baik-baik saja. Hanya perlu untuk beberapa lama istirahat dan semua akan baik-baik saja."
Keyla terdiam. Pandangan nya memandang kosong tembok didepan sana. Perlahan ia melepaskan diri dari kehangatan dekapan sang Ayah.
"Key ingin Ayah mengabulkan keiinginan Key.."
Kening Ayahnya mengernyit mendengar itu. "Kamu menginginkan sesuatu Keyla?"
Keyla tersenyum mengangguk. "Berikan pendonor itu kepada orang lain."
"Apa?" Johan menatap tak mengerti ke arah putrinya.
"Kesempatan hidup Key terbilang sangat tipis. Dan Key gak mau sia-sia meninggal di meja operasi."
"Keyla.. Apa maksud mu?" Johan memandang Keyla jengah. Tak percaya dengan apa yang didengar nya barusan.
"Key gak mau di operasi. Bisakah Ayah mengabulkan nya?"
::::::::::::::::::
"Kami sudah memprediksi nya," dokter Anna memberitahu. "Persentasi keberhasilan Keyla untuk melakukan operasi hanya sampai 15 persen. Dan kami tidak tau, kemungkinan terjadi setelah operasi."
Anggi mendengarkan dengan seksama. Menatap grafik-grafik aneh yang di tunjukkan dokter Anna bersama dengan Johan di sebelahnya.
"Ada efek samping nya?" Johan bertanya.
Dokter Anna membenarkan. "Akan ada gejala infeksi dan pendarahan setelah transplantasi selesai dilakukan. Efek jangka pendek nya, dia akan mengalami serangan ringan pada nafsu makan atau ketidakbisaan nya mencerna makanan hingga berakibat mual dan berdampak cepat kelelahan."
"Dalam jangka panjang, ketidaksuburan, katarak, pengembangan kanker sekunder bisa saja terjadi. Namun yang dikhawatirkan disini adalah, tentang penurunan jumlah trombositnya... Karena Nona Keyla sudah termasuk dalam kondisi terparahnya, operasi bisa saja sia-sia dilakukan. Pendarahan di otak, paru-paru, dan bagian organ lainnya bisa menjadi efek samping yang berbahaya." Sambung nya tegas.
Anggi mendadak syok ditempatnya duduk. Menatap tak percaya gambar grafik yang berdominasi warna merah itu dimeja.
"Itu sudah cukup menjadi keyakinan, untuk Keyla yang menolak adanya jalur operasi." Johan tampak terlihat tenang bergumam lirih.
Berbeda dengan Anggi yang mendadak marah ditempatnya. "Apa tidak ada cara lain nya?" Dia bertanya setengah histeris. "Jalur alternatif lain... se-seperti.. sesuatu yang dapat menyembuhkan Keyla secara perlahan...?" Kata-katanya perlahan mengecil karena sesak di dalam dada membuat panas di kedua bola mata.
"Tidak ada jalur yang seperti itu, Nona." Dokter Anna kembali berkata tegas. "Jalan satu-satunya adalah operasi. Selamat atau pun tidak, itu tergantung dengan keajaiban."
Anggi sekarang benar-benar sudah tak dapat lagi mengeluarkan suaranya. Tenggorokkan nya seakan tercekik sesuatu. Dia hanya bisa membatu. Dengan gerakkan tak berarti.
Apa ini nyata?
Melihat betapa perih matanya sekarang, Anggi tidak mungkin sedang bermimpi.
Sahabat yang disayanginya itu...
Tidak. Tidak mungkin.
"Pendonor nya.." Anggi kembali bertanya, panik. "Bagaimana dengan pendonornya?"
Sejenak tatapan dokter Anna mengarah pada Johan. Pria paruh baya itu mengangguk pelan. Menyetujui untuk Anggi mengetahui segala yang dia ingin tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
When there [is] Hope (COMPLETE)
RomanceCOMPLETE// - Keyla's Story ::::::::::::: Sekarang tujuan Keyla hanya satu... Membahagiakan orang yang telah peduli kepadanya dengan melepaskan nya. ::::::::: Ada beberapa part yang mengandung unsur dewasa , tanggapi dengan bijak. Terima kasih. _____...
![When there [is] Hope (COMPLETE)](https://img.wattpad.com/cover/81675451-64-k485074.jpg)