"Bukan tentang seberapa sering kita bertahan saat sulit, tapi bisakah kita memaafkan meski selalu dikecewakan."
----------
"Ghin, aku mau anterin ini dulu ya?"
"Lagi?"
"Iyap!" jawab Hana dengan ekspresi wajah yang berseri-seri penuh semangat dan harapan.
Hana mulai melangkahkan kakinya menuju loker.
"Nomor 25! Yak, ini dia!" pekik Hana senang.
Loker yang tidak terkunci itupun perlahan-lahan terbuka, membuka ruang yang terlihat tak selebar lapangan sekolah namun tak sesempit rak untuk meletakkan satu sepatu.
Dan Hana dengan cepat mulai memasukkan sesuatu ke dalam loker tersebut.
"Semoga kamu suka ya!" batin Hana.
Perlahan, ia mulai kembali menutup pintu loker tersebut, membuat jejak akan debaran jantung mulai terasa membekas di setiap langkah yang telah ia ambil.
Reflek ia berlari kecil kala dilihatnya siluet seseorang yang telah dinantikannya mulai memasuki tempat penyimpanan lokernya.
"Gimana?" tanya Ghina ketika Hana telah kembali dan mulai bersembunyi di belakang tembok yang dekat dengan loker-loker tersebut.
"Beres!"
Senyumnya yang sedari tak pudar membuat Ghina yakin, sahabatnya selalu bahagia melakukan hal seperti yang dilakukannya sekarang ini.
"Udah sana, lo duluan aja, gue mau ambil baju ganti dulu terus mau lanjut makan dulu, laper."
"Lo tadi udah makan Han!"
"Gak kenyang kalau belum makan nasi mah," jawab Farhan dengan santainya tanpa sekalipun melihat wajah sahabatnya yang sudah tampak seperti Mimi Peri tanpa ekspresi.
"Terus ngapain gue ikut lo ke sini? Ngomong dari tadi napa, kalau gitu gue gak usah ikutan lo ke sini," ujar Bagas, sahabat dekat Farhan.
Farhan hanya mengangkat kedua bahunya acuh, sedangkan Bagas menghela napas untuk yang kesekian kalinya.
Farhan dengan cepat mulai membuka loker miliknya, seketika ia menghela napas kala ia melihat beberapa coklat berpita pink dan ungu terjejer berantakan di sana, dan di situ tertera nama-nama pengirimnya yang tak ia kenali.
Minimal ia akan hanya mengetahui orangnya tanpa mengenalinya.
"Ck, lo selalu dapet coklat tiap harinya. Lah, gue kapan?"
Farhan tak menanggapi ucapan sahabatnya itu.
Ada satu hal yang kini menarik perhatiannya sekarang,
Ada kotak bekal makan plastik di dalam lokernya tersebut.
"Lo hokky begete bro!"
"Tuh orang tau banget ya gue lagi laper," ujar Farhan tanpa memutuskan pandangan dari kotak bekal makan di tangannya yang isinya ternyata adalah nasi goreng.
'Hai! Dari seseorang yang mengidolakanmu. By : H.V.A
Ps : semoga kamu suka ya :) !'Seperti itulah note dari kotak bekal tersebut.
"Dari siapa?"
"Gak tau, gak ada nama pengirimnya yang jelas."
Hana yang melihat pujaan hatinya akan membawa kotak bekal makan darinya tentu saja sangat senang. Tak dapat diekspresikan lagi bagaimana rasa senangnya sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Heart Speaks
Teen Fiction"Mungkin aku salah satu dari ribuan orang di bumi ini yang hanya bisa menikmati senyumannya tanpa harus tahu siapa gerangan yang membuatnya tersenyum, sangat mengenalnya tanpa harus dikenal olehnya, dan mencintainya tanpa harus mengharapkan sebuah b...