Halo, makaish udah mau baca sampe bab ini. Kalo lagi libur inspirasinya banyak 😆😆 keep enjoy yaa😁😁
DI SEKOLAH
"Azza, nanti nggak usah ngajak temanmu untuk pulang bareng, kamu pulang sama aku dan itu berdua", katanya sambil mengunci mobil.
Aku pura-pura tak mendengarkannya, tapi dia selalu memiliki cara untuk membuatku memperhatikannya seperti barusan saja ia menyenggolku agar aku mendengarkan perintahnya. Entah apa yang membuatnya jadi kejam seperti ini. Ya sebenarnya kejamnya sudah dari dulu tapi aku masih saja sok menganggapnya baik. Aku selalu berjalan bersamanya setelah memasuki area sekolah kami. Di lapangan terdapat banyak anak-anak paski yang berkumpul, termasuk aku melihat Geisha yang mulai datang mendekati kami.
"Hai kak, sudah aku duga desember ini pasti kau datang", katanya sambil menggandeng kak Ridwan.
Rasanya saat itu ingin ku dorong sekalian kak Ridwan untuknya agar tidak terus bersamaku. Namun tiba-tiba malah kak Ridwan menarik tanganku.
"Azza, tunggu bentar", kata kak Ridwan sambil melepas genggaman Geisha.
Aku tetap menghiraukannya dan aku menuju lapangan. Disana banyak juga kakak alumni paskibra SMAku yang datang. Tampak sosok kak Rafly yang ada di daerah tiang bendera, ia langsung memanggilku.
"Sama siapa kesini?", tanya kak Rafly padaku.
"Sama yang digandeng junior paski kakak", kataku sambil duduk di sampingnya.
"Oh Ridwan, kok cemberut gitu sih cemburu ya?", tanyanya sambil menggodaku.
"nggak", kataku masih fokus ke arah depan.
"Yaudah, ini kak Rafly kasih", katanya sambil menyodorkan makanan.
"Yakin nggak mau?", tanyanya meyakinkanku.
Kak Rafly menyodorkan coklat putih favoriteku yang waktu itu pernah aku beritahu. Aku pun tidak menolak pemberiannya. Namun, tiba-tiba kak Ridwan datang dan merebut coklat itu dari tanganku.
"Ridwan!", bentak Rafly di sampingku.
"Apa sih Fli? Iya iya ini buat adik kesayanganmu, tapi apa aku gak boleh minta?", katanya sok imut di depan kak Rafly.
"Ya entar aku beliin buat sahabatku ini", jawab kak Rafly senyum.
Dasar, bagaimana bisa kak Rafly terhasut oleh bujukan kak Ridwan😩 kak Ridwan hanya melihatku dengan senyum liciknya. Rasanya ingin saat itu akuu oleskan coklat itu ke wajahnya.
"Kak Ridwan, denger-denger pertakor Jateng besok ya?", tanya Geisha yang muncul di tengah-tengah kami berdua.
"Tau dari mana kamu?", tanya kak Ridwan padanya.
"Dari sumber terpercaya dong, akukan suka ngestalking taruna", kata Geisha ceplas-ceplos.
"Kamu mau diajak tuh", kataku dengan bercanda dan menyindir.
"Kata siapa Za?", tanya Geisha yang seolah mendadak baik di depanku.
"Ngarang! Geisha balik barisan!", suruh kak Ridwan dengan nada tinggi.
Seketika aku bingung harus bagaimana, kak Ridwan sepertinya marah padaku. Kak Ridwan langsung pergi. Kak Rafly yang sedaritadi ada di dekat kami langsung mengisyaratkanku untuk menyusul kak Ridwan ke lapangan basket.
"Marah nih?", tanyaku sambil mencoba merebut bola basket dari kak Ridwan.
"Gak, cuman kesel aja", katanya masih angkuh membawa bola.
"Oke ada tantangan, kalau kakak gak bisa masukin bola dari tempat kita berdiri ini ke ring dan aku bisa, kak Ridwan harus turutin aku dan jangan marah", kataku.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Destiny!
Romance"Jadilah dirimu sendiri. Saat itulah, aku mencintamu apa adanya. Jika kau mampu setia, maka setialah. Kesetiaan tidak hanya memerlukan kepercayaan dan pengakuan. Kesetiaan juga membutuhkan pengorbanan. Disaat aku pergi untuk mengabdi pada negara, ak...
