[19] Ken Next Door

13.9K 1.4K 160
                                        

BANTINGAN pintu balkon kamarnya membuat jantung Sarah nyaris meloncat keluar. Dia sampai mengelus-elus dadanya bersamaan delikan kaget ia tujukan pada pelaku.

"Astaga, Na! Pelan-pelan kek kalo nutup pintu!" Sarah berdiri, mulai curiga melihat gelagat aneh temannya itu. "Lo kenapa sih? Muka lo kayak habis ngeliat hantu gitu. Jangan bercanda ah, Na. Ini Jumat maghrib, pamali kalo nakut-nakutin orang!"

Aluna tidak menggubris omelan Sarah. Dia mengintip ke balik pintu kaca balkon kamar Sarah sebelum berlari mendekati temannya itu.

"Itu, dia ada di luar."

"Siapa? Setan? Jangan bercanda ah, Na! Ada di mana setannya?!"

Aluna menggeleng keras, jantungnya justru makin berpacu begitu Sarah memeluk kencang lengannya. Kenapa dia jadi ketularan oleh rasa takut tak bertuan milik Sarah, sih?

"Ken ... ada di bawah..." Aluna menunjuk ke arah pintu balkon. "Dia ada di rumah sebelah, Sa."

"Gue kira setan beneran!" desah Sarah melepas pelukannya dari Aluna. Tapi selanjutnya ia menggaruk tengkuk, mulai kebingungan. "Yah, Ken lo itu emang tinggal di sebelah. Tetanggaan sama gue."

"SERIUS?!" Aluna histeris. "Kok lo nggak pernah ngasih tau gue?!"

"Yah elonya nggak pernah nanya rumah dia di mana."

"Tapi gue 'kan sering nginep kemari! Kenapa gue baru liat dia ada di sebelah?!"

Sarah malah tertawa. Tergelitik melihat ekspresi kalut Aluna. "Heboh amat, Non. Ini karena lo emang kaget atau kesenengan tau cowok lo ternyata ada di sebelah?"

"Gue kaget, tau! Tuh cowok udah kayak cenayang suka nongol di mana-mana! Demen banget perasaan bikin gue jantungan mulu!"

Sarah terbahak mendengar suara meninggi Aluna. "Then, surprise! Berarti tuh cowok berhasil bikin kejutan buat lo kali ini."

"Ini pasti ulah lo juga, 'kan?" Aluna memukul lengan Sarah. "Lo nggak pernah ngomong kalo tuh cowok tinggal di sebelah lo!"

"Lah elonya nggak pernah kepo, masa iya gue bilang dia ada di sebelah? Nggak seru kalo begitu mah."

"Saraaaaah!!"

Sarah berlari-lari menghindari amukan Aluna. Menertawakan reaksi berlebihan gadis itu sampai-sampai wajah cantiknya memerah. Keributan yang tercipta membuat mereka larut hingga baru menyadari pintu kamar tiba-tiba diketuk menyusul seruan dari baliknya.

"Non Sarah, ada Den Alvin di bawah!"

Jikalau Sarah tersenyum lebar, Aluna melotot kaget untuk kesekian kalinya.

"Suruh ke atas aja, Bi!"

"Lo gila!" Aluna memukul Sarah dengan bantal yang sedari tadi dijadikan senjatanya.

"Orang dia udah biasa kemari. Wee!" Sarah menjulurkan lidah sebelum meloncat turun dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.

Aluna yang makin kelabakan mengejar Sarah demi mencegah temannya itu membuka akses. Keributan kembali terjadi di mana dua gadis itu berebut gagang pintu. Hingga acara saling adu ketangkasan itu dimenangkan oleh Sarah, Aluna langsung berlari ke balik pintu yang berhasil terbuka, menyembunyikan diri.

"Weh, baru pulang?"

Sepertinya lelaki itu sudah berdiri di hadapan Sarah. Aluna sampai membekap mulut mendengar suara berat itu mulai mengalun.

"Gue bawain makanan tuh, buat makan malam lo."

"Serius? Ahayy, tumben baik!"

"Makan, sana. Mumpung masih anget. Ajakin Aluna makan bareng."

My Genius Secret AdmirerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang