Love? -15

636 36 16
                                    

Flashback on

Hana menatap Farhan yang masih setia berjongkok.

"Han... ma-maafin aku."

Farhan lekas berdiri, membuat matanya lagi-lagi tak sengaja bertabrakan dengan mata Hana.

Tetapi dengan cepat Farhan memutuskan kontak matanya tersebut dan berlari pelan menjauh dari Hana.

Membuat Hana semakin bingung dibuatnya.

POV Hana [mode flashback on]

Aku melihatnya berlari pelan keluar dari tempat ini.

Dan aku reflek mengejarnya.

"Mau ke mana Neng Hana?"

"Eh Ibu. Hmm... Hana mau ke luar sebentar Bu, nanti ke sini lagi kok!" jawabku ramah.

"Oh oke!" jawab Bu Shila dan aku dengan cepat kembali berlari mengejar Farhan.

Aku mulai membuka pintu perpustakaan tersebut dan memijak lantai luar dari pepustakaan sekolahku ini.

Langkahku terhenti seketika.

Aku reflek meremas rok seragam abu-abuku.

Hatiku seketika mencelos.

"Udah ya jangan nangis lagi?"

Amel masih terisak di dalam pelukan Farhan.

"Ssstttt.. Udahan dong nangisnya Mel," ujar Farhan masih setia mengelus pelan rambut Amel dan memeluk erat tubuh kekasihnya tersebut.

"A-aku dibilang tem-tempat pelarian ka-kamu doang Han hiks..."

"Sssttt... Jangan pernah ngomong itu lagi! Jangan dengerin kata mereka Mel! Aku bener-bener cinta sama kamu. Kamu bukan tempat pelarian aku ketika aku udah putus sama Farah. Lagipula aku sama Farah pacaran lama-lama cuma buat dia bisa move on dari masa lalunya."

"Dari masa lalunya?" tanya Amel dengan suara seraknya.

"Iya. Ceritanya panjang. Mungkin di antara kita berdua emang pernah punya rasa, tapi itu terasa di awal aja. Karena aku sama dia emang dirasa gak pernah bisa sama-sama."

Amel menatap ragu Farhan.

"Tapi kamu harus percaya, kalau aku cintanya sama kamu, bukan sama dia Mel," ujar Farhan meyakini Amel.

"Tapi... kenapa dia masih terlihat berharap kalau dia bisa balikkan lagi sama kamu?"

"Kok kamu mikirnya gitu? Lagipula aku udah gak pernah kontek-kontekan lagi sama dia."

"Dia masih mandang sinis setiap ketemu sama aku!" lirih Amel masih dengan air matanya yang sudah banyak mengalir.

Kulihat Farhan mengangkat tangan tangannya, dan mulai menghapus air mata dari pipi Amel.

Ah, so sweet sekali.

"Dia emang gitu. Udah... jangan dimasukkin ke hati ya?" ujar Farhan lembut.

Amel menganggukkan kepalanya.

"Kamu ngapain di perpustakaan sendirian?"

"Hmm... aku ga sendirian Mel."

"Oooh kamu lagi sama si anak nerd itu ya?"

Dan aku sedikit tersentak ketika Amel melirikku dengan pandangan yang meremehkan. Karena posisiku yang berada tak jauh di samping mereka.

"Iya. Tapi aku cuma belajar bareng aja ko!"

"Tuh kan. Nanti kamu bisa-bisa terhipnotis sama cewek centil yang nerd kayak dia!"

My Heart SpeaksTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang